Pinkan Arawinda gadis maniac warna pink selain mengoleksi barang yang berwarna pink, dia hobi mengejar cowo yang konon katanya cowo itu dingin tak tersentuh Arshakalif Galendra.
Prinsipnya itu," PEPET TERUS SAMPE DAPET!"
Namun nyatanya Arsha itu r...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pinkan membaringkan tubuhnya di kasur seraya membayangkan kejadian yang menurut orang lain memalukan sampai-sampai Jingga pun mengabaikan dirinya.
Jingga
Jingga lo marah?
2 menit kemudian Pinkan merasa belum ada jawaban dari temannya itu.
" Ko ceklis satu? Apa jangan-jangan gue di blok ya?" Pinkan mengusap-usap dagunya." Apa segitunya gue di mata dia?" lanjutnya menatap lemas ponselnya yang menampilkan room chat dengan Jingga.
Pinkan memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, mengingat dia tadi pagi belum mandi. Setelah mandi Pinkan keluar dari kamarnya untuk makan malam di meja makan sudah ada Ayah, Bunda dan tentu saja adiknya.
Pinkan menarik kursi disebelah adiknya kemudian tersenyum miring.
tarik dikit gapapa kali ya wkwkwk.
Pinkan menarik rambut Saga yang mulai agak panjang.
" Akhh kakak!! Sakit tau!" pekik Saga menatap tajam Pinkan yang tertawa ngakak.
Saga menggeleng tegas." Ga mau! Pasti warna pink aku kan cowok! Masa warna pink"
" Weshh mana ada, kakak mau ganti warna kesukaan yang baru,"
Tapi boong awokawok
Keributan sederhana itu justru membuat keluarga Gara terasa hangat, Gara menatap Merah yang ternyata tersenyum menatap kedua anaknya yang sangat rukun itu. Gara berharap, keharmonisan keluarganya bertahan sangat lama.
Merah meletakan piring khusus untuk Pinkan yang berwarna pink lengkap dengan piring, sendok dan gelasnya.
" Nih makan sayuran biar tambah pintar" ujar Merah menatap kedua anaknya.
" Iya Bunda," ucap keduanya serempak.
Keluarga itupun menyantap makan malamnya diselingi dengan candaan yang sangat garing.
••••••
Berbeda dengan keluarga cowo berwajah tegas namun memiliki kesan imut itu Arsha. Arsha menatap makanan didepanya dengan tidak berminat. Keluarga Arsha tidak memiliki masalah sama sekali, bahkan bisa dikatakan harmonis namun sangat hening.