Kalian masih ingat leluhur ke-17? Ya, dia mau bercerita kembali mengenai kengerian yang dia lakukan. Kali ini dia tidak sendiri. Beberapa orang melampiaskan keinginan terbesarnya di sini.
••••••••••••
Tahun, 1939
Ya, kali ini aku dikirim ke Jerman untuk mengurus beberapa dokumen kerjasama antar perusahan. Kebetulan perusahaanku terlibat dibidang biologi dan pengembangan senjata. Aku tahu ini gila karena dunia sedang dalam fase Perang Dunia II. Ya, mau bagaimana lagi aku terpaksa ke sana. Katanya pihak pemenang ingin menguji coba alat-alat milik kami ini untuk keperluan penelitian.
Tentu saja kami sangat senang karena perusahaan mendapat untung besar. Nah, sesampainya di sana kami disambut oleh pejabat penting dalam bidang ini. Mereka sangat berterima kasih karena kami mau terlibat. Padahal ini bertentangan dengan negara. Ya, kami diam-diam menjalin komunikasi setelah pertemuan pertama di Eropa beberapa bulan lalu.
Dan inilah hasilnya.
Kudengar mereka berasal dari tentara Nazi yang senang melakukan uji coba makhluk hidup. Kami pun datang ke beberapa lab mereka. Bulu kudukku seketika berdiri melihat hewan-hewan juga bahan uji coba di sana. Mereka tidak mengurusnya dengan baik sebab mereka tidak perlu memperlakukan makhluk uji coba sebaik mungkin.
Katanya menghamburkan dananya.
Setelah melihat lab kami pun diperlihatkan alat-alat baru untuk uji coba. Kebanyakan alatnya dipadupadankan dengan listrik. Ini agak janggal untuk apa?
Namun akhirnya jawabanku terjawab. Adolf Hitler pria berkumis kotak dengan mantap mengatakan rencananya untuk menghabisi penduduk Yahudi menurutnya mereka menjadi sumber ancaman. Seluruh penduduk Yahudi dikumpulkan di satu kota bernama Ghetto.
Di sana mereka diperlakukan lebih rendah dari hewan. Kurasa sebagian tentara juga peneliti di sini memanfaatkan kondisi lemah mereka.
Dan alat kami diujicobakan ke orang-orang Yahudi tadi. Lab segera dipenuhi oleh kaum Yahudi dari berbagai gender dan disanalah mereka dihabisi.
Mereka menyebutnya holocaust. Pemusnahan ribuan Yahudi. Mereka tampak bersenang-senang dan aku entah kenapa menikmatinya juga.
Mungkin setelah membunuh Ayumu aku semakin haus darah.
Melihat wajah kesakitan juha jeritan mereka sangat melegakan. Karena itu aku bertahan di sini dan mengubah namaku.
Meskipun hal ini akan dicatat sebagai sejarah kelam kejahatan manusia. Aku tidak merasa begitu. Memang ada beberapa orang yang harus dihabisi, kan?
Tertanda,
Takeshiko Murakami
••••••••••••••••
A.... A.. aku kira dia akan bertobat malah menjadi-jadi. Astaga....
.
.
.
Ps: One day lagi!
KAMU SEDANG MEMBACA
20 Seson
Historical Fiction[UNBK WGA Gen 9] [The History Journal] . . 20 leluhur menatapmu. Cawanmu terangkat dan telah diisi arak merah. 20 leluhur tertawa. Rasa pahit arak mengguncang lidahmu dan mereka masih terbahak liar. 20 leluhur menyalakan lilin merah. Salah satu di a...
