cw // slight mention of religion, food
(cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata face claim, dan bukan bermaksud untuk meremehkan kepercayaan mereka di dunia nyata)
***
Raia tuh sebenernya nggak pengen balik ke Indo. Dia sempat pundung sebulanan (udah kayak Sherina pas dikabarin pindah ke Bandung nggak sih) waktu dikasih tahu kalau masa kerja Papa sudah habis, plus Oma yang tinggal sendirian di Malang udah sakit-sakitan, jadi mau nggak mau mereka harus balik ke Indonesia.
Tapi ya masa dia mau tinggal di Jepang sendirian? Sebenernya bisa sih, tinggal setahun lagi dia bisa kuliah di Tokyo situ, tapi tetep aja—sendirian? Nggak ada Take-niichan yang bisa diajak joinan belanja dan jalan-jalan (lebih ke beliau yang bayar, Raia tinggal ngikut doang). Nggak ada Papa yang bisa ditanyain banyak hal. Nggak ada Mama yang bisa diajak curhat. Nggak lah, mending dia ikut aja balik ke Indonesia, biar nanti kalau ada agenda liburan pokoknya mereka wajib ke Jepang.
Nah di Indonesia ini, Takeru—kakak Raia—udah punya banyak temen. Ya maklum, anaknya ekstrover banget. Meski mereka tinggal di Jepang, kadang sesekali kalau pulang kampung tuh Takeru main sama anak-anak komplek perumahan Oma. Makanya waktu mereka balik ke Indonesia, Takeru nggak bingung temen karena dia udah punya banyak stok. Nah, karena Raia ini demen ngikutin kakaknya, dia jadi lebih akrab sama temen-temen kakaknya. Salah satunya Ko William.
Fast forward, Ko William nikah sama pacarnya, Ci Brenda. Dua-duanya juga kenal sama Raia. Meskipun Raia nggak diundang ke nikahan mereka, mereka udah nggak heran melihat Raia digandeng Takeru ke nikahan mereka. Selain karena Takeru ini masih jomblo (makanya dia ngajak Raia biar nggak kelihatan ngenes-ngenes amat dateng sendirian), Raia juga merasa berterima kasih sama Ko Will dan Ci Brenda. Dulu mereka tuh yang mengenalkan Raia ke jajan pasar namanya klepon. Teksturnya kayak dango, tapi rasanya beda jauh. Klepon itu terlalu manis untuk Raia, tapi karena ada parutan kelapa yang gurih, jadi rasanya nagihin di lidah Raia.
Nah, ternyata, rasa terima kasih Raia nggak berhenti di situ.
Karena di nikahan Ko Will dan CI Brenda, Raia jadi tahu gimana rasanya naksir orang pada pandangan pertama.
***
Kalian pernah nggak sih, melamar kerja di sebuah kantor karena naksir bosnya?
Naomi Averaia ini sebenernya nggak butuh kerja banget, sih, meski dia lulusan desain interior. Tapi gara-gara naksir fotografer nikahnya Ko Will dan Ci Brenda, dia nekat aja melamar kerja di kantor Si Masnya.
Setelah acara itu, Raia kepo fotografernya siapa. Begitu foto nikahan itu di-up Ci Brenda di sosmednya, Raia langsung cari tahu, dan ternyata kantor beliau sedang buka lowongan pekerjaan. Mereka lagi cari stylist dan make up artist. Bayangkan, jauh banget sama ilmu yang dia kantongi. Untungnya nih, Raia ini tipe anak yang produktif. Jadi dulu waktu liburan, dia sempat ikut kursus make up profesional gitu dan dia punya sertifikat itu. Sementara as stylist—well, she's Naomi Averaia for heaven's sake. Putri dari Ciara Tomohisa—desainer berdarah Jepang-Indonesia sekaligus pemilik butik di beberapa mall di kota-kota besar negeri ini.
Raia awalnya kaget karena user yang mewawancari dia ternyata bosnya sendiri. Alias Si Mas Ganteng Tukang Foto. Alias Raden Mas Ananda Nugroho Notonegoro (dulu Raia nggak paham kenapa orang Indonesia demen banget kasih nama panjang buat anak-anaknya, setelah tahu alasannya kenapa Pak Nanda punya nama sepanjang itu, dia makin melongo). Grogi banget dia, berkali-kali dia sampai ditegur kecil karena kelamaan diam waktu ditanya (karena dia sibuk memandang wajah ganteng calon bosnya itu). Syukurnya, dia diterima bekerja dengan pengalamannya yang sangat minim itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Entrance No Exit
RomanceSudah bekerja untuknya hampir dua tahun, tapi baru sekarang Nanda merasakan ketertarikan pada Salsa, karyawannya yang kalem dan cekatan. Namun siapa sangka, di balik ketenangan Salsa, gadis yang delapan tahun lebih muda dari Nanda itu menyimpan bada...
