07.

591 50 0
                                        

Keesokan harinya, pagi ini adina sudah rapih untuk berangkat ke kampus, bersama dengan haruto, jeongwoo, Junghwan dan doyoung tentu saja Adina satu kampus dengan mereka.

Keempat kakak laki-lakinya itu tinggal menghitung beberapa bulan saja akan lulus  sedangkan dirinya masih perlu waktu sekitar dua tahun lagi untuk lulus.

Dia menuruni tangga dan melihat hanya ada mashiho yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak nasi goreng spesial.

Wajar saja kalo yang lain belum turun, ini baru jam setengah enam pagi.

"Kak shio"

Mashiho yang berada di dapur menoleh kebelakang.

"Pagi kakak" sapa dina tersenyum.

"Pagi dina, tumben udah rapih jam segini, ada kelas pagi?" Tanya mashiho.

"Iyah, aku juga ada tugas yang belum di kerjakan, jadi sekalian saja aku kerjain di kampus" sahutnya.

Mashiho mengangguk mengerti.

"Kakak mau masak ya? Aku boleh bantuin?"

"Gak perlu, kamu duduk saja biar kakak yang masak"

"Aku kan jarang bantuin kakak masak, jadi biarkan aku bantu ya, please"

Mashiho tersenyum gemas saat dina memohon-mohon kepadanya.

"Bagaimana bisa kakak menolak kalo kamu memasang wajah imut seperti itu"

"Haha makanya bolehin aku bantu kakak ya"

"Baiklah, kamu boleh bantu kakak masak"

"Yeay! Makasih kak shio, aku harus bantu apa?"

"Tolong potong sosis itu kemudian kocokan telurnya, kakak mau menyiapkan bahan yang lain dulu"

"Oke kak"

Dina memotong sosis itu menjadi beberapa potongan untuk menjadi toping nasi goreng pagi ini.

Prangg!!

"Astaga" adina menoleh kaget saat mendengar suara pecahan kaca di belakangnya.

Asal suara itu dari mashiho yang tidak sengaja menyenggol mangkuk beling di sampingnya hingga terjatuh dan pecah di lantai.

"Kak shio"

"Jangan mendekat, nanti kamu kena pecahan kacanya, diam di situ, biar kakak yang bersihkan"

"Tapi kan...."

"Adina" gadis itu menghembuskan nafas panjangnya saat mashiho melarangnya mendekat.

Dia terus memperhatikan mashiho yang sedang membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai.

"Aaaww..."

"Kak shio" Adina yang terkejut dan panik mendekat ke arah mashiho, karena kurang hati-hati jempol tangan kanannya berdarah terkena pecahan beling tersebut.

"Huaa tangan kakak berdarah"

"Sudah gak apa-apa, cuman berdarah dikit doang"

"Tetap saja itu namanya luka, kalo gak di obati nanti infeksi, aish, kenapa kakak gak hati-hati"

"Iya iya maaf, kamu kalo lagi marah-marah lucu banget mukanya"

"Ish, kak shio aku lagi serius tau, udah deh kakak duduk di sini tunggu aku ambil kotak p3k dulu, tunggu lho"

Adina bergegas pergi tanpa ingin mendengar panggilan mashiho.

"Din--- ah terserah deh"

Lima menit kemudian dia datang membawa p3k, Adina segera duduk di kursi samping mashiho.

Sorry If I Love You || TREASURE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang