~ Reyshena Pov ~
Aku membuka kedua mataku perlahan mendengar suara alarm, tengah malam tadi ternyata aku kedatangan tamu bulanan, jadi saat ini perutku terasa seperti diaduk-aduk. Belum lagi lebam keunguan yang ada di perut belum hilang, rasanya.. ah mantap!
Sangat mewarnai pagi hari dengan nikmat yang tidak dapat didustakan.
"Shhh!"
Aku meringis mencoba untuk bangun dari kasur. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan menampilkan dua kembar berseragam OSIS yang menatapku sambil melebarkan kedua matanya.
"Kakak?!" Erzan berlari menghampiriku dan langsung duduk di pinggir kasur, "siapa yang ngelakuin ini?!"
Rakha berjalan tenang sambil membawa nampan berisi bubur ayam dan segelas teh hangat.
"Halah, luka kecil doang kok!" balasku sambil menunjukkan jempol pada Erzan. "Eh, buat kakak ngga sih buburnya?"
Rakha terkekeh miring, "Ge er! Buat gue ini, mau sarapan di kamar lo."
Aku mendengus kesal, adek pertamaku itu sedikit menuruni sifat dan bahasanya Zacky yang menyebalkan. Untung saja dia dalam versi kulkas berjalan, bukan badut berjalan seperti laki-laki itu. Eh, ini kenapa malah jadi bahas Zacky?
"Ih, kok ngga dibeliin, sih? Aku belum makan loh dari kemaren."
"Salah siapa ngga makan?" Tukas Rakha kemudian duduk lesehan di lantai dan menyuap bubur ayamnya.
"Hih, Bang! Itu kan punya Kakak, kenapa malah dimakan?!" pekik Erzan segera mengambil nampan dan sendok yang ada di tangan Rakha lalu menaruhnya di ranjangku.
"Oh, jadi ini punya kakak? Oh gitu.. cukup tau, sih..."
"Iya, bercanda."
Aku terkekeh kemudian menyuapkan sesendok bubur ayam itu ke mulut. Rasanya benar-benar enak, apa mungkin ini efek belum makan dari kemaren jadinya makanannya terasa nikmat, ya?
"Umm, kalian kok udah balik? Biasanya kan 2 mingguan nginep di rumah Mas Reza."
"Nah, semalam tuh, sekitar jam 12-an, Mas Zacky ngirim pesan ke Rakha. Katanya Kakak babak belur habis ngehajar tukang bully di sekolah," jawab Erzan.
Jelas aku membulatkan mataku. Zacky, anak itu memang jago menutupi masalah.
Rakha menatapku dengan tatapan bombastis side eye khas-nya, "Emang bener? Belajar boxing aja ga sampai selesai."
Seketika aku tidak jadi menyuapkan makan ke mulut. Aku menggerdikkan bahu, "Ya menurut kamu gimana?"
"Ngga mungkin sih, badan lo aja sampai bonyok kek gitu."
"Nah itu tau, ya udah aku mau siap-siap mandi dulu."
"Mau kemana emang?"
Aku menatap Rakha, sedikit terhibur dengan interogasinya pagi ini. "Ya mau berangkat sekolah. Apa lagi?"
"Badan remuk kayak gitu mau berangkat sekolah? Serius, Kak?"
Kini Erzan menatapku dengan matanya yang membulat lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Ngga-ngga, mending izin dulu aja deh..."
"Ih, ngga apa-apa tahu. Kan aku ngga sakit parah, kecuali demam, aku ngga akan berangkat."
"Ekhem!"
Tiba-tiba suara dehaman dari ambang pintu kamar ini membuat kami bertiga hampir terpenjarat. Di tengah sepinya rumah ini, selain kita, siapa lagi yang dapat berbicara?
KAMU SEDANG MEMBACA
2021: Ephemeral
FanfictionBisingnya keramaian pantai mengingatkan Reyshena akan buku hariannya yang berlogo kupu-kupu biru dengan cover ungu pastel. Mari kita intip list gadis sapu-sapu yang pada tahun 2021 ini akan menginjakkan umur 17 tahun. Rey's wish list : 4. ....... 5...
