Jadi, pada akhirnya orang baru juga bisa mengalahkan orang lama...
.
.
.
Daun yang berguguran guna mengingatkan jika sekarang memang tengah berada di musim kemarau, danau yang terlihat tenang dan sedikit menyurut dari sebelumnya, meskipun begitu hamparan rerumputan masih terlihat sama hanya saja ada beberapa dari mereka yang terlihat mulai gersang.
Lembah rumput sebutan orang-orang mengenai tempat ini, keadaan danau yang menjorok seperti lembah dengan rerumputan hijau yang selalu menghiasi tepian, dulu banyak sekali para pengunjung berdatangan untuk menikmati suasana keindahan danau ini ataupun untuk sekedar foto-foto, tapi seiring berjalannya waktu tempat ini mulai sepi bahkan banyak pedagang yang pindah.
Tapi bagi Sanjana danau ini masih akan dia kunjungi untuk beberapa tahun ke depan mungkin, mengingat jika tempat ini memberikan banyak sekali kenangan tentang dia dan sang kekasih, Sanjana masih ingat dengan baik ketika waktu pertama kali Arlan membawanya ke sini dengan penuh antusias, ketakjuban itu menjadi pandangan pertama yang Sanjana rasakan.
Hampir setiap hari libur mereka pasti akan menghabiskan waktu di tempat ini, bahkan tidak jarang mereka bolos les dan kabur ke danau ini, kenangan demi kenangan masih sangat terasa di dalam pelupuk mata Sanjana. Dirinya dan Arlan yang masih berseragam sekolah putih abu saling kejar-kejaran di tepi danau dan akan berhenti ketika mereka benar-benar capek. Mungkin tempat ini adalah sakti bisu sebuah hubungan yang mereka jalani selama dua belas tahun ini.
Tepat satu Minggu dari kejadian di rumah sakit yang membuat Sanjana dasar jika hubungannya yang terasa dingin selama ini terjadi akibat adanya orang ketiga. Sanjana tidak akan pernah menyalahkan kedatangan pihak ketiga diantara hubungannya karena Sanjana tahu jika hal semacam ini akan ada bahkan hal ini berlaku untuk banyak orang juga.
Tapi mungkin yang Sanjana sayangkan adalah sikap Arlan yang membiarkan perempuan itu masuk kedalam kehidupannya dan Arlan juga membiarkan begitu saja kedinginan dalam hubungan ini, sakit tentu saja rasanya begitu sakit bahkan selama seminggu ini Sanjana hanya bisa menyendiri pergi ke tempat-tempat yang penuh kenangan indah bersama Arlan hanya untuk melupakan sejenak jika saat ini laki-laki itu telah memberikan luka yang sangat luar biasa di hatinya.
Sanjana tahu jika posisinya sudah tidak sama lagi seperti dulu, bahkan selama ini Arlan pun sama sekali tidak mencari atau bahkan memberikan kabar kepadanya. Tapi satu panggilan telpon masuk yang nyatanya itu dari Arlan sedikit membuat hati Sanjana merasa berharap jika hubungannya bisa di perbaiki.
"Kamu dimana?" Ucapan Arlan masih terdengar dingin, bahkan laki-laki itu tidak mengucapakan basa-basi sama sekali.
"Di danau" Laki-laki itu langsung memutuskan panggilan dan membiarkan Sanjana yang tengah duduk merenung dan bertanya-tanya.
Hingga selang setengah jam Arlan datang menghampirinya, Sanjana yang awalnya sama sekali tidak menyangka merasa jika hatinya mulai menghangat ketika melihat wajah sang kekasih, perempuan itu tersenyum kecil namun Arlan datang dengan wajah datarnya seakan-akan siap meninggalkan dirinya hari ini juga.
Laki-laki itu duduk menjajarkan posisinya dengan sang kekasih dan berusaha untuk tidak memperlihatkan keraguannya "Aku mau mengakhiri hubungan ini"
Benar saja apa yang dipikirkan oleh Sanjana tentang sikap dan juga tatapan Arlan yang seakan-akan mau meninggalkannya detik ini juga, Sanjana yang tengah tersenyum samar kini hanya bisa menggigit bibir bawahnya, gadis itu tahu jika hari ini akan secepatnya datang, tapi Sanjana tidak tahu jika laki-laki itu akan meninggalkannya sejahat ini.
"Kamu tidak usah khawatir, aku bakal bilang ke orangtua kamu perihal ini dan, aku mau mengembalikan ini" Arlan menyodorkan sebuah cincin yang selama lima tahun ini mengikat jari mereka, sementara Sanjana hanya bisa diam menahan tangisannya.
Perlahan gadis itu mendongkak melihat wajah Arlan yang sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi, wajah laki-laki itu datar dan dingin berbeda jauh dengan Arlan yang gadis itu kenal selama ini.
"Apa karena perempuan yang bernama Amrita? Sampai akhirnya kamu memutuskan hubungan ini?" Arlan yang sedari tadi bersikap dingin langsung terlihat terkejut ketika nama kekasih lainnya disebut.
"Aku udah tau semuanya Al, kalau memang kamu memutuskan hubungan ini untuk hubungan kamu dengan perempuan itu, aku gak papa... Aku tahu rasa cinta kamu bukan lagi untuk aku, tapi setidaknya jangan kotori hubungan ini dengan sebuah pengkhianatan Al, bukankah kamu sendiri yang berjanji hal itu?"
Arlan terdiam wajahnya mengeras, dia melihat wajah gadis di hadapannya itu terlihat menyedihkan bahkan Arlan sendiri tidak tahu seberapa besar luka yang sudah dia torehkan sehingga rasa sakit yang ada di wajah gadis itu terlihat sangat besar.
Setelah tidak ada jawaban dari mulut Arlan, Sanjana membuka tas nya dan menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna abu-abu tua yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari untuk laki-laki yang sekarang sudah tidak menjadi kekasihnya lagi.
"Tadinya setelah aku pulang dari danau aku mau nemuin kamu, tapi kamu yang nyusul kesini duluan Hadiah ini udah aku siapin dari lama" Al melihat keraga kotak kecil yang Sanjana sodorkan, laki-laki itu menyergitkan keningnya karena dia merasa jika hari ini bukan ulang tahunnya ataupun hari spesial lainnya.
"Oh iya, happy anniversary yang ke 13 ya Al, aku tahu mungkin ini akhir dari hubungan kita, tapi aku sama sekali tidak menyesal bisa menghabiskan waktu selama tiga belas tahun ini sama kamu, aku akan ambil cincinnya"
Sanjana pergi setelah mengetakan hal tersebut perempuan itu pergi meninggalkan Arlan yang mendadak membatu, tubuhnya terasa dingin dan hatinya terasa sangat sakit sesakit nya, bahkan bibir laki-laki itu Kelu ketika melihat kota kecil berwarna abu-abu yang berada di telapak tangannya.
Padahal sebelum pergi kesini Arlan sudah yakin dengan keputusannya untuk mengakhiri hubungan ini dengan Sanjana, Arlan sudah yakin untuk menjadikan Amrita istrinya di masa depan. Tapi entah mengapa setelah kepergian gadis itu, ada perasaan yang sangat luar biasa sakitnya masuk kedalam hati Arlan, saling sakitnya laki-laki itu meneteskan airmata.
Sebegitu luar biasanya sosok Sanjana bagi Arlan, tapi laki-laki itu malah memilih untuk meninggalkan perempuan yang sudah menemaninya selama tiga belas tahun ini.
..
Sanjana gadis malang yang harus merelakan rasa sakit menggerogoti hatinya, tangisan gadis itu terdengar di seisi kamar apartemen mungkin orang yang akan mendengarnya akan ikut merasa pilu.
Gadis itu meringkuk berusaha untuk memeluk kedua lututnya, kesepian kesendirian dan juga ditinggalkan oleh laki-laki yang begitu dia cintai selama ini, bahkan selama ini laki-laki itu Sanjana jadikan sebagai tujuan dan juga impian terakhirnya.
Lihat saja begitu indahnya kamar milik Sanjana dengan banyak sekali hiasan foto-foto kebersamaannya dengan sang kekasih, bahkan foto-foto tidak hanya sebuah lukisan tapi juga sebuah kenangan dari tahun Ketahun yang mereka lalui.
Bahkan tidak sedikitpun Sanjana berpikir untuk merubah tujuannya selain bersama Arlan hingga akhir nanti, tapi tuhan sepertinya tahu impiannya itu hanya di berikan selama tiga belas tahun saja karena sisanya Sanjana mungkin akan menghabiskan waktu dengan kesendiriannya menikmati setiap rasa sakit yang Arlan berikan kepadanya.
Sanjana tahu mungkin orang-orang akan memandangnya gila karena tidak bisa melepaskan laki-laki yang sudah memberikan luka yang begitu luar biasa dalamnya, tapi bagi Sanjana, Arlan itu hidupnya laki-laki itu yang menjadi alasan Sanjana untuk bisa bertahan setelah kedua Kakaknya, Arlan lah yang selalu ada untuknya dan selalu ada di sampingnya untuk terus menggenggam tangannya.
Tapi kali ini genggaman itu sudah tidak lagi Sanjana rasakan dan tidak akan ada lagi....
....
Hai... Gimana ceritanya
Maaf ya kalau semisalnya cerita ini tuh kesannya si perempuan nya itu lemah banget, tapi aku bakalan nampilin hal yang mungkin agak sedikit membuat kalian kesel di part selanjutnya tapi nanti aku bakal kasih tahu alasannya....
So, jangan lupa follow dan juga vote cerita ini...
Lope;)
KAMU SEDANG MEMBACA
Kejar Hingga Ketepian
ChickLitDua belas tahun menjalin hubungan tidak akan menjamin sebuah pernikahan. Dan bagaimana rasanya ketika kamu melihat dengan mata kepala kamu sendiri laki-laki yang menemani mu selama dua belas tahun bercumbu mesra dengan perempuan lain... no plagiat w...
