***
—HATI BERSAMBUT TEAM LENGKAP
KANTOR - Eliza
Hati-hati di jalan, Pak Nanda
KANTOR - Kenzo
???
Emang lu kemana bang @ you?
KANTOR - Eliza
Madiun
KANTOR - Gazi
Hah? Emang klien kita ada yang dari Madiun?
Di kalender kok gak ada?
KANTOR - Arjun
Bunda kan asalnya Madiun Mas Gazzzzzz
KANTOR - Kenzo
Ya Tuhan
Please let our secret conversation stay as secret bisa gak?!
KANTOR - Arjun
Secret apaan?
KANTOR - Kenzo
Nama panggilan itu?!
KANTOR - Arjun
Oh iya wkwkwk
Sowreeehhhhh
Btw
Ayah jangan lupa oleh-oleh ya Yah!
KANTOR - Kenzo
🤦♂️
KANTOR - Eliza
Mau oleh-oleh brem dong, Pak
Pengen banget nyobain rasanya brem, Mami gak pernah bolehin makan itu
Katanya aneh
KANTOR - Raia
Saya request bluder cokro dong Pak
Lagi viral soalnya
KANTOR - Arjun
Pada gak tau diri ya kalian ini
Tapi saya juga mau kok Pak
KANTOR - Lita
@ KANTOR - Arjun gajimu tak potong ya Jun
Bawa motor kantor buat nongkrong ke Batu sama pacarmu semalem itu gimana ceritanya?
KANTOR - Arjun
Mbak Lit T_T
Ampun Mbak T_T
Nanda menatap bungkusan berisi kotak-kotak brem, sebagian lainnya berisi roti bluder beraneka rasa. Ia tersenyum kecut teringat nama panggilan konyol ciptaan karyawan-karyawannya untuk dirinya dan Salsa. Ayah. Bunda.
Nanda menghela napas panjang. Ini belum nikah aja Ayah kalian dicerai, Nak. Nanda tertawa getir dalam hati.
Di luar sedang hujan. Sejak pagi, langit memang mendung di Madiun. Nanda berharap cuaca sedikit cerah selama perjalanannya kembali ke Malang. Tapi tampaknya, tidak satupun harapan yang ia rapal dalam hati dikabulkan. And that's fine, it's not like he has power to do anything about it. Lebih tepatnya, sekarang dia berusaha menguatkan dirinya sendiri. This is how life works, anyway. Tidak semua yang dia inginkan akan selalu dia dapatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Entrance No Exit
RomanceSudah bekerja untuknya hampir dua tahun, tapi baru sekarang Nanda merasakan ketertarikan pada Salsa, karyawannya yang kalem dan cekatan. Namun siapa sangka, di balik ketenangan Salsa, gadis yang delapan tahun lebih muda dari Nanda itu menyimpan bada...
