Permen
Ngamen
Di bawah
Lintas kota
Hiruk pikuk
Hadir
Menegaskan
Keacuhan
Orang dewasa
Sepuluh
Seperak
Tak apa
Kau bilang
Patuhmu pada yang tua
Membesarkanmu dengan kuat
Dari yang tidak sempurna
Kepada Tuhan yang sempurna
Penjagal sapi
Nikmat dagingmu
Membuat pelanggan kenyang
Di seberang sana
Seorang bocah sedang termenung
Terlihat menunggu
Hari esok dapat
Sebulir tidak ya?
Hidupku penuh kepaitan
Aku boleh memilih
Aku berjalan pada kesetiaan
Hidupku sudah penuh warna
Jatuh bangun hal yang biasa
Tolong menolong keharusan
Regulasi
Permen
Aku yang membuat
Maaf ya
Aku hanya tidak nyaman
Berada di
Meja hijau
KAMU SEDANG MEMBACA
Bicaralah: Dunia Tidak Benar-Benar Memperhatikanmu
PoetryJika aku punya kesempatan untuk berbicara, aku akan berbicara walau dunia tidak benar-benar memperhatikan perkataanku. Untaian kata yang tadinya hanya disimpan secara pribadi oleh penulisnya. Rasanya, mereka pantas diketahui oleh dunia. Orang-orang...
