Happy Reading
"Hei nak bangun..." Ujar seorang wanita paruh baya sambil menepuk pipi seorang siswa.
"Ugh...." suara lenguh terdengar, pemuda itu perlahan membuka matanya dan mendapati dirinya berada di toilet sekolahnya.
"Kamu baik-baik saja nak? Perlu di panggil bantuan medis?" Tanya wanita itu memandang prihatin siswa didepannya.
"Nggak papa kok, saya baik-baik saja." Ujarnya berusaha untuk berdiri dan langsung dibantu oleh wanita itu.
"Terimakasih banyak ya mbak, kalau begitu saya pulang dulu." Pamitnya tak lupa dengan senyuman diwajahnya
"Iya mbok hati-hati ya nak." Pemuda yang tak lain adalah Adrian tersenyum mengangguk dan pergi meninggalkan toilet sekolahnya.
Ia melihat sekeliling, apakah semua kejadian yang dialaminya hanya mimpi? Cleo? Kucing hitam imut yang selalu membantunya apakah itu hanya mimpi Adrian?
Teman-teman yang baik dengan Adrian apakah itu hanya mimpi? Ayah nya yang meminta maaf dan merasa bersalah apakah itu hanya buah mimpinya.
Adrian berjalan gontai menuju ke rumah,Rumah awalnya tidak ada rumah yang ia beli dengan Cleo, Adrian masuk kedalam rumah itu dan langsung mendapatkan tamparan dari sang ayah.
"DASAR BIADAP! ANAK TIDAK TAU DIRI KAU! BERANINYA KAU BARU PULANG!"
Teriaknya pada Adrian membuat Adrian hanya bisa menunduk menahan air matanya.
"Cuma bisa menangis kau!" Teriaknya lagi dan mendorong Adrian pergi, Adrian langsung berjalan kearah kamarnya tak lupa dis menguci pintu itu dan langsung terduduk didepan pintu.
Ia memeluk lututnya dan air mata perlahan keluar dari matanya, Adrian menangis ternyata kehidupan indah yang selama ini ia jalani hanya mimpi belaka, orang orang yang mencintai nya sekarang tidak ada.
"Cleo.... ian takut hiks... Cleo tolong ian..." isak tangis Adrian mencoba membuat kucing hitam itu muncul tapi nihil semua itu hanya imajinasinya.
Adrian menangis sejadi jadinya masih berharap kucing kesayangannya itu muncul tapi semua itu sia-sia, sampai akhirnya pemuda rapuh itu tertidur....
☆
Saat ini Adrian tengah menikmati angin sepoy sepoy di taman dia tersenyum melihat pemandangan didepannya, pemandangan yang sangat menenangkan untuk isi pikiran Adrian yang berkecamuk, perlahan air mata kembali keluar membasahi wajah pemuda manis itu.
Ponsel Adrian berdering, itu adalah sahabatnya Satria, Adrian langsung menghapus air matanya dan menghela nafas sebelum menjawabnya.
"Ian? Kamu dimana? Kenapa tidak sekolah?" Tanya Satria terdengar sangat khawatir.
"Aku tidak enak badan." Jawab Adrian apa adanya.
"Beneran? Kamu dipukul lagi sama pria brengsek itu?" Tanya Satria penuh kecurigaan.
"Nggak kok Tria,makhlum aja aku kan sering kecapean."
"Owalah,nanti aku kerumah kamu ya? Mama buatin bekal untuk kamu!" Semangat Satria membuat Adrian terkekeh.
"Iya Tria, ian tunggu ya!" Mendengar suara Adrian yang kembali semangat membuat Satria tersenyum.
"Astaga gurunya datang,aku tutup dulu ya telfonnya."
"Iya tria,semangat ya!"
"Pasti dong!" Panggilan itu akhirnya terputus, perlahan senyum Adrian kembali memudar dan kembali digantikan dengan suara isak tangis.
Setelah menenangkan pikirannya Adrian kembali berjalan kearah rumahnya, apakah pantas disebut rumah?
Rumah yang seharusnya tempat berteduh dari dunia luar,seharusnya rumah memberikan kesan kehangatan untuk semua orang, tetapi bagi Adrian rumahnya ada dimana? Kehangatan? Kasih sayang? Bahkan sebuah pelukan tak pernah ia dapatkan melainkan hanya pukulan yang ia terima.
Tempat ia bernaung hanya semacam rumah tidak lebih,tidak ada cahaya kecil didalamnya, hanya ada suara pukulan,hinaan dan cacian yang ia terima.
Apakah dia pantas untuk bahagia? Dunia memang kejam ya? Apalagi tanpa ibu.....
"Bunda.... ian kangen Bunda...."
"Ian hebat kan bunda? Masih bisa bertahan..."
"Ternyata sebesar apapun ian... ian masih tetap memerlukan bunda, hehe maaf ya bunda ian banyak mengeluh."
Adrian merebahkan dirinya diatas kasur air mata itu kembali jatuh,entah sebanyak apalagi air mata yang bisa ia keluarkan, Adrian tidak tau.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
chasing a happy ending
Cerita PendekAdrian Martadinata pemuda manis yang harus meninggal karena penyakitnya yang kambuh. Saat sadar Adrian ternyata kembali ke masa lalu.....
