Sehari dua hari berlalu tetapi jasad Zoey dan Alora tak kunjung di temukan. Kini sudah hari ke tiga tim SAR menelusuri sungai. Raksa bahkan terlihat seperti orang yang tidak terurus. Bahkan dari kemarin tidak ada sesuap nasi yang masuk ke dalam perutnya.
Darren? Jangan di tanya , ia yang awalnya benci dengan Alora sekarang justru sangat khawatir dengan Alora. Terkadang manusia perlu kehilangan untuk menyadarkan betapa pentingnya kehadiran. Mau menyesal pun sudah terlambat.
Tubuh Darren dan raksa terlihat kurus dan wajah nya pucat. "Mending kalian balik aja biar kita yang nyari." Ujar Arkhava
Raksa kemudian menghentikan langkahnya "aku ngga akan pulang sebelum jasad Zoey di temukan." Balas nya
"Ren kalau ngga sanggup pulang aja biar aku sama yang lain nyari Alora." Ucap Ravendra yang kasihan melihat Darren
"Ngga." Ketus Darren. Mereka hari ini ikut serta semua dalam mencari Alora dan Zoey. Bahkan Alister mengerahkan seluruh ajudan ayahnya untuk ikut mencari.
Mereka juga tidak akan lengah dengan empat gadis yang berada di rumah sakit. Kali ini penjagaan cukup ketat. Queenza , Celine , Sherly dan Putri mengalami koma setelah operasi.
"TUAN!!." Teriak salah satu ajudannya. Alister berlari menghampiri ajudannya itu.
"Ini........" Ajudannya itu menyerahkan jaket kulit dengan lambang butterfly di belakangnya dan bertulis nama Zoey.
"DARREN!!!." Tak jauh dari mereka seorang cowok meneriaki nama Darren.
"A-alora......" Darren cepat-cepat berlari dan memeluk tubuh Alora yang sudah membeku. Wajahnya terlihat hancur dan Setiap bagian tubuhnya ada luka.
"Anak cantik ayo bangun......" Ucap Darren dengan lembut.
Alister langsung menghampiri Darren dan memeriksa kondisi Alora. "Dia udah pergi." Ucap Alister dengan lesu.
"ALORA!!! KAU NGGA BOLEH PERGI!!!!." Teriak Darren histeris. Alora sudah tidak bernyawa saat di temukan. Sungguh hal yang paling menyakitkan bagi Darren. Mengingat Darren pernah membencinya hanya karena terhasut omongan orang lain.
Robert menghela nafas panjang "secepat itu lor?." Gumam Robert menatap tubuh Alora.
Menepuk pundak Darren memberikan semangat. "Kau harus ikhlas Ren biar dia tenang. Percayalah dia mau liat kau bahagia. Kalau di suruh milih mungkin dia ngga akan mau ninggalin kita. Tapi takdir berkata lain." Ujar Alister
"Terkadang kita hanya perlu ikhlas menjalani kehidupan ini." Lanjut Arkhava
"AKU IKHLAS KALAU DIA PERGI NYA BAIK-BAIK VA!!! AKU IKHLAS!! TAPI AKU GA IKHLAS CARANYA DIA PERGI!!!." Teriak Darren histeris.
"Sulit memang untuk mengikhlaskan seseorang apalagi orang yang kita sayang. Namun itulah tadi kehidupan tidak ada yang abadi di dunia ini." Sela Ravendra
"Sakit kali cara kau pergi lor." Gumam Alister.
"K-kalau Alora ngga selamat terus zoey gimana." Mata Raksa berkaca-kaca memandang jaket milik Zoey.
Raksa menyeka air matanya dengan kasar. "Zoey harus selamat!!." Kecam nya. Jasad Alora di bawa untuk di bersihkan dan dimakamkan. Jika Alora pergi dengan keadaan baik mungkin mereka akan ikhlas. Tetapi yang bikin sakitnya Alora pergi dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.
Kabar itu dengan cepat menyebar di media sosial. Seluruh peserta didik SMA Gold Garuda dan seluruh gurunya turut berdukacita atas kepergian Alora.
Darren mengusap batu nisan bertuliskan nama Alora Shesyana Vivian binti Vivian. "Maafin aku ya lor belum bisa buat kau bahagia. Tunggu aku di surga ya. Selamat istirahat cantik." Batin Darren. Tatapannya terlihat kosong menatap batu nisan Alora.
"Ga tau sehancur apa hati mereka lor , liat kau udah ngga ada." Ucap Ravendra.
Seminggu berlalu Zoey di nyatakan hilang dan tidak dapat di temukan. Hati raksa benar-benar hancur , ia duduk di tepian sungai. "Kalau kau masih hidup tolong temuin aku."
★★★★★
Ravendra , dan Arkhava datang ke rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi Sherly , Celine , putri dan Queenza.
"Dok gimana kondisi mereka?." Tanya Ravendra
"Kondisinya memburuk , kami akan melakukan yang terbaik untuk mereka." Jawab dokter itu
Pundak Ravendra tiba-tiba lemas mendengar kondisi para gadis yang memburuk. "Gimana?." Tanya Alister yang baru tiba bersama Darren dan Robert.
"Kondisinya memburuk." Jawab Arkhava lemas
Robert mengusap wajahnya kasar. "ARGHH!!!."
Bugh!
Tak bisa mengendalikan emosi nya , Robert menumbuk dinding rumah sakit hingga tangannya terluka.
"Mana Raksa?." Tanya Alister yang tak melihat keberadaan Raksa.
"Tadi katanya dia mau ke sungai tempat kejadian kemaren." Jawab Ravendra
1 bulan berlalu.
Para gadis itu sudah sadar dari koma nya. Namun masih tetap harus di rawat dengan instensif. "Vaa...Alora sama zoey dimana?." Tanya Putri memandang wajah Arkhava
Arkhava gugup , bingung ingin menjawab apa. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya sekarang sementara keadaan Putri saja masih lemah. "Hmm ada kok." Jawab Arkhava bohong
"Al....." Ujar Queenza menatap wajah Alister dengan penuh harap.
"Kenapa hmm?." Tanya Alister yang tengah menyiapkan makanan untuk Queenza.
"Arkhava ngga bohong kan?." Sungguh pertanyaan itu membuat Alister bingung harus menjawab apa. Sebisa mungkin ia menetralkan ekspresinya agar tidak ketahuan jika dirinya sebenarnya gugup.
Ceklek!
Pintu ruangan terbuka terlihat beberapa orang dokter dan perawat yang melangkah masuk. "Waktunya periksa dulu ya." Ucap dokter itu dengan ramah.
"Kondisinya sangat baik semua ya." Ujar dokter yang memeriksa putri dan Sherly
"Kalau ngga baik itu Robert dok." Celetuk Sherly. Robert lantas menunjuk dirinya sendiri. 'nape jadi aku sih anjir.' batin Robert
"Liat muka Robert." Putri tertawa sembari menunjuk wajah Robert.
"Untuk pasien bernama Celine dan Queenza jangan terlalu banyak pikiran ya." Ujar dokter yang memeriksa Celine dan Queenza
"Baik dok." Balas Queenza lesu
Sorenya mereka berjalan-jalan di taman belakang rumah sakit. Menikmati angin sepoi-sepoi di sore hari. Sunset yang indah memanjakan mata mereka.
"Cantik." Ucap Putri menatap langit yang indah. Namun raut wajahnya seketika berubah seakan kebahagiaan hilang dari hidupnya.
"Zoey sama Alora di rawat dimana?." Tanya Queenza
"Antarkan aku ketemu sama orang itu." Pintah Celine. Cowok-cowok itu tampak gugup.
"Besok ya , hari ini kalian harus banyak istirahat." Ujar Ravendra
Entah bagaimana lah nanti jika Queenza , Celine , Sherly dan Putri mengetahui bahwa zoey dan Alora di nyatakan meninggal dan hilang. Tentunya itu akan sangat melukai hati mereka.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Circle Bar-Bar [END]
Ficção AdolescenteSMA Gold Garuda , sekolah ternama di Indonesia yang sempat di hebohkan dengan tingkah muridnya. Terlebih dengan tingkah murid kelas 11 IPA-1 yang selalu membuat semua guru geleng-geleng kepala. Tiada hari tanpa laporan dari kelas 11 IPA-1. Setiap h...
![Circle Bar-Bar [END]](https://img.wattpad.com/cover/348252020-64-k118181.jpg)