~Annyeong~
Assalamu'alaikum, semuanya♡
Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore dan Selamat Malam.
.
Gimana nih kabarnya? Semoga baik-baik aja ya..
Ini Chapter 12, semoga suka ya..
──────⊹⊱✫⊰⊹──────
= Happy Reading =
"AYAH!!" teriak Eva panik setelah masuk kedalam rumah mereka.
Dibelakangnya ada William dan Erza yang tengah memapah Dylan, dan Stella yang membawa masuk koper miliknya dan saudaranya.
Setelah meletakkan Dylan di sofa, William segera ikut membantu Stella. Eva yang sudah pergi mencari sang ayah dan Erza yang mencoba untuk membangunkan Dylan.
Tak lama ayah datang bersama dengan Eva, ia langsung mendekati Dylan tanpa banyak bicara.
William dan Stella pun akhirnya masuk dengan membawa dua koper terakhir yaitu milik Dylan.
"Ayah.. Bagaimana keadaan Dylan?" tanya William setelah melihat ayahnya telah selesai mengecek keadaan Dylan.
"Kalian terkena sinar purnama?" tanya Robert dingin. Mendengar itu, mereka mengangguk kompak.
"Beruntung aku dapat kembali lebih cepat, bawa Dylan ke kamarnya dan jangan ada yang masuk ke kamarnya hingga aku mengizinkan" jelas Robert sebelum akhirnya pergi begitu saja.
Benar, keluarga Connor juga ikut pulang diharuskan yang sama dengan keluarga Damien. Alasannya tentu karena Dylan yang tiba-tiba jatuh pingsan, ralat sebenarnya dia pingsan karena kehabisan tenaga setelah mengamuk semalam.
"Gue akan membawanya sendiri" seru Erza yakin.
"Lo yakin?" tanya William khawatir.
Erza mengangguk, ia merangkul tubuh Dylan dan membawanya pergi dalam sekejap mata.
William menatap kedua perempuan itu, "Kalian istirahatlah, biar gue yang bawa koper ini"
Stella menggeleng, "Gak bisa, lo juga pasti masih merasakan sakitnya. Ini buat kita yang urus, lo yang harus istirahat!" seru Stella, Eva juga ikut mengangguk setuju.
William terdiam namun tak lama ia pun akhirnya mengangguk, "Baiklah terimakasih"
Eva dan Stella mengangguk, "Lo harus banyak minum darah Will, akan gue bawakan setelah ini selesai" seru Eva.
William tersenyum tipis dan mengangguk, "Gue duluan" ia langsung pergi setelah berpamitan.
Eva dan Stella menatap kepergian William sebentar, setelahnya mereka akhirnya membawa koper-koper tersebut dan tentunya dengan kekuatan mereka.
✥✥✥
"Sinar purnama berdarah ini memang sangat berbahaya bagi kita bangsa vampire, bahkan konon Srigala juga merasakannya meskipun tidak sebesar kita" jelas Robert, ia kemudian mengambil segelas darah. "William, minum ini tapi jangan beritahu saudaramu rasa darah yang kau minum" Robert menyerahkan gelas tersebut.
William menerimanya, ia menatap segelas darah itu. Darah hitam dengan aroma yang sangat wangi sekali. William meminumnya rakus, sebuah rasa aneh dan wangi yang pekat mengalir begitu saja melewati tenggorokannya. Ia menyukainya.
William meletakkan gelas kosong itu di meja, ia menatap sang ayah yang juga tengah menatapnya.
"Darah apa ini?" bisik William pada dirinya sendiri.
Robert tersenyum tipis, ia kemudian mempersilahkan ketiga anaknya yang lain untuk meminum segelas darah milik mereka. Darah normal yang biasa mereka konsumsi.
