Chapter 8: Brem Patah Hati

2.3K 339 37
                                        


***

—HATI BERSAMBUT TEAM LENGKAP

KANTOR - Eliza

Hati-hati di jalan, Pak Nanda

KANTOR - Kenzo

???

Emang lu kemana bang @ you?

KANTOR - Eliza

Madiun

KANTOR - Gazi

Hah? Emang klien kita ada yang dari Madiun?

Di kalender kok gak ada?

KANTOR - Arjun

Bunda kan asalnya Madiun Mas Gazzzzzz

KANTOR - Kenzo

Ya Tuhan

Please let our secret conversation stay as secret bisa gak?!

KANTOR - Arjun

Secret apaan?

KANTOR - Kenzo

Nama panggilan itu?!

KANTOR - Arjun

Oh iya wkwkwk

Sowreeehhhhh

Btw

Ayah jangan lupa oleh-oleh ya Yah!

KANTOR - Kenzo

🤦‍♂️

KANTOR - Eliza

Mau oleh-oleh brem dong, Pak

Pengen banget nyobain rasanya brem, Mami gak pernah bolehin makan itu

Katanya aneh

KANTOR - Raia

Saya request bluder cokro dong Pak

Lagi viral soalnya

KANTOR - Arjun

Pada gak tau diri ya kalian ini

Tapi saya juga mau kok Pak

KANTOR - Lita

@ KANTOR - Arjun gajimu tak potong ya Jun

Bawa motor kantor buat nongkrong ke Batu sama pacarmu semalem itu gimana ceritanya?

KANTOR - Arjun

Mbak Lit T_T

Ampun Mbak T_T


Nanda menatap bungkusan berisi kotak-kotak brem, sebagian lainnya berisi roti bluder beraneka rasa. Ia tersenyum kecut teringat nama panggilan konyol ciptaan karyawan-karyawannya untuk dirinya dan Salsa. Ayah. Bunda.

Nanda menghela napas panjang. Ini belum nikah aja Ayah kalian dicerai, Nak. Nanda tertawa getir dalam hati.

Di luar sedang hujan. Sejak pagi, langit memang mendung di Madiun. Nanda berharap cuaca sedikit cerah selama perjalanannya kembali ke Malang. Tapi tampaknya, tidak satupun harapan yang ia rapal dalam hati dikabulkan. And that's fine, it's not like he has power to do anything about it. Lebih tepatnya, sekarang dia berusaha menguatkan dirinya sendiri. This is how life works, anyway. Tidak semua yang dia inginkan akan selalu dia dapatkan.

Entrance No ExitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang