13. First page on the second try

771 65 16
                                        

"Tak ada kata terlambat untuk cinta, termasuk cinta kita"

Hujan sudah berkurang, hanya tinggal rintik-rintik kecil, karena sudah terlanjur basah, DK dan Lyodra berjalan dengan santai menyusuri pantai tersebut.

"Kamu kok tau aku di sini? Gimana kalau ternyata aku di tempat lain?" Tanya DK masih dengan langkah pelannya

Lyodra terdiam, Ia memikirkan jawaban  yang tepat, Ia tak mau ketahuan oleh DK masih mengingat momen indah mereka di tempat ini.

"Hm, aku.."

"Aku tau" Belum sempat Lyodra menjawab, Dk sudah menyambar jawaban Lyodra.

"Di tempat ini, aku pernah janji mau nikahin kamu, aku juga janjiin banyak hal sama kamu di tempat ini dan kamu selalu iyain seolah kamu percaya sama aku" DK tersenyum mengingat semua itu.

"Terus kita pernah menari di sini, disaat matahari tenggelam, aku yakin kamu masih ingat semua itu" DK kini lebih percaya diri, Ia tak mau lagi setengah-setengah mengejar Lyodra.

Lyodra hanya terdiam, sejujurnya itulah yang Ia pikirkan, ada banyak sekali kenangan mereka di tempat ini, karena itulah tempat pertama yang Lyodra pikirkan adalah dermaga dan pantai ini.

"Ly" Dk secara tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Lyodra yang melihat DK berhenti lantas ikut berhenti, Ia menatap pria yang rambutnya malah tambah indah saat basah terkena hujan itu.

"Apa kamu masih cinta sama aku Ly?" Tanya DK tanpa ragu

Lyodra terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba dari DK itu, Ia bahkan tak tau harus menjawab apa, Ia tak mungkin mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.

DK malah tersenyum walaupun tak mendapatkan jawaban dari Lyodra, Ia mendekati Lyodra dan memegangi kedua bahu Lyodra, matanya yang berbinar kini menatap kedua mata yang masih sangat polos milik Lyodra.

"Aku tau perasaan kamu, mulai hari ini, Aku akan perjuangin kamu lagi Ly" senyum DK makin melebar, Ia benar-benar yakin dengan ucapannya

Jantung Lyodra mendadak memompa lebih cepat, Ia masih memandang wajah tampan yang kini sangat dekat dengannya, DK juga masih tersenyum membuat seolah pertahanan yang Lyodra telah buat mendadak runtuh, Ia yakin bahkan sangat yakin bahwa Ia masih mencintai DK.

Setelah mengantar DK pulang, Lyodra pun juga pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah, Ia tak menghiraukan pertanyaan Bapaknya tentang kemana Ia pergi tadi, Ia langsung menuju kamarnya.

Tanpa mengganti pakaiannya, Lyodra menjatuhkan tubuhnya di kasur, Ia menatap langit-langit kamarnya, Ia memegangi tempat dimana jantungnya berada, Ia tersenyum mengingat apa yang DK katakan, Ia juga berteriak seolah Ia telah jatuh cinta untuk kedua kalinya.

Tak jauh berbeda dengan Lyodra, DK juga menutup malam dengan perasaan yang bahagia, Ia tersenyum sedari tadi, Ia akan menganggap hari ini adalah awal dari perjuangannya lagi untuk merebut kembali Lyodra yang memang hatinya masih ada padanya.

🦋🦋🦋

Pagi ini Dk datang ke gedung RCTI dengan sangat bersemangat, Ia bahkan bersiul sedari tadi selama perjalanan, dengan gaya rambut yang baru dan style terbaik yang Ia pilih hari ini, Ia siap untuk melakukan apapun untuk mendapatkan perhatian Lyodra kembali, sementara itu Jinan hanya bisa menggeleng heran pada adiknya itu, baru saja tadi malam Ia seperti orang frustasi, kini Ia malah berubah 180 derajat menjadi sosok yang ceria.

About last nightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang