===============
.𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎.
==============="Ndak mau! Lenja mau moomin!" teriak Renja
Malam ini Renja kehilangan boneka kesayangannya. Itu adalah boneka rajut favoritnya. Pasalnya boneka itu dibuat langsung oleh bunda mereka sebelum mereka lahir ke dunia
Boneka itu selalu berada disamping Renja. Renja juga selalu membawanya kemanapun. Ketika mengetahui bonekanya sudah tak ada di atas kasurnya, Renja langsung menangis dan mengadu pada Arga
Renja berpikir itu adalah ulah Harsa, karna memang anak itu selalu menjahili nya. Namun Harsa sama sekali tidak masuk ke kamarnya
Arga membawa Renja di gendongannya. Diusap nya punggung mungil itu
"Sudah gak usah nangis lagi ya, besok kita cari bareng-bareng" ucap Arga
Jean yang sedaritadi memperhatikan, menghampiri mereka berdua
"Mac janan cedih, nanti Jean bantu cali moomin na" ucap Jean
Tak lama Renja akhirnya berhenti menangis
"Sekarang udah malem, besok pagi kita cari bareng-bareng okay?" ujar Arga
"Otey" balas Renja sambil terisak
"Sekarang kalian tidur dulu" ucap Arga, menaruh Renja di ranjangnya
Jean pun turut mengekori Arga. Ia naik ke kasurnya, bersiap untuk tidur
Tentu saja sebelum tidur, Arga akan mencium kening mereka
"Selamat malam"
"Malam yayah"
Arga pun pergi dari sana
Sementara Jean sudah pergi ke alam mimpinya. Renja masih terus menangis. Ia tak bisa tidur tanpa moomin nya
"Moomin"
..
..
..
..
..
..Keesokannya Arga sedikit kewalahan mengurus keempat anaknya. Renja yang tiba-tiba demam, membuat anak itu menjadi rewel. Dan tentunya Harsa yang tak hentinya menjahili Naren, begitu juga sebaliknya
Renja masih terus menangis di dalam gendongan Arga. Ia masih menangisi moomin nya
"Yayah aa' na tuh" ucap Naren, mengadu pada Arga
"Harsa sayang tolong jangan jailin Naren dulu ya, ayah sedikit kesusahan disini" ujar Arga, menasihati anak manisnya
Harsa yang mengerti pun berhenti menjahili Naren. Ia memilih untuk bermain bersama Jean
"Mac tenapa?" tanya Naren
"Mas lagi sakit" ujar Arga dengan tersenyum
"Moomin" ucap Renja masih menangis
"Iya nanti kita cari ya" balas Arga
Tak lama Renja berhenti menangis. Arga menjadi sedikit tenang. Ia pun memutuskan untuk beristirahat sebentar. Dibawanya tubuh mungil Renja untuk duduk di pangkuannya. Kemudian Arga memeluknya agar Renja tidak jatuh

KAMU SEDANG MEMBACA
Twins nya ayah [End]
Teen Fiction"Mas marah-marah mulu, cepet tua ntar" "Harsa jangan kabur!" "Abang bantuin" "Makanya kalo lagi pelajaran tuh jangan tidur mulu"