Pinkan Arawinda gadis maniac warna pink selain mengoleksi barang yang berwarna pink, dia hobi mengejar cowo yang konon katanya cowo itu dingin tak tersentuh Arshakalif Galendra.
Prinsipnya itu," PEPET TERUS SAMPE DAPET!"
Namun nyatanya Arsha itu r...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam ini Arsha sudah rapih dengan pakaiannya Arsha memakai kaos dilapisi kemeja biru polos dengan celana berwarna abu. Arsha memandang dirinya di cermin dirasa sudah rapih, Arsha mengambil ponsel mengetikkan sesuatu lalu memasukan ponselnya ke saku celana.
Arsha berjalan menuruni tangga seperti biasa, Agis dan Arham menonton sinetron Azab termasuk Alia ikut menonton.
" Arsha mau kemana lagi?" tanya Arham matanya masih fokus menonton tv.
Arsha yang sedang memakai sepatu menoleh." Mau main," lanjut Arsha menalikan tali sepatu.
" Main kemana?" tanya Arham lagi kali ini, sambil menengok Arsha yang merapihkan bajunya.
" Ga tau. Diajak sama temen" jawab Arsha mengambil kunci motornya.
" Temen apa demen," goda Arham.
Arsha menatap Arham datar." Temen. Ayah tenang aja, yang ini bukan calon mantu papa." setelah mengatakan itu, Arsha buru-buru kalur dari rumah sedangkan Arham terbengong mendengar ucapan anaknya.
" Bun, Ayah ga salah denger kan? Tumben tuh anak ngomong panjang." Arham menoel Agis yang fokus menonton tv.
Agis yang merasa terganggu menoleh kesal," Ya gapapa atuh! Doain aja, semoga anak kita pulang selamat." Agis kembali menoleh ke arah tv.
" Ayah ganggu aja." ceplos Alia seraya melempar kripik ke wajah Arham.
" Heh!! Diajarin siapa kamu kaya gitu?" Arham melotot kaget.
" Diajarin temen aku." jawab Alia polos.
Arham yang hendak menjawab mengurungkan niatnya melihat tatapan tajam istrinya kemudian fokus kembali menonton sinetron azab.
••••••••••
Motor Arsha berhenti di komplek perumahan yang mewah kemudian mengambil ponsel di saku kemejanya untuk menghubungi Icel.
Arsha tak membalas lalu memasukan ponselnya kembali kedalam saku kemejanya. Sembari menunggu, Arsha menundukan kepalanya sampai suara langkah kaki membuat Arsha mendongkakan kepalanya.
Icel, cewe ini emang cantik tapi, bukan tipe nya.
" Hai, nunggu lama?" tanya Icel ramah.
Arsha menggeleng pelan belum disuruh, Icel sudah duduk anteng di atas motor Arsha. Arsha menancapkan gas nya keluar dari area komplek diam-diam Icel tersenyum miring lalu, tanpa rasa malu tanganya melingkari pinggang Arsha. Arsha terlonjak kaget langsung melepaskan tangan Icel yang melingkari pinggangnya.