part 14. - Pertemuan Tak Terduga

14 6 0
                                        

Ayoo klikkk tanda bintang nya

Ngga akan rugi kok👇😄

"Disaat kita sedang menolong orang lain, sebenarnya kita sedang menolong diri sendiri, percayalah Tuhan akan membalas kebaikan mu dengan cara yang lebih indah"😄

Maaf kalau banyak yang salah kata.😭

Jangan lupa vote dan komen sebanyak banyaknya ☑️

Satu kata untuk part ini!!
Komen di bawah yaaa.....👇

Jangan lupa klik tanda bintang dibawah dulu sebelum membaca yaa teman temann....

Ngga akan rugi kok.

niat untuk bantu orang dan menyenangkan hati akuuu....
AKU ngga akan bisa LANJUTIN CERITA ini tanpa DUKUNGAN VOTE dan KOMEN KALIAN...
𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐚𝐤𝐮𝐧 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐚𝐤𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐲𝐚 @alindasftr_ makasiii🙏😊

"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis".
- Imam Al-Ghazali



***

Ia dengan cepat mengangkat wajah di hadapannya, mencoba untuk menenangkan dirinya. Preman yang menghalanginya tadi sudah menemukan fokus lain, seakan terpesona oleh sosok pria paruh baya yang berdiri di hadapan mereka. Pria paruh baya itu mengelilingi seorang laki-laki berseragam SMA, seakan ingin mengintimidasi anak muda itu.

Sementara 2 preman terduduk di aspal, menahan rasa sakit yang menyerbu tubuh mereka. Mereka menatap pria paruh baya itu dengan tatapan penuh ketakutan, seakan ingin memohon ampun atas perbuatan mereka.

Alea masih menganga tidak percaya, ia mengigit bibir bawahnya, berusaha menghela nafas dengan tenang. Canggung yang saat ini ia rasakan, seakan mencengkeram jiwanya.

Lelaki itu mengatur deru nafasnya, mencoba untuk menenangkan diri. Ia membersihkan debu yang melekat di seragam SMA nya, seakan ingin menghilangkan jejak pertarungan yang baru saja terjadi.

Alea yang menatapnya takut, matanya melirik sudut bibir laki-laki itu. Ia terkejut melihat luka di bibirnya, seakan mencerminkan kekerasan yang baru saja terjadi.

Cowok itu tersadar, kulit bibirnya terluka. Bibirnya melengkungkan senyum, seakan ingin menenangkan Alea. "Lu nggak apa-apa kan?" tanyanya, suaranya lembut dan menenangkan.

Alea masih terdiam, terpesona oleh kebaikan dan perhatiannya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa cowok populer sepertinya akan peduli padanya. Hati Alea berdebar kencang saat ia mencoba mengumpulkan keberanian untuk berbicara.

"Nggak apa-apa kok, kakak juga nggak apa-apa kan?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit, seakan mengungkapkan rasa khawatirnya.

Tiba-tiba lelaki itu mengulurkan tangannya, Alea menyambutnya. Sentuhan mereka, seakan menciptakan kehangatan di tengah suasana tegang yang menyelimuti mereka.

"Sorry banget ya kak bibir kakak jadi terluka gara-gara-" kata Alea, suaranya menunjukkan rasa bersalah.

"Enggak papa kok mangkanya hati-hati, di sini memang banyak orang-orang kayak gitu," Cowok itu tersenyum lembut, menunjukkan sisi yang berbeda dari citra populer yang melekat padanya. Senyumnya seakan mencairkan suasana tegang yang menyelimuti mereka.

ALGA (BERSAMBUNG)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang