25. DEJAVU.

3.5K 122 6
                                        

25. DEJAVU.

G.A.L.A.K.S.I.

-untuk segala kenangan indah yang sempat tinggal-

"Menetap selama yang kamu mau, pergi hanya jika kamu harus." -Galaksi Cakrawala.

.
.

HAPPY READING!!

***

Bel pulang sudah terdengar dari beberapa menit yang lalu. Terlihat Azura yang sedang berjalan ke arah parkiran sekolah, suasana sekolah belum terlalu sepi karena masih banyak siswa dan siswi yang sedang melakukan kegiatan ekskul mereka. Ketika Azura baru saja sampai di lapangan ia melihat Galaksi yang sedang bermain basket bersama teman-temannya.

Gadis itu sangat kagum melihat Galaksi tidak heran jika gadis itu malah semakin jatuh cinta kepadanya tanpa ada pikiran untuk membuang perasaannya.

"Setiap hari lo selalu bisa bikin gue jatuh cinta, Lak." ucap Azura dengan lirih, gadis itu terlihat berdiri di pinggir lapangan sambil membawa botol air minum di tangannya.

Gadis itu berjalan ke arah Galaksi namun baru beberapa langkah gadis itu langsung mengehentikan langkahnya. Ketika ia melihat salah satu siswi berjalan ke arah cowok itu sambil membawa botol air minum, sebelum menerimanya Galaksi menatap ke arah Azura beberapa saat lalu mengambil botol air minum itu dan meneguknya sampai setengah.

Alden yang melihat itu berlari ke arah Azura untuk mengambil botol air minum itu."Buat gue aja sini haus gue, Ra."

Azura terkejut ketika Alden mengambil botol itu."Eh."

"Daripada dibuang mending gue minum kan, makasih ya, Ra."

"Iya, Al. Sama-sama gue pulang, ya."

"Iya hati-hati, Ra. Botolnya nanti gue anter ke rumah."

Azura memakai helm full facenya lalu segera menjalankan motornya keluar gerbang SMA Mandala. Di sepanjang jalan terlihat tidak terlalu ramai, gadis itu hanya diam melamun sampai tidak terasa ia sudah sampai di tepi danau. Tempat yang sering kali ia datangi hanya sekedar untuk menenangkan diri dari semua yang gadis itu rasakan.

Azura turun dari atas motor lalu duduk di tepi danau, menatap ke arah seberang danau sambil memainkan rumput di depannya."Dulu Ayah sering banget bawa Zura ke danau ini, terus Ayah bawa Zura naik perahu pas itu Zura seneng banget naik perahu bertiga sama Ayah dan Bunda. Perahu itu masih ada sampai sekarang, Yah. Tapi Zura nggak berani naik perahunya sendirian, Zura takut jatuh dulu Ayah yang bilang kalau Zura nggak usah takut biar Ayah yang jagain, sekarang Ayah udah nggak ada di sini terus siapa yang jagain Zura sekarang."

Air mata gadis itu terlihat mengalir di pipi Azura tanpa gadis itu sadari."Dulu Ayah selalu bilang ke Zura, kalau Zura itu anak yang kuat dan berani. Di depan mereka semua Zura berusaha kelihatan kuat dan berani ngelawan meraka. Tapi Zura nggak bisa bohong sama diri Zura sendiri, kalau Zura nggak sekuat itu, Yah. Zura masih butuh Ayah sama Bunda buat ngelewatin ini semua. Emang cuma Ayah yang udah bener-bener pergi dari Zura sedangkan Bunda masih ada di deket Zura, tapi yang Zura rasain sekarang Zura kehilangan sosok Bunda juga nggak cuma Ayah."

Tanpa gadis itu sadari ada sosok lain yang sedang memperhatikan gadis itu."Ternyata nggak cuma gue yang kehilangan sosok Ayah tapi lo juga, Ra. Gue bener-bener jahat kalau gue nyakitin lo, tapi hati gue juga sakit pas tahu alasan Bunda gue sakit hati itu kerena kelakuan Ayah sama Bunda lo sampai Bunda gue meninggal, Ra."

DEAR GALAKSI [✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang