8. Hadiah?

3.2K 290 19
                                        

Bunyi kecipak basah terdengar, pendingin mobil dinyalakan, namun udara malah semakin terasa panas. Mobil terlihat sedikit bergoyang dari luar, sementara dari dalam 2 orang pemuda terlihat sibuk bertukar saliva dengan penuh tuntutan nafsu. Lebih tepatnya, pemuda yang bertubuh lebih besar, mengungkung dan mengendalikan pemuda di bawahnya dengan penuh nafsu dna gairah yang membakar.

Harry terengah-engah, sangat kewalahan ketika Draco bergeliya diatas tubuhnya. Tangan kokoh dari pria itu, menyentuh setiap titik sensitif dari tubuh Harry. Membuatnya semakin mengerang dan mendesah hebat, kepalanya terasa pening dan menggigil sampai ke kulit.

"Eunghh... Dr-ay..." Bisikan lirih, membuat libido Draco semakin naik.

"Kamu sangat indah, sayangku. Benar-benar indah..." Suara yang berat dan dalam itu, berbisik di telinga Harry.

Sengatan listrik terasa bergetar pada tubuhnya, ketika Draco menjilat pelipis Harry dengan gerakan sensual. Pandangan dari netra silvernya tampak penuh pemujaan.

"Ber-ber...hen..ti... Eunghh..." Harry mencoba menahan lengan Draco yang ingin membuka kancing baju piyamanya. "A-ah..."

"Kenapa, huh?" Draco tidak memperdulikan Harry, tangannya mengusap setitik air mata di wajah itu.

Nafsu sudah sampai di ubun-ubun, Harry berkaca-kaca seolah terlihat ingin menangis, wajahaya memerah dan tersengat, seolah kehabisan nafas. Draco berhasil mengacaukannya hanya dengan beberapa sentuhan dan ciuman panas yang terasa membakar.

"Ugh..." Desiran liar semakin terasa saat Draco menyentuh kedua putingnya dan memilih pelan.

"Kenapa, hm?" Lidahnya terus menjilat dan memainkan puting Harry yang kemerahan, sementara tatapannya terus tertuju pada Harry.

Membuat Harry malu, dia memejamkan matanya dan netra hijaunya ditutupi bulu mata yang panjang dan indah.

"Kamu cantik... Benar-benar seksi."

Draco tidak bisa menahannya, dia benar-benar ingin menerkam Harry dibawah kendalinha, membuat pemuda itu melayang bersamanya.

"Tu-tunggu..." Tangannya menahan kepala Draco yang ingin kembali menjilati dadanya.

"Kenapa?" Draco menaikkan sebelah alisnya.

"Kita ti-tidak, bisa melakukannya disini bb-u-kan?" Suaranya nampak gugup.

Dia melepaskan kungkungan Harry, sementara Harry nampak kacau di bawahnya, sudah tidak memakai apapun, selain piyama yang tersampir asal-asalan.

"Kamu benar..." Senuman muncul di wajah tampannya. "Tapi aku tidak peduli, takkan ada orang yang bisa melihat disini."

Bukitnya sangat jauh dari perkotaan dan jarang orang yang datang kemari, bahkan tengah malam. Sementara dari atas bukit, kita bisa melihat pemandangan laut yang luas, ditambah kapal-kapal berlalu lalang begitu sibuk dari kejauhan.

"Draco!" Harry menjerit kaget saat pria itu membuka lebar pahanya.

Tertidur diantara jok mobil wollsdorf, sementara kamu menegangkan di hadapan pria. Harry memejamkan matanya malu, pipinya semakin merah saat, sementara peluh memenuhi pelipisnya, dia tidak pernah terbayang akan berada dalam posisi seperti ini.

"Ah..." Desahan kembali lolos di bibirnya.

Hari telunjuk Draco bermain pada lubang anal Harry, keluar masuk dan memainkannya secara lihai. Ekspresi ya nampak puas saat memandang Harry yang sudah terkendali penuh olehnya.

"Dr...ake..." Tangannya mencengkeram bahu Draco yang kuat sebagai pegangan.

Dirasa susah sedikit longgar, Draco kembali memasukkan satu hari tengahnya dan mengocok lubang Harry cepat, semakin cepat. Harry bergetar dan menggelinjang, jeritan terdengar di bibirnya. Air mata keluar, sensasi nikmat mendera tubuhnya terasa mengikis kulit, dia hampir gila.

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang