Happy Reading
Baik kan aku double up🥰
"Ian! Aku ada di depan pintu!" Omel Satria yang dari tadi menelfon Adrian hingga 10 panggilan tak terjawab yang akhirnya diangkat oleh sahabatnya ini.
"Masuk aja Tria,tenang aja ayah lagi kerja kok." Satria mengangguk dan langsung masuk kedalam rumah itu, gelap sekali itulah yang Satria rasakan, ia langsung berlari dan masuk kedalam kamar Adrian.
"Ian!" Teriak Satria dan memeluk sahabatnya itu.
"Kamu nangis? Sini cerita sama aku." Ujar Satria lembut sambil mengelap jejak air mata diwajah Adrian, Adrian hanya menggeleng.
"Nanti deh aku nggak mau ngingat itu dulu." Ujar Adrian, membuat Satria mengangguk dan mengacak acak rambut Adrian.
"Ya udah makan ini,biar gembul!" Semangat Satria dan dibalas tawa oleh Adrian.
"Makan berdua yuk!"
"Nggak ah aku udah makan duluan." Tolak Satria dan menyuapkan nasi kearah Adrian.
"Aku bisa sendiri." Tolak Adrian dan dibalas gelengan oleh Satria.
"Ayolah please." Ujarnya dengan mata memohon membuat Adrian hanya pasrah menerima semua suapan yang diberikan oleh Satria.
"Duh pinter banget sih!" Gemes Satria sambil mencubit pipi Adrian dan langsung membuat Adrian tertawa
Beberapa jam kemudian Satria pamit untuk pulang, karena ibunya yang menelfon dan mengatakan ada keperluan mendesak,jadi Satria harus segera pulang.
Adrian kembali sendiri di rumah besar itu,tak lama terdengar suara pintu terbuka menandakan ayahnya sudah kembali dari pekerjaannya.
"HEI ANAK TAK BERGUNA!" Teriaknya membuat Adrian terkejut dan langsung menghampiri ayahnya.
Baru saja Adrian mendekat kearah Mario pria itu langsung melayangkan pukulan kearah anak semata wayangnya itu, membuat Adrian langsung meringis kesakitan.
"Bangsat!! Akh! Boss sialan!" Teriaknya dan lagi-lagi memukul anak malang itu, tenaga Adrian sudah habis,dia tidak bisa melawan lagi ia hanya bisa pasrah menerima setiap amukan dari Mario.
Setelah terasa cukup, Mario menatap kosong kearah anaknya itu, kemudian menyeret tubuh lemah Adrian kedalam toilet, dia mengguyur tubuh Adrian dengan air dingin, membuat air mata Adrian jatuh.
Luka yang diberikan oleh Mario langsung terasa sangat perih tak kala air dingin itu mengenai lukanya.
Adrian memegang dadanya yang terasa sesak.
"Ayah Adrian mohon ayah...sakit..." Ujar Adrian pelan,seolah tak mendengarkan ucapan anaknya itu malahan Mario membenamkan kepala Adrian di bak kamar mandi, membuat pemuda itu meronta ronta.
Mario menarik kasar rambut Adrian, membuat pemuda itu dengan cepat menghirup udara,saat masih mengatur nafasnya Mario lagi-lagi membenamkan kepala Adrian.
Hal itu terus terjadi berulang ulang sampai membuat tubuh Adrian membiru,air matanya sudah tak terlihat lagi karena tertutupi oleh air bak mandi.
"A...ayah...aku benci ayah!" Teriak Adrian membuat Mario semakin kesal dia semakin lama menenggelamkan kepala Adrian kedalam air.
KAMU SEDANG MEMBACA
chasing a happy ending
Cerita PendekAdrian Martadinata pemuda manis yang harus meninggal karena penyakitnya yang kambuh. Saat sadar Adrian ternyata kembali ke masa lalu.....
