Yes, I'm Garafra.

393 26 1
                                        

Garafra mengayuh sepeda Alrea dengan perlahan, ia sengaja mengayuh sepeda perlahan karena ingin berlama-lama dengan kekasihnya.

"Cepet."

Garafra menoleh kebelakang, melihat Alrea yang sedang bersidekap dada sembari menatap pepohonan yang mereka lalui.

Sebenarnya tempat ini sangat cocok di jadikan sebagai tempat wisata, namun pihak dari desa sendiri tidak mengizinkan orang-orang yang mau mengubah hutan mereka menjadi tempat wisata.

Garafra mengetahui itu dari Alrea, sebenarnya ia cukup penasaran dengan identitas gadis itu, namun setiap ia bertanya gadis itu selalu mengubah topik pembicaraan.

"Al."

"Hm."

Alrea menyahut ringan, ia cukup menikmati suasana berduaan dengan Garafra.

"Lo cinta gue?"

Alrea menatap punggung lebar Garafra dari belakang, jujur saja hati Alrea sakit ketika Garafra masih mempertanyakan perasaannya.

Tidak kah perjuangan ia dalam mengambil hati pemuda itu masih belum cukup?

Sepertinya memang begitu, karena Alrea tidak bisa menampilkan senyuman manis seperti mantan pacar Garafra.

"Perlu di jawab?"

Garafra mengangguk, ia ingin memastikan kegelisahannya karena ia cukup kesal melihat Kalio mulai mendekati Alrea.

Sebuah tangan terulur ke lingkaran perut Garafra, pemuda itu sempat terkejut sebelum kembali bisa mengontrol jiwa dan raganya.

Alrea menyandarkan kepalanya ke punggung tegap pemuda itu, perlahan menggosokkan wajahnya di sana.

Garafra memejamkan matanya beberapa detik ketika detak jantungnya berdebar-debar.

Ia tak terlalu bisa menikmati sentuhan gadis itu karena mereka sedang dalam perjalanan pulang.

"Raf," panggil Alrea.

"Iya." Pemuda itu menyahut singkat.

"我永远爱你."

(Aku mencintaimu selamanya.)

Garafra menurunkan kakinya dari Kayuhan sepeda, ia berbalik menatap Alrea yang bahkan tidak menatapnya sama sekali setelah mengucapkan kalimat itu.

"Apa gue bisa percaya sama lo?"

Alrea hanya melirik Garafra sekilas, lalu mengangguk.

Tanpa sadar Garafra menarik sudut bibirnya, ia langsung memeluk Alrea saking senangnya.

Sekarang ia akan mencoba mencintai gadis itu sepenuh hatinya, ia tak akan lagi menganggap gadis itu sebagai tameng untuk menghindari pertanyaan kedua orang tuanya maupun sepupunya.

Sekarang, ia akan benar-benar mencintai gadis itu, sepenuh hatinya.

Karena tidak ada yang tau jika Garafra pernah patah hati karena seorang gadis, bahkan ia belum sempat memperkenalkan gadis itu pada orang tuanya.

Namun kini, Alrea sudah menjadi miliknya, sekarang dan selamanya.

Ia berjanji untuk itu, ia tak akan memperbolehkan siapa pun melukai kekasihnya, bahkan jika itu orang terdekat gadis itu sekalipun.

"Makasih, Sayang."

Alrea kaget dengan panggilan Garafra, ia tanpa sadar membalas pelukan pemuda itu.

____________

Garafra menatap wajah memerah nya di cermin, ia mengusap wajahnya berharap bayangan tentang wajah Alrea bisa hilang di ingatannya.

Namun bukannya hilang, ia malah tambah mengingat bahwa untuk pertama kalinya ia memeluk gadis itu sembari memanggilnya sayang.

Pacar!?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang