Pinkan Arawinda gadis maniac warna pink selain mengoleksi barang yang berwarna pink, dia hobi mengejar cowo yang konon katanya cowo itu dingin tak tersentuh Arshakalif Galendra.
Prinsipnya itu," PEPET TERUS SAMPE DAPET!"
Namun nyatanya Arsha itu r...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading!
Aiken dan Caden berdiri di depan pintu rumah Arsha. Sudah satu jam mereka berdiri namun, tidak ada satupun berniat mengetuk pintu rumah ber cat warna hitam itu.
" Aduh, pantat gue gatel." Aiken mengeluh lalu tangannya terulur menggaruk bokongnya yang langsung di tepis oleh Caden.
" Sakit anjir!" Aiken mengusap tangannya menatap kesal Caden sedangkan Caden menatapnya datar.
" Kapan mau masuknya?" Caden menatap Aiken datar. " Ketuk gih." Caden menunjuk pintu di depannya dengan dagu nya.
Aiken mendengus," Gue lagi, gue lagi." meski begitu Aiken mengangkat tangannya lalu mengetuk pintu tersebut.
" Engga ada bel ya?" Aiken mengeluh.
" Ngeluh terus!"
Tok!Tok!Tok
" Iya sebentar!" teriak Agis dari dalam lalu pintu pun terbuka.
Agis menatap lamat Aiken dan Caden yang berdiri di depannya. Yang satu cengegesan dan yang satu nya lagi menatapnya datar.
" Eh, temennya Arsha ya?" tanya Agis ramah.
Aiken tersenyum ramah lalu mengulurkan tangannya untuk salim." Iya tante. Kami mau jenguk Arsha katanya sakit betul tante?" tanya Aiken melepaskan tangannya.
" Iya. Ayo masuk." Agis memiringkan badannya lalu mempersilahkan Aiken dan Caden masuk kemudian menutup pintunya. Agis mengikuti Aiken dan Caden dari belakang.
" Nyokap nya cakep ya?" bisik Aiken seraya menatap figura yang terpasang di dinding ruang keluarga.
" Oiya jelas. Istri saya emang cakep!" suara datar dan tegas itu membuat Aiken mengalihkan tatapannya.
Aiken menggaruk kepalanya yang gatal." Eh om, bapak nya Arsha ya om?" tanya Aiken seraya menatap Arham yang sedang duduk di kursi seraya membaca korannya.
" Sejak kapan bokap nya Arsha duduk disitu bejir!" batin Aiken Panik.
Aiken dan Caden pun menaiki tangga berjalan menuju kamar Arsha mengikuti Agis yang berjalan di depannya.
" Kalian, mau minum apa? Nanti tante anter ke kamar Arsha." ujar Agis di depan pintu kamar Arsha.
" Gau-" ucapan Caden terpotong oleh Aiken membuatnya mendegus.
" Mango Juice aja tante." ujar Aiken sedangkan Agis tertawa.
" So inggris banget!" Caden berdecih membuat Aiken mendelik.
" Nyenyenye."
" Yaudah, ketuk aja. Engga di kunci ko," ujar Agis lalu melangkahkan kaki nya menuju dapur.
" Iya tante." lalu Aiken menatap Caden." Giliran lo." ucap Aiken membalikan badannya lalu menunjuk pintu di depannya.
Baru saja tangannya mengetuk tiba-tiba pintu kamar pun terbuka membuat Aiken terkejut.