17.

573 42 0
                                        

Flashback Beberapa Hari Lalu.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam atau tepatnya tengah malam, semua orang sudah tertidur pulas di kamar mereka masing-masing, namun, beda hal dengan adina yang masih terbangun karena belum mengantuk di tambah lagi besok adalah hari libur jadi tidak masalah jika dia bangun siang.

Saat dirinya sedang membaca novel dengan posisi tengkurap di kasur, deringan ponsel miliknya berbunyi.

"Kak jeongwoo" ucapnya mengerutkan dahinya bingung. Segera dia merubah posisinya menjadi duduk dan meletakkan benda pipih itu di telinganya.

"Halo kak..."

"Tolong buka pintu, aku ada di luar"

"Diluar? O-oh baiklah, tunggu sebentar"

Adina lupa kalo sedari jam enam tadi jeongwoo pergi keluar tanpa ditemani oleh haruto dan junghwan, bahkan, tidak ada yang bertanya kemana dia akan keluar malam ini.

Gadis itu membuka kunci pintu utama, saat di buka tiba-tiba saja tubuh jeongwoo ambruk di pelukannya adina.

"Kak jeongwoo kenapa?"

"Kepalaku pusing..."

"Bau alkohol" batin adina, dia juga bahkan bisa melihat kalo jeongwoo setengah sadar.

"Kakak mabuk?"

"Bawa aku ke dalam kamar"

Adina mengangguk, dia memapah tubuh jeongwoo, mengunci pintu lalu membawa tubuh lelaki itu dengan hati-hati naik ke lantai dua.

Saat dikamar jeongwoo, adina menyalahkan lampu menutup pintu dan meletakkan jeongwoo di kasurnya.

Ini pertama kalinya dia melihat jeongwoo minum-minum sampai mabuk seperti ini, biasanya lelaki itu sangat menghindari minum-minuman, tapi apa yang sebenarnya membuat dia sampai harus seperti ini.

"Kakak istirahat ya, besok akan aku buatkan sup untuk kakak..."

Ketika hendak pergi tiba-tiba lengan tangannya di tarik oleh jeongwoo membuat tubuh adina terjatuh memeluk tubuh jeongwoo.

"Sebentar saja seperti ini"

"Ka-kak jeongwoo"

"Aku lelah dina, biarkan aku sebentar saja memelukmu"

Mendengar itu adina tidak bisa menolaknya, mungkin dengan seperti ini dia juga bisa menenangkan jeongwoo.

"Dina... Aku mencintaimu" spontan mata adina membulat sempurna.

"Aku mencintaimu bukan sebagai adik, melainkan sebagai perempuan, mungkin kamu berpikir aku sedang melantur karena mabuk tapi sebenarnya aku setengah sadar, aku lelah memendam perasaan ini sehingga aku minum dua botol"

"Apa yang kakak lakukan? Kakak melakukan ini karena aku"

Jeongwoo mengangguk dan masih menutup matanya.

"Aku gak bisa terus-menerus memendam perasaanku, meskipun yang lain tau aku juga ikut serta dalam pertarungan mendapatkan kamu, tapi aku gak seperti mereka, aku hanya sengaja ikut-ikutan agar aku gak terlalu di curigai"

Adina melepaskan pelukannya dia menatap wajah jeongwoo yang membuka mata, tatapan mata sayu dan tangan kekarnya menyentuh pipi kanan adina.

Sorry If I Love You || TREASURE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang