Pink- Jealous

21 10 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" SELAMAT MORNING GAESS!!" teriak Kibo memasuki kelas.

Rayhan yang sedang menghapus di papan tulis menoleh sebelah tanganya menutupi telinga.

" Berisik banget lo!!" ketus Rayhan sedangkan Kibo menggaruk rambutnya yang galing.

" Yeeee kudu semangat atuh. Hari ini kan olahraga," ujar Kibo berjalan ke bangkunya.

Agus yang sedang memainkan ponselnya langsung menghampiri Kibo." Olahraga apa?" tanya Agus memasukan ponselnya kedalam saku.

Kibo berfikir memainkan rambutnya sesekali meringis rambutnya nyangkut di kuku nya yang panjang." Basket katanya."

" Males banget." Pinkan menyimpan tas nya diatas bangku dengan kasar.

" Kan lumayan bisa cuci mata Pin," goda Kibo matanya mengerling.

Pinkan merotasikan matanya malas." Gue udah punya target." lanjut Pinkan mengeluarkan ponselnya.

" Siapa tuh?" tanya Agus tersenyum menggoda.

" Kepo."

Jingga yang baru datang mengeryit heran kemudian menjatuhkan bokongnya di sebelah Pinkan.

" Ada apa nih?" tanya Jingga menatap Kibo dan Agus.

" Kata Pak Haru kelas kita hari ini olahraga basket." jelas Kibo.

" Tuh Pin, harusnya lo semangat!! Bisa cuci mata alahh punya crush banyak ga ngaruh kali. Lo sama si Arsha aja belum tentu jadian." Jingga langsung menutup mulutnya.

Eh?

Pinkan yang sedang memainkan ponsel menatap tajam Jingga.

" Waduh gue kira ngomong kaya gitu udah jadian wkwk" ujar Agus menatap Kibo lalu tertawa ngakak.

" Gue ga mau bantuin ngepush lo lagi Gus." Pinkan menatap tajam Agus yang masih tertawa.

Baru saja Agus membuka mulut suara bel masuk terdengar, anak-anak IPS 5 buru-buru keluar dari kelas mengambil baju olahraga yang ada di dalam loker.

" Gue ga bisa basket" lirih Pinkan menoleh ke arah Jingga.

Jingga menutup pintu lokernya," Kabur aja." saran Jingga menahan tawanya.

Pinkan hendak memukul Jingga namun pukulannya itu meleset malah mengenai seseorang yang paling Pinkan hindari.

" Pinkan kamu punya masalah apa sama saya?" Bu Ungu menggeram rendah meraba wajahnya yang terkena pukulan Pinkan kemudian menatap Pinkan tajam.

Pinkan memejamkan matanya sedangkan Jingga buru-buru kabur menuju toilet.

Jingga sialan malah ninggalin gue. Batin Pinkan tertekan.

Sweet Pink ! ( On Going )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang