11.

486 47 0
                                        

Mobil milik kayla sampai di depan pagar rumah adina. Saat mobil itu berhenti Kayla menoleh ke samping dimana adina tertidur pulas.

Gadis itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"Dia pasti kelelahan, sebaiknya aku minta tolong kakaknya aja buat gendong dia masuk ke dalam, gak tega juga bangunin nya" gumamnya.

Melepas sabuk pengaman dan keluar dari dalam mobil, kayla berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah. Ketika dia berdiri di depan pintu dan hendak mengetuknya, tiba-tiba muncul sebuah suara keributan dari dalam rumah yang membuat dirinya menunda untuk mengetuk pintu.

"Gue kecewa sama kalian, kenapa si huh? Kenapa juga harus sampai kayak gini, gue tau itu hak lo semua tapi apa lo pada mikir resikonya seperti apa nanti hah?!"

Kayla mengerutkan keningnya saat mendengar suara hyunsuk, ia tau persis suara-suara kakaknya adina karena dia sudah beberapa kali main dan menginap di rumah ini jadi wajar saja dia sudah hafal tentang kakak-kakaknya adina.

"Itu suara Kak hyunsuk, tapi kenapa seperti orang yang sedang marah-marah?"

"Bukan gitu bang, masalahnya ini soal perasaan, gak ada yang bisa menolak tentang hal itu!"

"Gue tau!! Tapi masalahnya dengan lo semua bertengkar, ribut setiap hari apalagi sampai saling mukul begini, apa gak bikin tanda tanya buat dina huh? Jangan bodoh tolong!"

Kayla yang penasaran berjalan ke sisi samping kanan, dia berdiri di dekat jendela dimana di sana sangat jelas suaranya terdengar apalagi bayang-bayang ke dua belas kakaknya itu terlihat dari balik gorden putih.

"Sebenarnya apa yang terjadi sama mereka? Kenapa terlihat seperti ada masalah besar?" Gumamnya bertanya-tanya.

"Gak ada salahnya bang kalo kami suka sama dia, lagipula dia bukan adik kandung kami, wajar saja kalo misalnya kami mencintai dia lebih dari perasaan seorang kakak ke adiknya"

"Benar apa yang dibilang yedam, meskipun kita semua udah merawat dia dari kecil, tapi jangan menutup mata kalo dia bukan adik kandung kita, dia gak ada hubungan darah sama kita bang, jadi sah-sah aja kalo kami mencintai dina layaknya seorang perempuan bukan seorang adik"

Kayla membekap mulutnya kaget saat mendengar ucapan haruto.

Dia tidak menyangka kalo para kakaknya adina itu sedang memperdebatkan tentang perasaan mereka.

"Ja-jadi mereka menyukai dina lebih dari kakak adik?" Gumamnya.

"Tapi apa lo semua lupa janji kita yang gak akan menaruh harapan ke dina? Dengan merawat dan menganggap nya sebagai adik saja sudah lebih dari cukup, kenapa juga harus memiliki perasaan cinta seperti itu?"

"Bang, dari dia beranjak dewasa juga gue udah lihat dia sebagai perempuan bukan adik lagi"

"Tapi kyu, Kalo dina tau kita semua berantem seperti ini karena perasaan yang salah, lo semua gak mikir gimana kecewanya dia nanti huh?"

"Kalo gitu suruh aja dia buat pilihan, diantara kami berdua belas dia harus milih salah satunya"

Kayla terus mendengar obrolan mereka terutama pilihan yang di sebutkan oleh jihoon tadi.

"Apa maksud lo pilihan?"

"Dia harus milih antara kami semua, kalo seandainya salah satu dari kami itu terpilih sama dina dengan catatan dia juga harus merasakan hal yang sama, gue akan mundur dan begitupun lo semua, gimana?"

Mereka awalnya diam mencerna ide jihoon sebelum memutuskan tindakannya.

"Tapi gimana kalo seandainya dia justru gak memilih sama sekali?" Tanya doyoung.

Sorry If I Love You || TREASURE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang