Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

05. Salah Tingkah Terkonyol

34 5 1
                                        

Satya Wardhana"Siang ini cuaca di Entrop lagi nggak baik loh, Senayla

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satya Wardhana
"Siang ini cuaca di Entrop lagi nggak baik loh, Senayla. Sedia mantel kalau keluar biar nggak kehujanan."
10 hours ago

Senyumku mengembang tipis tatkala membaca pesan Om Satya. Pesan tersebut ternyata sudah sepuluh jam lalu dikirimkannya. Kutebak Om Satya mengirimkan chat tersebut ketika melihatku aktif. Siang tadi aku aktif sebentar saja untuk memeriksa apakah Kak Anna sudah tiba dengan selamat di Tasikmalaya atau masih dalam perjalanan.

Sekarang sudah pukul sebelas malam dan aku baru membaca pesan tersebut. Apa aku harus memberi balasan, atau biarkan saja? Mengingat sudah malam sekali, mungkin saja Om Satya sudah tidur. Beliau juga nggak aktif sejak beberapa jam lalu.

Kubaca sekali lagi pesan Om Satya yang entah mengapa membuatku nggak bisa berhenti menyunggingkan senyum namun juga nggak lupa ditambah dengan dengusan kecil.

Mentang-mentang pekerjaannya nggak jauh-jauh dari mengamati cuaca dan fenomena alam, jadi bisa seenaknya memberi peringatan seperti itu? Kan Om Satya lagi bebas tugas di Bandung, kenapa malah repot-repot memberitahuku tentang prediksi cuaca di Jayapura tadi siang. Papa aja nggak pernah begitu denganku.

Yah, sebenarnya, aku mendumel disela-sela senyumku ini karena ingin menepis rasa senang yang belakangan ini sering menghampiri akibat Om Satya sehingga membuatku jadi terlihat seperti gadis yang sedang kasmaran.

Gila banget kalau aku benar-benar berakhir sungguhan kasmaran karena Om Satya. Kugelengkan kepala cepat, membayangkan itu membuatku ingin meringis. Jangan sampai, aku nggak siap kalau harus berakhir bertepuk belah tangan.

Senayla Hazel
"Iya Om, makasih. Alhamdulillaah tadi emang nggak ada disuruh keluar, jadi aman hehe."
just now

Usai mengirimkan balasan, kuletakkan ponsel begitu saja di sebelah komputer. Niatku selanjutnya adalah melanjutkan kembali kegiatanku yang sempat terjeda akibat membuka Facebook sebentar, yaitu menonton video-video dari idola Jepang kesayanganku di sana.

Tapi belum tiga menit aku menonton, ponselku yang butut-tapi-jauh-lebih-kusukai-dari-ponsel-Blackberry-tipe-mana-pun itu bergetar menandakan sebuah notifikasi masuk.

Kukira itu sekadar notifikasi seseorang menyukai unggahanku sebab sebelum membaca hingga membalas pesan Om Satya, aku sempat membuat status mengenai update terbaru idol Jepang kesayanganku itu. Namun ternyata...

Satya Wardhana
"Telat banget Senaylaaa."
just now

Tanda titik hijau kemudian muncul di sebelah nama Satya Wardhana. Kini Om Satya aktif. Tumben banget? Tanpa sadar aku berguman sendiri. Padahal aku nggak berharap dibalas sekarang mengingat Om Satya biasa sudah nggak akan aktif lagi di jam selarut ini.

Senayla Hazel
"Tidur Om, tidur. Udah jam sebelas iniiii."
just now

Yang seharusnya mengatakan itu Om Satya. Dan aku yakin banget Om Satya selanjutnya akan mengatakan itu—cepat atau lambat. Karena itu kuputuskan untuk berbuat jahil dengan mendahuluinya. Gak butuh waktu lama, Om Satya sudah kembali mengetik.

Satya Wardhana
"Kamu perlu kaca sih Senayla, serius 😭"
just now

Senayla Hazel
"Wkwkwk nggak usah Om 😝"
just now

Kalau saja sekarang masih siang bolong mungkin aku sudah tertawa lepas. Tapi karena ini sudah menjelang tengah malam buta, segera aku kulum rapat-rapat tawa di ujung mulutku.

Senayla Hazel
"Om Satya tumben banget aktif jam segini. Pasti lagi kangen berat sama Sena nih 😝"
just now

Satya Wardhana
"Kalau memang iya gimana?"
— just now

Semula berniat menjahili Om Satya, sekarang aku malah berakhir nyaris terlonjak dari kursi komputerku saking terkejut saat membaca balasan Om Satya. Seketika jantungku mulai bertingkah hingga membuatku sesak sekaligus mules karena gugup.

Senayla Hazel
"Wkwkwk ada-ada aja. Gak usah ngegodain anak gadis Om, udah malem."
just now

Sengaja aku membalas seperti itu. Seolah santai nggak terpengaruh meski sesungguhnya aku semakin nggak tenang dibuatkan Om Satya.

Satya Wardhana
"Orang ngomong jujur. Om emang kangen Senayla."
just now

Tanganku gemeter saking terlalu gugup. Suhu sekujur tubuh seakan naik ke atas membuat wajahku menjadi begitu hangat. Sungguh aku nggak sanggup mengeluarkan sepatah kata lagi. Aku sesak.

Dan juga mules.

Satya Wardhana
"Om serius."
just now

Mungkin karena aku cukup lama nggak memberi balasan padahal sudah membaca pesan tersebut jadi Om Satya kemudian kembali mengirimkan pesan selanjutnya.

Tapi tentu saja aku masih belum berniat memberi balasan untuk Om Satya. Atau lebih tepatnya aku bingung harus bagaimana hingga setiap selesai mengetik, ujung-ujungnya aku malah menghapus balasan tersebut.

Aku nggak mengerti. Kenapa aku malah berakhir menjadi seperti ini karena ucapan sepele Om Satya? Gak mungkin aku jatuh cinta dengan Om Satya, kan?

Satya Wardhana
"Ya Allaah, sampai kapan mau ngetik, Senayla? Kamu gemesin banget."
just now

Senayla Hazel
"Om masih suka snorkeling?"
just now

Kini aku merutuki diri sendiri selagi menunggu Om Satya memberi balasan lagi. Mengapa aku malah membalas dengan menanyakan sesuatu nggak berkaitan begini? Ya ampun, sungguh ini salah tingkah terkonyol dalam hidupku!

 Mengapa aku malah membalas dengan menanyakan sesuatu nggak berkaitan begini? Ya ampun, sungguh ini salah tingkah terkonyol dalam hidupku!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BitterSweet [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang