18.

557 37 0
                                        

~ Song : The way to - Treasure ~

____________________

Keesokan harinya saat siang hari tiba, adina pergi sendirian ke panti asuhan milik bunda maria, gadis itu menatap penuh rindu panti asuhan tempatnya sebelum diadopsi oleh ke 12 kakaknya.

Tidak ada yang berubah dari panti asuhan ini sejak dia meninggalkannya, hanya saja warna catnya yang berubah dan halaman depan diisi oleh tanaman-tanaman cantik menghiasinya.

Saat adina membuka gerbang tua itu dia bisa melihat seorang wanita paruh baya yang sedang menyapu halaman luar, kulitnya sudah mulai keriput dan rambutnya memutih. Wanita itu memandang ke arah adina yang berdiri di dekat gerbang.

"Bunda..."

"Adina, apakah itu kamu nak?"

Kedua wanita itu saling berpelukan melepas rindu yang amat berat setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu.

"Kamu sudah besar adina, kamu sangat cantik"

"Bunda aku merindukan bunda"

"Iya nak, bunda juga merindukan kamu"

Bunda maria melepaskan pelukannya lalu menatap dalam mata adina yang berkaca-kaca.

"Ada apa kamu ke sini? Bagaimana kehidupan kamu nak, kamu pasti bahagia kan bersama keluarga baru kamu"

"Bun, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama bunda"

Mengerti akan tatapannya bunda maria mengangguk dan membawa adina masuk ke dalam panti.

••••••••••••

Sedangkan di dalam rumah, jeongwoo duduk di sofa sambil memainkan handphonenya, pagi ini mereka semua berada di rumah tapi tetap sama saja tidak ada obrolan apapun dan semuanya sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.

Dari arah tangga asahi turun dengan terburu-buru, dia berjalan ke arah jeongwoo kemudian melemparkan sesuatu ke arah lelaki itu hingga terkejut.

Yang lain melihat hal itu langsung menoleh kearah keduanya.

"Bang asahi apa-apaan si"

"Seharusnya gue yang nanya sama lo, apa-apaan lo huh?! Berani banget menyembunyikan sesuatu di belakang kita"

"Sahi, apa maksud Lo?" Tanya jihoon.

Junkyu menatap ke arah jeongwoo yang menunduk diam lalu dia menatap ke arah asahi yang sedang emosi, dia berkata, "Menyembunyikan apa?"

"Lo pergi sama adina tadi malam? Benar itu woo?" Yedam sontak merebut foto digenggaman tangan haruto.

"Apa maksud lo meluk dan genggam tangan adina huh? Jawab gue!!" Bentak yedam.

"Jeongwoo!" Teriak yedam sekali lagi.

"Iyah, gue pergi semalam sama dia"

"Apa? Jadi itu alasan lo pergi diam-diam tadi malam, hanya buat ketemu adina"

Jeongwoo berdiri lalu menatap datar ke arah mashiho.

"Apa gak boleh? Gue pikir sah-sah aja kalo gue pergi berdua sama dia, apa kalian pikir hanya kalian yang boleh melakukan itu, huh?"

"Lantas lo punya hubungan apa sama dia sebenarnya?" Tanya asahi, namun, sedetik kemudian lelaki itu tersenyum smirk dan mengeluarkan sebuah kalung milik adina.

"Kalung couple, ini bukan sekedar alasan lo aja kan, lebih baik mengaku saja" Sambung asahi melempar kalung itu ke meja.

Haruto spontan menarik kalung yang dipakai oleh jeongwoo, sebodoh itu mereka tidak menyadari kalau adina memakai kalung yang sama dengan jeongwoo.

Sorry If I Love You || TREASURE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang