bab 22 end?

20.1K 1.3K 43
                                        

Happy reading

"H...hei apa yang kalian lakukan?" Tanya Adrian ketika Nathan mendekat kearah Adrian,saat Adrian ingin melarikan diri tiba tiba tangan nya di tahan oleh Vano.

Oh tidak Adrian merasa ada sesuatu yang bakal terjadi padanya, siapapun tolong dia!!!

Bukan mereka berdua saja Devon juga mendekat dan mulai mencium aroma tubuh Adrian.

'cleoo bantuin!!!'

"sorry tuan saya nggak bisa."

'muehehe selamat ngeharem tuan!' Batin Cleo senang,ini ni yang dia tunggu tunggu, siapa yang nunggu kek Cleo angkat tangan.

Author: gue gagalin seru kali nih
( tertawa jahat)

*Clek

Pintu tersebut terbuka disana terlihat ada seorang pemuda, Adrian menyipitkan matanya oh akhirnya ada orang yang akan membantu nya.

Orang tersebut mendekat kearah Adrian,bukannya membantu Adrian tapi pemuda itu malah tersenyum,oh tidak tubuh Adrian mengatakan bahwa akan ada sesuatu yang terjadi.

"Weh lepas!!" Berontak Adrian tapi yah tenaga nya tidak cukup, orang yang tadi adalah Bintang si ketua OSIS.

Gimana sih mereka bisa berkumpul kek gini? Sini sini author ceritain.

Flashback on

Sudah beberapa hari Adrian tidak terlihat oleh para haremnya,canda canda.

Yang bener itu sudah beberapa hari Adrian tidak terlihat oleh teman temannya,ya si Satria yang bestie nya aja nggak tau.

Hal itu tak luput dari para cowok cowok di atas onoh, mereka mulai mencari cari Adrian tapi yah mereka tidak menemukannya.

Hingga mereka semua saling mengetahui bahwa mereka mencari orang yang sama karena itulah mereka berkumpul.

Setelah beberapa minggu Bintang melihat Adrian yang berada di pasar malam bersama Satria, awalnya dia ingin menghampiri Adrian tapi dia bersama ibunya yang nggak mau di tinggal emang rada laen.

Bintang nge wa semuanya mengatakan untuk berkumpul di ruang dekat parkiran.

Besoknya saat Vino, Devon, Bima, dan Nathan sudah ngumpul mereka duduk di sofa sambil menunggu Bintang dan satu orang lagi yaitu Lego.

Pintu ruangan itu terbuka semua atensi mengarah kearah pintu disana lah mereka melihat Lego dengan seseorang yang mereka rindukan,siapa lagi kalau bukan Adrian.

Ih shit mereka benar benar merindukan pemuda pendek itu, yang selalu ada di pikiran mereka.

Saat Adrian duduk dan akhirnya menyadari jika ada mereka semua, mereka harus menahan pekikan gemas melihat reaksi pemuda pendek itu.

Mereka mendekat kearah Adrian,saat si pendek ingin melarikan diri ya jelas lah mereka menahannya.

Mereka sudah menunggu pemuda itu sangat lama.

Jadi saat Bintang datang mereka tidak terkejut sama sekali karena yah mereka sudah ber janji untuk berkumpul.

Gitu deh ceritanya ges muehehehe udah lah

Flashback off

Udah ya pay pay

End






























































































































Selamat anda kena prank


Wkwk yaudah lanjut.

"Dari mana saja?" Tanya Lego datar membuat Adrian jadi takut uy.

"I...itu." jawab Adrian gugup, gimana nggak gugup bjir tatapan mereka semua bikin bulu kuduk Adrian berdiri.

"Kenapa?" Tanya Lego lagi.

"Sakit.." jawab Adrian cepat

"Sakit apa?" Kali ini yang nanya si Devon.

"Demam." Bohong Adrian

"Demam? Lama sekali." Ujar Nathan

"Iya demam!! Gara gara digigit nyamuk hehe." Bohong Adrian lagi sambil cengengesan, udah bohong ketawa lagi lu dri.

"DBD?" Tanya Bintang dan langsung di angguki oleh Adrian.

Lego mendekat kemudian berbisik ke telinga Adrian

"Kami akan menghukum mu kitten." Bisik Lego berhasil membuat Adrian merinding.

'huwaa Cleo tolong!!' Batin Adrian

'....' tidak ada jawaban dari Cleo

'kucing tai, bangsat,liat aja lu gue tikam sama golok lu, gue siram sama air keras sampe rontok tu bulu lu kucing tai.' Maki Adrian tapi yah tidak ada balasan dari Cleo.

'dah lah pasrah aja dah, semoga besok nggak tinggal nama doang.' Batin Adrian udah pasrah sama keadaan dia uyy awokwok.













TBC

Thor kok pendek sih?
Emang disengaja soalnya next bakal ada ehem🤨🤨
Kagak bercanda kagak ada yang begituan,kagak ada
Udah pay pay!

chasing a happy ending Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang