04. ATHENA DAN BIMA

164 136 47
                                        

Saat ini tirta dan ke enam sahabatnya sedang duduk di parkiran sekolah sambil bersenda gurau, menikmati udara pagi yang masih amat segar sebelum semuanya berubah ketika nanti akan masuk ke dalam kelas.

"nanti pulang sekolah kita mulai perkenalan sama anggota eskul baru ya?" raka bertanya membuka percakapan.

Bima mengangguk "sayang banget cuman lima puluh orang, padahal kemaren yang minat banyak."

"ya mau gimana lagi, bener juga kata pak juli. Kita juga masih harus ngembangin skill.  Takutnya kebanyakan anggota malah jadi beban buat kita, pelatih yang tetap juga belum ada, pak juli gak mungkin bisa handle di voli sendirian, kan udah mau mulai ikut turnamen" sahut agip.

"katanya sih nanti bakalan ada pelatih voli khusus buat kita yang tanding, gatau juga kapan adanya" beritahu ajun.

"lo tau gak tir?" tanya raka pada tirta, sedangkan orang yang ditanyakan tidak ada tanda suaranya sejak tadi.

Membuat anggota salvatore menatap ketua mereka secara bersamaan.

"sejak kapan gerbang mahatama jadi semenarik itu tir?" suara milan yang tepat di samping tirta itu membuatnya terkesiap.

"hah?"

"lo nunggu orang?" tanya milan lagi.

"iya" jawab tirta jujur.

"guru?" tanya raka yang langsung mendapat gelengan dari tirta.

"temen ya? atau lo mau nagih utang?" kali ini bima yang bertanya.

"bukan"

"cowo?" ajun pun bertanya.

"bukan, cewe"

"uhuk uhuk" radar yang sejak tadi memakan kuaci dengan tenang pun tersedak ketika mendengar jawaban tirta. Agip pun refleks mengelus punggung radar.

"radar aja sampe kaget begitu denger tirta nungguin cewe" ucap raka.

"apalagi gue hampir jantung pindah ke lambung" sahut bima mendramatisir sambil menyentuh dadanya.

"pak kapten udah bisa naksir cewe nih geng?" goda raka dengan tampang mengesalkan di mata tirta.

"ck bukan naksir" tirta menyangkal.

grep

Bima merangkul bahu tirta sambil menepuk pelan "tapi belum! tahapnya emang gitu sahabatkuuu, penasaran dulu terus mulai suka mandangin mukanya dengerin suaranya, cari cari orangnya kalo gak ada bakalan ngerasa idup ada yang kurang, baru sadar kalo udah mulai naksir, terus naksir dikit dikit! nanti bakalan naksir banget! bulol mampus lo!" ujarnya.

"bima nauzubillah bersabda" ucap raka.

"asem lo rak sepatu!" balas bima.

grep

Kali ini agip juga ikut merangkul bahu tirta "apa yang dibilang bima bener kok tir" agip menunjuk bima dengan dagu "Terus biarkan cinta tumbuh sebisanya, cinta dan resah itu pelengkapnya jangan hanya datang dan tinggalkan lara"  lanjutnya.

Anggota salvatore terdiam mendengar ucapan agip. Entah takjub atau merasa aneh.

Tirta nampak menghembuskan nafasnya pelan "berat" ucapnya.

"gak berat kok tir, masih muda kaya kita mah gak usah serius banget naksir anak orangnya. Lagian belum tent--"

"MAKSUD GUE LO BERDUA YANG BERAT MONYET! pegel bahu gue!" tirta memotong ucapan bima sambil menyingkirkan tangan kedua sahabatnya yang membebani bahunya.

"buset kaget gue" ucap bima sambil mengelus dada.

"eh kemana tir?" tanya raka melihat tirta mulai berjalan menjauh.

SALVATORE (on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang