"SALVATORE!"
"SALVATORE!"
"TIRTA SEMANGAT!"
"BIMA JUGA!"
"SALVATORE!"
"RAKA! RAKA!"
"RADARRR!"
"AGIP SEMANGAT!"
"GO JANU! GO JANU! GO!"
"SALVATORE!!!"
"MILAN!"
"WOHOOOO."
Tirta dan teman-temannya mengedarkan pandangan ke arah tribun yang sangat amat ramai meneriakkan nama mereka.
Dan juga Salvatore.
Setahun yang lalu mereka resmi menamai club voli dengan sebutan SALVATORE. Berisikan tujuh orang, mungkin sebelumnya kalian hanya mengenal enam orang. Tapi Salvatore memiliki tujuh penghuni.
Milan Oriagarizka, panggil saja Milan. Ia mengenal Tirta dan yang lainnya setelah mengikuti eskul voli. Mereka berenam yang ternyata ramah membuat ia betah dan mengiyakan ajakan mereka untuk bergabung di club voli itu. Meskipun dia hanya sebagai pemain cadangan, namun itu tidak membuat ia berkecil hati. Karena Raka pernah bilang, pemain cadangan itu spesial, kaya super hiro.
Sebelumnya ia berpikir bahwa ucapan Raka itu hanyalah sebuah lelucon, tapi semua berubah ketika ia mulai sering menggantikan pemain inti yang cedera maupun kelelahan ketika bermain.
Raka benar, ia seperti super hiro kan? Hahaha.
Dulu, para pemain voli di SMA MAHATAMA tidak terlalu diminati. Ketika mereka bermain pun hampir tidak ada penonton. Namun sekarang, seluruh tribun penuh! Bahkan semua orang nampak berdesak-desakan hanya untuk menonton mereka bertanding.
"Cailah, Bim. Biasa aja kali matanya gak usah kelayapan gitu," sindir Raka pada Bima yang fokus menatap para anggota Cheers yang berada di tepi lapangan.
"Cuci mata bentar. Elah, lo." Sahut bima dengan memutar bola matanya malas. Raka ini mengganggunya saja!
"Fokus Bim! Ini kita udah di tengah lapangan mau tanding. Sempet-sempetnya lo," peringat Agip.
Bima pun menyengir sambil menyatukan tangannya seperti minta ampun, "iya, ini fokus kok. Janji kalo kita menang, gue bakal dapetin nomer salah satu anggota cheers itu," ucapnya.
"Yeu. Itu mah mau kalah-menang, nanti tetap lo embat ye kan nyet," tebak Raka.
"Itu tau," yang malah diiyakan oleh Bima.
******
Hari ini Salvatore berada di sekolah tetangga, mereka diutus untuk mengalahkan lawan di kandangnya sendiri. Nama Salvatore yang mulai dikenal banyak orang itu membuat beberapa club voli dari sekolah lain merasa tertantang untuk menantang.
Sekolah mereka sendiri pun kini mulai mengapresiasi kegigihan Salvatore untuk mengembangkan kembali eskul voli yang dulu hampir punah di sekolah mereka karena peminatnya yang hampir tidak ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
SALVATORE (on going)
Fiksi Remaja"Dulu cool boy sekarang tantrum boy." "Tirta Theodore, (t) nya tantrum." ★★★★★★ Salvatore, nama club voli di SMA MAHATAMA yang berisikan tujuh laki laki. Diketuai oleh Tirta Theodore. Selain mengejar cita-cita untuk menjadi seorang Atlet voli, masa...
