Happy reading
Jika seandainya aku bisa memilih
Aku lebih memilih untuk tidak pernah ada di dunia
(Author!)
Kurang baik apalagi gue
Kalian kira Adrian selemah itu? Hmm bukankah aktingnya bagus? Dia cocok menjadi aktor bukan?
Iya semua yang dilakukan oleh Adrian itu hanyalah akal akalannya saja, Cleo sudah memberitahu apa yang terjadi sebelum Adrian pergi ke sekolah,oh jangan melupakan kucing imut itu yang bisa melakukan semuanya untuk sang tuan kesayangannya.
Adrian sudah menduganya daripada itu Adrian bisa menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, lihat saja Adrian pastikan dia akan membalas dendamnya kepada Keenan dan Ruby.
Author: sorry ye gue nggak suka uke lembek wahahaha, gue sukanya uke yang licik senggol dikit bacok.
*Huwek
Satria terkejut melihat Adrian yang memuntahkan cairan merah kental dari mulut nya.
"Drian!!" Teriak Satria panik, ini gimana dia ngebawa Adrian dia nggak pake mobil,mana si Adrian juga sama lagi.
Satria panik di tambah dengan wajah pucat Adrian yang menambah kepanikan Satria.
"Bima!!" Panggil Satria Bima menoleh dan menaikan alisnya.
"Kenapa?" Tanyanya dari luar, Satria dan Adrian ada didalam UKS ya.
"Lu bawa mobil?" Tanya Satria langsung nggak ada basa basi lagi anjing ini sahabatnya udah hampir koid.
"Bawa." Jawab Bima
"Tolongin Adrian!" Mendengar nama 'Adrian' Bima langsung masuk kedalam UKS dan melihat kondisi Adrian.
Dia langsung menggendong Adrian, dan Satria yang ikut di belakang,air matanya udah berjatuhan.
*Bruk
Satria terjatuh, Bima yang berjalan di depan Satria tidak menyadarinya.
"Lu nggak papa?" Tanya seseorang, Satria mendongak dan tangisannya semakin kencang.
"Sam hiks Drian." Adu Satria
"Kita susul oke?" Tanya orang yang di panggil Sam tadi.
Samuel Eto'o
Samuel menggendong Satria dan membawanya menuju mobil nya.
"Udah jangan nangis." Satria menghapus air matanya, entah kenapa air matanya nggak mau berhenti.
★★★
Saat telah sampai dengan cepat Bima menggendong Adrian dan membawa tubuh pria mungil itu masuk kedalam RS.
Dokter dengan cepat memeriksa keadaan pasien yang sangat sering bertemu dengan nya ini.
"Adrian nggak papa dia hanya kecapean." Bohong sang dokter,dia udah janji sama Adrian buat ngerahasiin penyakit nya.
Dan dokter itu keluar tak lama datang Satria yang masih menangis dan langsung memeluk tubuh sahabat nya ini.
Beberapa menit kemudian Adrian terbangun,dia langsung melihat Satria yang menangis tengah memeluknya.
Adrian tersenyum, Satria yang merasakan ada pergerakan dari Adrian langsung melepaskan pelukannya dan melihat sahabatnya telah sadar.
Mereka menghela nafas lega, mungkin yang dikatakan dokter itu benar mungkin.
"Bima ayo kita di tunggu pak junet!" Ucap Samuel yang sedari tadi menarik tangan Bima.
"CK gue mau disini." Balas Bima
"Gue aduin lu ke Tante Rini!" Ancam Samuel,Bima menghela nafas dan mengangguk sebelum pergi dia pamit kepada Adrian dan Satria, nantikan berabe kalau mereka nyariin dia PD amat.
Adrian duduk sambil melihat kearah televisi yang menampilkan acara unfaedah yang anehnya ni bocah tetep di tontonnya.
Entah aktingnya yang terlalu bagus atau apa, Adrian sampai muntah darah.
"Jutek amat tu muka tuan." Ejek Cleo, bohong tu si Cleo padahal dia lagi nahan pekikan gemesh nya.
*Brak
"Ehh monyet monyet." Latah Adrian, dan kemudian menatap tajam pelaku,si pelaku hanya menampilkan senyuman nya.
Siapa lagi kalau bukan Satria, perasaan Adrian si Satria ini dulu cool deh sekarang kok kek opet.
"Mana ayang lu?" Tanya Adrian
"Ayang ayang pala lu peang." Ketus Satria.
Bima, Samuel? Mereka harus balik ke sekolah soalnya mereka ada latihan buat lomba,Bima nggak mau ikut latihan,tapi yah kalau dia ikut berarti ada ancaman.
Kemudian kedua bestot ini lanjut ngerumpi, Satria itu sayang pake banget ke Adrian dia udah nganggep Adrian kek adeknya sendiri begitu pula sebaliknya.
Mereka memang begitu dekat.
"Lu beneran nggak ada penyakit gitu kok bisa muntah muntah?" Tanya Satria sambil menatap serius kearah Adrian.
"Kan dokternya bilang kecapean." Balas Adrian.
"Mana ada anjing! Kecapean tapi muntah darah!" Desis Satria udah kek ular dia.
"Mana gue tau itu kata dokternya!" Balas Adrian ogah ogahan,dia lagi capek ngamuk ngga ada tenaga dia.
"Serah dah serah." Pasrah Satria.
★★★
"Makasih ya!" Teriak Adrian sambil melambaikan tangannya.
Dia masuk kedalam alisnya naik seolah sedang bertanya tanya siapa pria yang tengah duduk di sofa ruang tamu rumah nya.
"Oh Drian tukar baju dulu, setelah itu kita makan." Ujar Mario yang tiba-tiba muncul,udah kek setan tu bapak bapak.
"Okay." Jawab Adrian dan pergi ke kamarnya menatap tajam orang yang duduk di sofa, mana tampangnya kek lempem amat.
Yang ditatap tidak peduli,
Skip
Suasana di meja makan sangat sunyi hanya terdengar detingan sendok dan garpu.
Setelah selesai makan Mario mengajak Adrian untuk duduk bersamanya di ruang tamu ada sesuatu hal yang penting yang harus di beritahu kan Mario.
"Sayang ayah mau...."
"Mau minum?" Tanya Adrian polos soalnya ni bapak bapak ngomong setengah setengah.
"Bukan sayang." Mario terkekeh dia memandangi kearah pria yang tengah menatap kearah bapaknya dari tadi.
"Yah tu om om kok kek pedofil ya?" Pertanyaan polos itu terdengar membuat Mario tertawa.
"Sayang nggak boleh gitu." Tegur Mario saat setelah selesai tertawa dia menghela nafas.
"Ayah mau...."
Open b.o
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
chasing a happy ending
Cerita PendekAdrian Martadinata pemuda manis yang harus meninggal karena penyakitnya yang kambuh. Saat sadar Adrian ternyata kembali ke masa lalu.....
