✷ 1 ✷

930 43 0
                                    

🌻🌻

*
*
*
*
*
HAPPY READING

*****HAPPY READING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Berpindah*

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia berada disini?.

"nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya, biar saya bantu nyonya"


"ah tak usah, aku akan segera bersiap katakan pada tuan mu untuk menunggu ku"

"baik nyonya, saya akan menyiapkan pakaian nyonya"

"ya"

perempuan itu langsung berjalan ke arah kamar mandi dan bersiap, seperti kebiasaanya dia selalu merendamkan tubuhnya ke bathub, dia benar benar bingung dia berada di mana dan kenapa dia menjadi nyonya disini, seingatnya dia hanya gadis yang selalu salah di mata orang tua nya dan berusaha menjadi gadis yang pintar, orang tuanya sangat obsesi terhadap kepintaran.

"nyonya pakaian anda sudah siap, saya izin pamit"

"ya, terimakasih"

aku segera bersiap dengan pakaian simpel yang di berikan oleh pelayan tersebut, beberapa pelayan masuk kata nya ingin menghias rambutku, sepertinya tubuh ini bagai ratu yang tak boleh terluka sedikit pun, para pelayan sangat berhati hati dengan ku.

"santai saja, aku akan menunggu kalian menyiapkan rambutku"

"baik nyonya"

aku termenung, wanita ini sangat cantik sungguh cantik, mata nya yang lentik dan senyumannya yang khas dengan perpaduan lesung pipi menambahkan kesempurnaan dirinya.

"nyonya sudah selesai"

"baik terimakasih, tolong antarkan aku ke tempat tuan"

"baik nyonya"

aku mengikuti arah yang ditunjukan oleh pelayan itu, sepanjang jalan aku benar benar terkagum sekali dengan rumah ini ah ralat maksudnya kastil ini, bernuansa Eropa pada abad pertengahan menjadikan kastil ini mempunyai ciri khasnya.

"nyonya kita sudah sampai, tuan sedang menunggu di dalam"

"ya terimakash sudah mengantarku"

"tentu nyonya"

aku mengetuk pintu ruangannya, dia mengizinkanku masuk, ruangannya benar benar bagus, rapi dan bersih, dan pria berdiri dengan melipat tangannya ini sungguh tampan wah jika dia hidup di dunia ku kupastikan akan banyak wanita yang menyukainya.

"ekehmm, sudah selesai melihat lihat nya nyonya anatsya jingga spinex?"

"ah.. maaf tuan saya hanya kagum melihat ruangan ini"

"aneh, bukannya kau sering ke sini nyonya?"

"ahh maaf maaf aku hanya mengagumi sesuatu, sudah lah tak usah kau fikirkan, ada apa memanggilku tuan?"

"seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu"

hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman.

"baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini"

"yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa"

"baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya"

"ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya"

"tentu, saya izin pamit"

aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi.

"nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu"

WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah

"antarkan saya ketempat tuan muda"

"lewat sini nyonya"


ʘ⁠‿⁠ʘ

sraddah (on going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang