Pink - Pinkan Arawinda

45 19 10
                                        

Rezeki anak sholehah masih pagi dikasih yang bening-bening .

Rezeki anak sholehah masih pagi dikasih yang bening-bening

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tringgg

Alarm dipagi hari itu tidak mengusik seorang gadis yang masih tertidur pulas dengan posisi kurang anggun kepala diujung kasur, kaki di tengah kasur. Lihat, engga ada anggunnya sedikitpun sampai akhirnya teriakan nyonya besar mampu membangunkannya.

Brakkkk

" PINKANNNNNN GUSTI!! PUNYA ANAK GADIS KEBO NYA MINTA AMPUN!! BANGUN LO," teriak bu Merah seraya mengguncangkan tubuh Pinkan yang masih tertidur pulas. Merasa tidak ada pergerakan, Bu Merah memijit pelipisnya masih pagi udah migrain aja. Bu merah memaksakan senyumnya kemudian duduk dipinggir kasur seraya menggoyangkan kaki anaknya itu.

" Sayang bangun yuk ada Sunghoon sarapan sama kita loh, masa kamu ga mau bangun?" merasa ada pergerakkan Bu Merah pun berdiri lalu menatap tajam Pinkan.

" Eunghh yang bener Bun? Aku mau mandi dulu ya Bunda Merah hobinya marah-marah seperti namanya." Pinkan membuka matanya sebelum Merah ngamuk lagi Pinkan langsung ngacir menuju kamar mandi.

" PINKANNN !! MAKSUD LO APA?!"

" AWOKWOKAWOK" ketawa nya didalam kamar mandi.

🌸🌸🌸🌸🌸

Pinkan menuruni tangga seraya menengteng tas dan dasi nya, disana dia melihat Ayah, Ibu dan Adiknya sarapan.

" Sarapan dulu nak " ucap Gara papah Pinkan tatapannya fokus pada koran yang ada ditangannya.

" Iya ayah..." Pinkan menarik kursi seraya tersenyum manis kemudian mendudukinya.

brak

" Nih makan! " ketus Merah yang tampaknya masih kesal dengan kejadian tadi.

" Loh bunda masih marah ya? Maafin Pinkan atu, engga bermaksud. Lagian ko ayah bisa ya nikah sama yang suka marah-marah"

Melihat centong nasi di tangan Merah yang siap melayang ke arahnya, buru-buru Pinkan fokus dengan makannya. Gara, yang tidak tahu apa-apa menatap polos ke arah anaknya dan istrinya itu.

" Random banget," gumam Gara.

Pinkan pun selesai memakan sarapannya sebelum itu Pinkan memasangkan dasi di lehernya terlebih dahulu, mengingat hari senin sering ada razia yang dilakukan sesudah upacara.

" Ayah mau anter aku engga? " tanya Pinkan seraya merapihkan pakaiannya.

Gara mengalihkan tatapannya dari koran " Tapi ayah nganter Saga dulu ya?"

Sweet Pink ! ( On Going )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang