4. Flash Back

2.9K 324 11
                                        

Pada saat itu, awla Harry memasuki SMA dan baru saja umurnya menginjak usia 17. Usia yang baru matang untuk seorang remaja mendapatkan kartu SIM mengemudi pertamanya.

Harry tersenyum ceria, ketika orangtuanya akan mengadakan pesta ulangtahun. Keluarganya tidak selalu merayakan mewah setiap tahun sebenarnya, kadang hanya ucapan sederhana dan ibunya membuatkan cake cokelat kesukaan.

Tapi kali ini berbeda, sweet 17 sangatlah di tunggu banyak remaja. Jadi mungkin orangtuanya berpikir untuk di rayakan secara mewah, sebagai kenang-kenangan yang berkesan dan Harry setuju, meski awalnya menolak karena takut di anggap anak manja.

Tak apalah, toh hanya 2 kali seumur hidup. Yang pertama ulang tahunnya di umur 1 tahun dan yang ke 2 kalinya adalah sekarang di umur 17.

Wajahnya yang ceria dan senyuman tak pernah lepas dari wajahnya saat Harry memasuki Ballroom. Tapi sayangnya yang membuat Harry agak sedikit kecewa, Ron Weasley teman 1 geng-nya dan saudara Weasley yang lain tidak bisa datang karena mereka berlibur ke Mesir. Hanya Hermione yang bisa datang saja di hari spesialnya.

Ibunya bilang tidak udah sedih, karena dia juga mengundang anak-anak dari kolega bisnisnya untuk meramaikan ulang tahun Harry.

Jujur saja, saat memasuki Ballroom, Harry terpukau ketika melihat suasana yang sangat mewah, tempatnya disulap menjadi seperti  suasana Kerajaan era Victoria. Dia dan keluarganya menaiki podium dimana kue ulang tahunnya yang nampak seperti miniatur kerjaan berada. Senyum Harry berubah canggung, kesan ulang tahunnya yang ke 17 nampak seperti anak bujang yang manja.

Wajah kikuknya terambil oleh jepretan kamera. Berpikir jika konsep ulang tahunnya bukan seperti ditunjukkan untuk bujang, namun malah seperti ulang tahun gadis perawan yang memasuki masa pubernya.

Sementara James dan Lily mengapit tangan Harry penuh kebahagiaan, tidak memperdulikan Harry yang mulai tak terlihat nyaman.

Orang-orang dari kalangan atas itu, ikut meramaikan suasana dan bertepuk tangan saat melihat kedatangan Harry dan keluarganya.

Dari atas podium dia bisa melihat Hermione dan Pansy? Tunggu, kenapa ada Pansy Parkinson disini? Salah satu gadis yang Harry benci karena kecerewetannya.

Mata Harry yang tak fokus beralih pada sisisan meja tamu yang ternyata di duduki oleh Draco bersama komplotannya. Kenapa Ibunya harus mengundang mereka kesini, sih?  Hari bahagianya bisa kacau nanti.

Suasana nampak meriah, semenatara pembawa acara membuat suasana menjadi semenarik mungkin. Harry ingin segera pergi dari atas podium setelah meniup lilinya nanti. Dia malu dilihat oleh musuh bebuyutannya sendiri, jika ulang tahunnya diadakan seperti gadis. Harga dirinya yang keren, bisa jatuh nanti.

Tapi ketika Harry meniup lilin angka 17 yang sebesar wajahnya dan berniat untuk kabur. Pembawa acara malah memanggil sebuah nama keluarga, yang sangat Harry kenal. Karena anak dari keluarga itu merupakan musuh bebuyutannya.

"Silahkan untuk Tuan dan Nyonya Malfoy, menaiki panggung." Pembawa acara itu tersenyum sumringah. "Dan bintang lain pada malam ini, kita panggil Draco Malfoy."

Harry terdiam kikuk, ketika nama orang yang sangat di bencinya di panggil menuju panggung. Ibu dna Ayahnya tersenyum hangat saat menyambut Draco dan keluarganya.

Tunggu dulu, ini kan hari ulang tahunya. Kenapa keluarga Malfoy naik ke atas panggung? Apa urusannya. Atau jangan-jangan ada hal yang tak Harry ketahui?

Hanya bisa pasrah saat Harry ditarik Ibunya untuk berdiri di tengah-tengah keluarga dan bersanding bersama Draco. Netra hijaunya bisa menangkap Draco yang tersenyum tampan dan tenang, dalam artian senyumnya terlihat sangat licik, Harry bisa melihat itu.

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang