17. PERPUSTAKAAN MANDALA.
G.A.L.A.K.S.I.
-untuk segala kenangan indah yang sempat tinggal-
"Ketika lo udah nemuin value lo sendiri maka, lo nggak akan takut kehilangan apapun selain diri lo sendiri." -Alvino Lengkara.
.
.
HAPPY READING!!
***
"Nggak, gue nggak bohong sama lo, dia emang udah tertarik sama lo semenjak MPLS."
"Pas MPLS? MPLS tahun ini apa tanun lalu?"
"Gue nggak tahu pasti,Ra. Gue cuma disuruh."
"Sialan." Azura melepaskan tangannya dari cowok itu."Pergi lo, tapi kalau sampai lo kayak gini lagi, gue nggak segan-segan mukul lo."
Setelah itu ia pun berlari pergi meninggalkan Azura sendiri.
Azura menghela napas panjang lalu ia segera berjalan ke arah kelas, melewati koridor yang sudah banyak siswa siswi yang lalu lalang.
Gadis itu duduk di kursinya lalu melepaskan tasnya ia menaruh tas miliknya di atas meja dengan kasar yang membuat teman-temannya terkejut.
"Ra lo kenapa anjir, pagi-pagi gini udah kayak orang kesetanan?" tanya Sasya yang sedang fokus dengan ponselnya.
"Kalian tahu nggak sih?" tanya Azura yang belum menyelesaikan ucapannya.
"Nggak." jawab mereka serentak.
"Gue belum selesai ngomong, udah ngejawab aja."
"Hehe." ucap mereka dengan cengengesan.
"Emang ada apa sih, Ra?" tanya Olivia yang sudah sangat penasaran karena tidak biasanya Azura sudah terlihat emosi di pagi hari.
"Tadi loh pas gue lagi jalan di lapangan, tiba-tiba aja ada yang narik gue terus dia mau ngambil dompet gue gimana gue nggak kesel, terus ya dia bilang katanya dia disuruh sama Dirga, gue aja nggak tahu si Dirga itu siapa." ucap Azura panjang lebar.
Melody yang mendengar itu tiba-tiba saja terbatuk."Uhhuk uhhuk uhhuk."
"Lo kenapa, Mel? Kok tiba-tiba batuk gitu sih lo?" tanya Aqila.
"Eh nggak, gue gapapa kok." jawab Melody sambil tersenyum sesaat.
"Duh gawat nih, apa gue kasih tahu aja ya soal Bang Dirga ke mereka, tapi nggak mungkin juga gue kasih tahu, gue nggak mau sahabat gue berurusan sama Bang Dirga. Dia bahkan jauh lebih kejam dari si Galak, bisa-bisanya ada kejadian kayak gini yang menimpa Azura." lanjut batinnya.
"Mel lo bengong aja sih." ucap Diva yang menepuk pundak Melody.
"Hah? Nggak gue cuma lagi mikir aja siapa Dirga hehe."
Terdengar teriakan para gadis Mandala di seluruh koridor, seperti biasa itu karena Galaksi dan juga teman-temannya. Galaksi tampak berjalan dengan tatapan dingin ke arah kursi miliknya lalu melihat ke arah bawah mejanya.
"Azura! Eh babu mana makanan gue!" teriak Galaksi dengan tatapan tajam ke arah Azura.
Azura tampak menepuk kening miliknya."Oh iya, masih di dalem tas gue. Bentar, Lak." Azura mengambil kotak bekal miliknya di dalam tas lalu diberikan kepada Galaksi."Nih makanannya, maaf ya gue lupa buat taruh di bawah meja lo."
"Hm, yaudah balik sana ke bangku lo, gue nggak mau lihat muka lo."
Azura kembali ke kursinya dengan perasaan tidak enak. Sampai kapan Galaksi terus bersikap seperti ini kepadanya, gadis itu sudah sangat lelah untuk menghadapi perilaku Galaksi kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR GALAKSI [✓]
ספרות נוער[ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ] Azura Valetta adalah sosok primadona sekolah, cantik, tegas, dan selalu dikelilingi banyak perhatian. Namun, hatinya hanya tertuju pada satu orang Galaksi Cakrawala, ketua geng motor Nutcracker yang misterius. Galaksi...
![DEAR GALAKSI [✓]](https://img.wattpad.com/cover/269485884-64-k174097.jpg)