Singto bangun dari tidurnya karna merasakan pusing yang luar biasa, ia langsung beranjak dari ranjang dan berjalan sedikit cepat menuju kamar mandi.
Singto memuntahkan isi perutnya, Setelah itu ia mencuci mulutnya.
Sudah hampir satu minggu ini singto selalu merasakan morning sickness, membuat dia curiga sekarang, apa dia hamil? Mengingat ciri-ciri yang di alaminya sama persis dengan saat dia mengandung axel dulu.
Setelah perasaannya sedikit tenang singto langsung mandi, dia ada meeting pagi ini dan harus berangkat pagi.
"Selamat pagi, suami" ucap krist saat singto membuka pintu kamar mandi membuat singto sedikit terkejut dengan keberadaan suaminya.
"Apa yang kamu lakukan di depan pintu kamar mandi, krist!" Ucap singto.
"Aku menguping tadi, apa phi muntah lagi? Apa adik axel sudah hadir di sini" ucap krist bahagia sembari mengusap perut singto.
"Entahlah, aku akan memeriksanya nanti" ucap singto.
"Katakan jam berapa? Aku akan menjemput phi nanti" ucap krist bahagia.
"Jam 11, saat jam istirahat ku" ucap singto.
"Siap!?" Ucap krist.
"Kamu terlihat sangat bersemangat" ucap singto.
"Tentu saja. Aku akan sangat bahagia jika adik axel hadir di perut phi" ucap krist.
"Sebaiknya kamu mandi sekarang" ucap singto.
Krist masuk ke kamar mandi sedangkan singto mengambil pakaian untuk mereka kenakan.
Saat krist keluar dari kamar mandi, ia melihat singto sudah rapi.
"Aku ingin melihat axel sebentar dan akan menunggu di dapur" ucap singto.
"Ya" ucap krist.
Sudah beberapa bulan ini axel memang sudah tidur di kamarnya sendiri dengan di temani oleh jenny. Mereka sengaja membiasakan axel tidur sendiri karna memang krist dan singto sedang melakukan program kehamilan. Mereka berdua sama-sama sepakat untuk menambah anak.
Apa lagi ekonomi keduanya sangat baik sekarang, krist sudah membuka usaha restoran miliknya dan Sudah berhenti bekerja di kafe namtarn.
Namtarn dan mertuanya sangat mendukung usaha baru krist, begitu juga dengan sang suami, membuat krist bersemangat mengelola restoran kecil miliknya.
Kadang krist membawa axel ikut dengannya jika di restoran tak terlalu sibuk.
***
Kini keduanya sudah selesai sarapan pagi dan bersiap untuk berangkat bekerja.
Krist dan singto mencium axel lebih dulu setelah itu baru sama-sama berangkat.
Sekarang krist tak lagi berangkat menggunakan motornya karna restoran miliknya dan kantor singto satu arah jadi mereka berangkat bersama menggunakan mobil singto.
Krist mengantar singto lebih dulu baru dia pergi ke restorannya.
Pukul 11 jam istirahat singto, krist menjemput sang suami di kantornya, bukankah mereka akan pergi ke dokter sekarang?
Krist sudah sangat tidak sabar ingin mendengar hasilnya.
***
Singto terbaring di ranjang pasien, sang dokter menyingkap baju singto dan mulai melakukan USG.
"Selamat tuan krist, anda akan mempunyai anak sebentar lagi, usia kehamilannya sudah menginjak 6 minggu" ucap dokter.
Krist dan singto sama-sama tersenyum mendengar itu.
"Tuan singto harus banyak beristirahat, jangan terlalu lelah, usia kehamilan yang masih sangat muda sangat rentan akan keguguran" ucap dokter.
"Ya, dok" ucap singto.
Setelah berbicara banyak dengan dokter, kini keduanya pamit pulang.
"Aku benar-benar bahagia, sebentar lagi kita akan mempunyai dua anak!!" Ucap krist senang.
"Bagaimana dengan pekerjaan ku jika aku hamil besar dan melahirkan nanti" ucap singto.
"Phi bisa meminta libur pada papa, lagi pula tanpa phi bekerja kita masih tetap dapat penghasilan dari restoran" ucap krist.
Krist mengantar singto kembali ke kantor lebih dulu setelah itu baru krist melajukan mobilnya ke restoran.
Restorannya memang masih kecil dengan dua chef dan 5 waiters, itu sebabnya krist selalu pergi ke restoran untuk membantu pegawainya bekerja.
***
Singto bekerja seperti biasa di ruangannya, sesekali membolak-balik berkas yang sedang di pegangnya.
Pintu ruangan terbuka membuat singto menatap ke arah seseorang yang baru saja datang.
"Pa" ucap singto, saat melihat kehadiran papanya.
"Bagaimana perusahaan?" Tanya tuan richard.
"Berjalan dengan baik, ada apa papa ke sini?"
"Papa hanya ingin melihat pekerjaan mu setelah itu menjemput axel, papa merindukan cucu papa dan ingin membawanya menginap di rumah papa" ucap tuan richard.
"Oh... Hmm... Ada yang ingin ku bicarakan" ucap singto.
"Apa itu?"
"Aku dan krist baru saja pulang dari rumah sakit tadi. Dokter mengatakan jika aku sedang hamil" ucap singto.
"Apa itu artinya papa akan mempunyai dua cucu!?" Ucap tuan Richard bahagia.
"Ya, hanya saja aku memikirkan perusahaan jika aku cuti melahirkan nanti" ucap singto.
"Kita bisa menyuruh krist untuk menghandle semua pekerjaan mu" ucap tuan richard.
"T-tapi pa..."
"Papa percaya padanya, dia bahkan bisa mengembangkan restoran kecil menjadi besar. Papa sudah memikirkan ini sejak lama, biarkan krist menggantikan mu, papa sudah memperhatikannya selama kalian menikah, krist tipe pria yang setia, dia bahkan sangat jarang marah pada mu, papa yakin krist pasti bisa mengambil alih semua pekerjaan mu, kamu bisa fokus pada anak mu nanti" ucap tuan richard.
"Apa papa yakin? Krist bahkan tak kuliah"
"Apa kamu meragukan suami mu sendiri?"
"Tidak, aku hanya takut krist mengecewakan papa"
"Selama kalian menikah dia tak pernah mengecewakan papa, dia menjadi menantu kesayangan papa sekarang. Namtarn juga tak berniat untuk mengambil alih perusahaan" ucap tuan richard.
"B-baiklah, aku akan mengatakan ini pada krist dan akan mengajarinya tentang pekerjaan ku mulai sekarang agar jika aku melahirkan nanti krist sudah bisa menghandle semuanya sendiri" ucap singto bahagia.
"Ya, papa ingin menjemput axel di rumah kalian" ucap tuan richard.
"Hati-hati" ucap singto.
Singto tersenyum bahagia, sekarang tinggal bagaimana caranya dia meyakinkan krist agar mau mengambil alih perusahaan papanya.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Annoying
FanficKrist pikir hidupnya semakin berantakan saat ia bertemu dengan seorang pemuda pembuat onar, setiap kali Krist bertemu Singto, dia selalu terkena masalah. Namun apa yang bisa Krist lakukan untuk menghentikan pria itu? apa lagi dia seorang pria kaya r...
