✷ 4 ✷

484 25 0
                                    

🌻🌻
*

*
*
*
*
HAPPY READING

*flashback anatasya III*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*flashback anatasya III*

perut antsya sudah memasuki 9 bulan dia tak menyangka sebentar lagi dia akan melahirkan buah hati nya, dan disini dia di jaga dengan sangat baik, apalgi setiap malam tuan Jakson selalu datang dan mengelus perutnya yang membuat dirinya menjadi tenang.

"antasya apa kau merasa mules atau merasa sudah mau lahiran?"

"belum kak, sepertinya dia sangat nyaman di sini"

kataku sambil tertawa ringan, kak lentera juga tertawa, dia tetap cantik walau dengan wajah pucatnya, yah betul aku bertanya kepada tabib tentang penyakitnya, yah dia memiliki penyakit yang serius dan susah untuk di sembuhkan, aku turut kasian, tapi dia melakukan terapi dan pengobatan, seperti nya percuma wajahnya sudah semakin pucat, dan kurang sehat.

"kak istirahatlah, wajahmu pucat sekali"

"tidak adik, aku baik baik saja"

"tidak, hayu aku antar, kau tau kak nanti ada yang merajuk jika kau Masi disini, aku bisa di marahi lagi nanti"

"hahahaha, jangan begitu dia juga suami mu"

aku tersenyum dan membawa kak lentera ke kamar, di belakang kami ada beberapa pelayan yang mengikuti, sepertinya tuan Jakson sangat posesif sekali dengan istrinya ini.

"nah kak istirahatlah, aku akan ke kamarku"

"dik duduk sebentar disini"

"kenapa kak?"

"kau tau penyakit ku sudah semakin parah, jika aku pergi jaga lah putra kita dengan baik dan jagalah suamiku, kau tau aku sudah menyerah sekarang"

"kak bagaimana bisa kau mengatakan itu, kau berjanji akan merawat bayi ini sama sama, jika aku merawat sendiri mana mungkin aku bisa"

"kau tau aku sangat yakin kau bisa, jagalah dia dan suamiku, aku mempercayaimu"

"kak, jangan berkata seperti itu aku tak suka, istirahat lah sekarang"

aku pergi dari kamar nya, mana mungkin aku bisa menjadi sepertinya, terlalu jauh aku menjadi dirinya, mungkin aku bisa merawat anak ku, tapi merawat suaminya?, ya betul saja.

"hah nak kau tau ibu serba salah sekarang, mana mungkin aku menjadi nyonya lentera, sedangkan aku di angkat menjadi selirnya Karna permintaan nyonya lentera, cuman kau yang aku punya, sehatlah di sana nak"

sraddah (on going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang