Langkah kaki Yun Shu sempat terhuyung-huyung akibat tarikan tangan Cui Liu yang terburu-buru.
"Mengapa Junzhu mendadak ingin bertemu denganku?" tanya Yun Shu dengan penuh rasa penasaran di tengah napasnya yang masih terasa agak lelah.
"Sepertinya ini karena simpul bunga dekorasi yang kau rangkai itu sangat indah, dan Junzhu sangat menyukainya saat melihatnya tadi. Terlebih lagi, Nyonya Besar juga memberi tahu beliau bahwa seluruh rajutan kantong wewangian dan sulaman yang digunakan untuk acara pernikahan kemarin adalah hasil karya tanganmu bersama Kakak Zhen Zhu. Mendengar hal itu, Junzhu menjadi sangat penasaran dan ingin melihat sosok kalian berdua. Saat ini Kakak Zhen Zhu sudah berada di hadapan Nyonya Besar, tinggal dirimu saja yang belum terlihat. Karena itulah Kakak Hu Bo memintaku untuk bergegas menjemputmu," ucap Cui Liu dengan nada bicara yang sangat cepat, sembari menyunggingkan senyuman lebar yang sangat tulus. Ia jelas merasa sangat gembira karena sahabat karibnya berhasil menarik perhatian dan dipandang tinggi oleh sosok bangsawan agung.
Namun, begitu mendengar rentetan penjelasan tersebut, lubuk hati Yun Shu seketika terasa mencelos.
Sosok seperti Jenderal Putri He Xiang (He Xiang Junzhu) dipastikan bukanlah wanita sembarangan yang belum pernah melihat kemewahan dunia; variasi sulaman ataupun simpul dekorasi indah jenis apa yang belum pernah ia saksikan sepanjang hidupnya?
Keluarga kekaisaran terkenal dengan kemegahan dan keglamorannya yang tanpa tanding; segala macam benda yang pernah disaksikan oleh Junzhu di istana dipastikan jauh lebih megah dan luar biasa indah ketimbang hasil karya tangannya sendiri.
Namun, di tengah semua fakta itu, beliau justru bersikeras ingin menemui para pelayan yang telah menyumbangkan tenaga dalam urusan pernikahannya.
Besar kemungkinan ini adalah taktik "menembak burung dengan berpura-pura mengincar rusa" (zui weng zhi yi bu zai jiu). Sosok yang sebenarnya ingin ditemui dan diselidiki oleh Junzhu sejak awal bukanlah dirinya, melainkan Zhen Zhu!
Namun, mengapa beliau mendadak ingin menyelidiki Zhen Zhu?
Mungkinkah ada sebuah kecerobohan atau rahasia tersembunyi dari pihak Tuan Muda Ketiga Tang yang tanpa sengaja telah terendus oleh seseorang?
Jika Junzhu hanya memanggil Zhen Zhu seorang diri, tindakan tersebut dipastikan akan memicu kecurigaan dan meninggalkan jejak di hadapan Nyonya Besar. Karena itulah, beliau sengaja menyeret nama Yun Shu ke dalam pusaran ini dengan dalih ingin melihat para pelayan yang telah berjasa. Meskipun situasi ini sama sekali tidak membawa ancaman bagi keselamatan Yun Shu pribadi, namun ia tahu betul bahwa mulai hari ini, nama Zhen Zhu dipastikan telah tertanam dengan sangat dalam dan menjadi catatan khusus di dalam benak Junzhu.
Sembari merenungkan berbagai spekulasi tersebut, gurat kecemasan dan ketakutan tipis perlahan-lahan merayapi hati Yun Shu. Ia membiarkan tubuhnya terus ditarik oleh Cui Liu hingga akhirnya mereka melangkah masuk ke dalam kamar utama Nyonya Besar. Begitu melewati pintu, rongga hidungnya seketika disambut oleh keharuman aroma bedak dan kosmetik kelas atas yang sangat wangi dan memikat. Di area koridor luar ruangan, tampak dua baris pelayan tingkat satu berdiri tegak dengan kepala tertunduk takzim, memancarkan wibawa dan aura tekanan yang sangat mengintimidasi.
Begitu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan, pandangan mata Yun Shu langsung disuguhi oleh kilauan permata dan kemewahan yang sangat menyilaukan mata.
Nyonya Adipati Tang dan Nyonya Kedua (Nyonya Hu) tampak duduk anggun di kursi masing-masing. Sementara itu, tepat di sisi sofa Nyonya Besar, tampak duduk seorang wanita paruh baya yang kecantikannya begitu luar biasa menawan hingga sekilas terlihat laksana sesosok dewi khayangan yang turun ke bumi. Parasnya benar-benar sangat jelita, dengan sepasang mata鳳眼 (feng yan) yang memancarkan binar kecerdasan dan energi yang sangat hidup. Saat ini, ia sedang mengobrol dan bercanda gurau bersama Nyonya Besar dengan ekspresi wajah penuh tawa; gerak-geriknya terlihat sangat santai tanpa ada kesan canggung sedikit pun, namun di saat yang sama sama sekali tidak mengurangi keanggunan kelas atasnya. Pada momen inilah Yun Shu benar-benar bisa menyaksikan secara langsung bagaimana wibawa dan karisma sejati yang dimiliki oleh seorang putri dari keluarga kekaisaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]
RomanceKetika dia bangun, dia melakukan perjalanan melintasi waktu dan menjadi pelayan kecil di rumah Tang Guogong. Di Duke's Mansion yang kaya dan nyaman, Yun Shu memulai hidup santai dengan tumbuh di bawah perlindungan kekayaan dan kemakmuran. Hasilkan l...
![Pelayan Kecil Kaya [Vol. 01]](https://img.wattpad.com/cover/349389350-64-k123206.jpg)