Happy reading
Orang itu adalah ayahnya Adrian, Adrian langsung menggendong Cleo,dia berlari keluar dari megamart itu, Adrian langsung bersembunyi saat menyadari ayahnya sedang mengejarnya.
'tuan saya akan berubah menjadi sistem.' Kemudian Cleo tiba tiba menghilang.
Adrian langsung menutup mulutnya menggunakan tangan dia takut karena mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearah nya.
Air mata Adrian sudah mulai keluar membasahi kedua pipinya, nafasnya tidak beraturan.
"Tuan anda harus tenang tuan!" Ucap Cleo panik melihat keadaan Adrian sekarang.
★★★
"KELUARKAN AKU!!! KELUARKAN!!" Teriak Adrian dengan airmata yang dari tadi keluar,dia dikurung sang ayah didalam kamarnya dulu.
Adrian memukul mukul pintu tersebut berharap pintu itu bisa terbuka wajahnya juga sudah memiliki luka lebam karena di pukuli sang ayah.
Flashback on
"Dasar anak sialan!" Teriak sang ayah saat melihat Adrian, Adrian langsung terkejut saat dia hendak berlari sayang nya pergerakannya sudah terlambat karena ayahnya langsung memegang tangan Adrian.
Sang ayah oh mari kita panggil namanya saja Mario itu adalah namanya.
Mario membawa Adrian masuk kedalam mobilnya meletakkan Adrian di bagasi bak barang,dia tidak peduli dengan teriakan Adrian.
Saat sampai di rumah nya Mario langsung keluar dari mobilnya dia menarik tangan Adrian,membawa anak malang itu masuk kedalam rumah.
Dia menyeret Adrian menuju kamar Adrian melempar tubuh lemah sang anak kelantai yang dingin, kemudian dengan amarah yang menggebu dia memukul Adrian.
Setelah selesai dia langsung mengunci pintu Adrian dari luar, membiarkan luka di tubuh sang anak dengan matanya yang dari tadi terus mengeluarkan air.
"Hah hah.." Adrian memegangi dadanya, nafasnya tersengal, apakah Adrian akan mati untuk kedua kalinya? Owh kenapa dia harus mati secara tragis lagi?
Cleo panik kucing hitam itu tidak bisa melakukan apa-apa, lihat saja kucing hitam itu sudah mengeluarkan air matanya melihat keadaan sang tuan yang sangat menderita.
Darah keluar dari hidung Adrian.
"Hiks ayah!!" Teriakan itu berhasil lolos dari mulut Adrian.
"Sakit,ayah hiks tolong ayah hiks dada Adrian sakit." Ucap Adrian dengan suara yang serak.
Pintu kamar itu langsung terbuka Mario kaget melihat keadaan Adrian, saat ini Adrian tengah memeluk dirinya dengan darah yang masih mengalir dari hidung nya.
Mario langsung menggendong tubuh Adrian dia langsung membawa sang anak kedalam mobil,Mario langsung tancap gas menuju ke rumah sakit.
Dia sangat panik denyut nadi dari Adrian juga melemah,tak berselang lama Mario langsung menggendong tubuh lemah Adrian yang sudah pingsan masuk kedalam rumah sakit.
Dokter dan suster yang melihat langsung mengambil alih tubuh Adrian mereka langsung membawa tubuh anak malang itu kedalam ruang UGD.
Dokter dan suster langsung memakaikan beberapa alat pembantu pernafasan untuk Adrian.
Mereka juga langsung memakaikan selang infus, serta langsung membersihkan luka di wajah anak malang itu.
Beberapa jam kemudian
Dokter keluar
"B.. bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Mario sambil menangis, terlihat dokter menghela nafas.
"Dia koma, penyakitnya kambuh." Jawab dokter tersebut.
"P.. penyakit?" Tanya Mario
"Iya dia mempunyai penyakit paru-paru." Ucap dokter, tubuh Mario menjadi lemah mendengar perkataan dari sang dokter.
"Kalau begitu saya permisi." Kemudian dokter pergi, Mario menangis, semua ini salah dia.
"Maafkan aku Julia ini salah ku." Ucap Mario,dia menyesal seharusnya tadi dia tidak meninggalkan Adrian dan memukul anak semata wayangnya itu.
Ketika dia mengunci kamar Adrian, Mario pergi ke megamart tadi,dia membayar semua belanjaan yang dibeli Adrian tadi.
Saat dia sampai di rumahnya,Mario mendengar suara lirih dari sang anak Mario bergegas menuju kamar Adrian, tubuhnya seketika menjadi lemas melihat kondisi Adrian.
Mario menghapus air matanya secara kasar kemudian melihat tubuh anaknya yang sedang tertidur dengan berbagai macam alat didekatnya.
"Maaf..." Lirih Mario dengan air mata yang masih setia keluar dari matanya.
"Ayah mohon jangan tinggalkan ayah untuk kedua kalinya sayang..."
Sementara itu
"Ihh bunda Cleo ihh jahat!!" Seru Adrian sebal, melihat ibunya dan kucing hitam itu tertawa kepadanya.
"Astaga maafkan bunda sini sayang." Ucap Julia, Adrian mendekat kemudian duduk di pangkuan sang ibu, nyaman itulah yang dia rasakan.
"Ihh Cleo juga mau!" Kucing hitam itu juga duduk diatas paha Adrian, Adrian mengusap kepala Cleo.
Kemudian mereka bertiga mengobrol bersama dengan beberapa kali Julia dan Cleo tertawa karena berhasil mengerjai Adrian.
Membuat pemuda itu cemberut, dengan mata yang berkaca-kaca Julia dan Cleo panik kalau nangis kan berabe.
"Hahaha." Tawa keduanya, bibir Adrian mengerucut mendengar suara tertawa dari keduanya.
Julia memegang kedua pipi anaknya, mengusap pipi putih itu dengan lembut,dan sesekali dia mencubit pipi gembul Adrian,Julia memeluk gemes anaknya.
"Kamu lucu banget sih sayang." Pekik Julia.
Lagi nggak ada kerjaan jadi up lah ya(◕ᴗ◕✿)
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
chasing a happy ending
Short StoryAdrian Martadinata pemuda manis yang harus meninggal karena penyakitnya yang kambuh. Saat sadar Adrian ternyata kembali ke masa lalu.....
