Sepanjang perjalanan pulang, Draco yang masih berada dalam mood buruknya sesekali meremas stir mobil dengan erat. Matanya menampakkan amarah, dan kekesalan yang terjadi juga karena sebagian kesalahannya sendiri. Dirinya dan Astoria memiliki sebuah perjanjian, bisa-bisanya gadis bodoh itu mengirim hal-hal tak senonoh yang pernah mereka lakukan kepada Harry? Draco semakin muak saat mengingatnya.
Menggeram kesal, bahkan secara tak sengaja tangannya membanting stir mobil ke arah kiri. Sehingga menciptakan arah kemudi yang berantakan dan menabrak salah satu mobil yang berada dalam jalur lain, sehingga membuat mobil itu sedikit terseret dan mengalami lecet pada bagian bamper juga pintu—sebuah kecelakaan ringan. Membuat pengemudi mobil Chevrolet keluaran lama itu marah dan menghadang jalan Draco segera untuk tidak kabur.
Draco mendengus saat melihat seorang pria berkisar umur 35 tahun keluar dari dalam mobilnya dengan wajah yang marah, bahkan mendekati Ferrari miliknya dan mengetik kaca mobil secara kasar dicampur dengan makian.
"Keluarlah bodoh! Apa yang ada di dalam otakmu?!"
Kaca mobil diturunkan, wajah angkuhnya masihlah tetap sama dan Draco menatap pemilik mobil Chevrolet itu dengan wajah sombongnya.
"Berapa banyak yang kau inginkan?"
"Huh?" Pemilik mobil itu kebingungan dan menatap Draco muak. "Bocah kurang ajar!"
"Aku bahkan bisa membeli mobil bututmu sebagai ganti rugi!" Tangannya membuka salah satu laci dashboard mobil dan mengambil beberapa gepok uang di dalam sana, lalu melemparnya pada si pemilik Chevrolet. "Ambilah, itu lebih dari cukup untuk membeli mobil baru!"
Sikap sombong itu semakin membuat pemilik mobil marah, "Kau menghinaku?!"
Mereka semakin menjadi tontonan publik dan Draco tidak peduli dengan reaksi pria di hadapannya. Dia kembali menutup jendela miliknya dan segera berlalu pergi, sembari menabrak mobil Chevrolet tua berwarna silver di hadapannya dengan keras sampai bagian depan mobil benar-benar hancur dan orang-orang berpikir jika mobil itu perlu di kirimkan ke CarCrusher dengan pemilik yang membeli mobil baru dari uang kompensasi.
.
.
.
.
Pada sebuah jalanan besar di tengah kota London dan gedung-gedung tinggi sebagai landscape-nya. Avery tersenyum kecil saat memandang siluet Harry yang menatap langit cerah di sore hari itu, merasakan debaran hangat di dada seperti masa-masa mereka berkencan tahunan lalu. Harry-nya duduk pada kap mobilnya sembari menatap langit dengan netra hijau indah yang berkilauan, dan selalu Avery sukai.
Segelas kopi dan satu cup ice cream dirinya ambil dari dalam mobil. Dengan iseng, Avery menempelkan cup Ice Cream itu ke pipi Harry, sehingga membuat anak itu terkejut.
"Pipiku dingin sekali." Harry tertawa kecil dan mengusap bekas dingin yang masih terasa di pipi.
"Ambilah, kita bisa menikmatinya sambil memandang langit."
Harry tersenyum kecil dan mengambil Ice Cream dari tangan Avery, "Kamu benar-benar tau kesukaanku."
Bagaimana Avery tidak tau? Jika selama ini sering Harry lakukan, selalu tercatat diluar kepalanya dengan baik, Avery tau banyak tentang Harry.
"Sudah lama aku tidak bertemu denganmu, bukan berarti aku melupakan semua tentangmu, Harry."
Seketika Harry terdiam, ada sesuatu yang dia pikirkan dalam kepalanya. Namun Harry segera menghilangkan pikiran tersebut dan menatap Avery dengan senyuman, meskipun Avery sadar akan perubahan itu.
"Terima kasih banyak, Ice Cream-nya enak sekali." Pada akhirnya dia mengalihkan pembicaraan dan Avery terlihat kecewa meskipun tidak kentara.
Bagaimanapun, pria itu sadar... Jika Harry telah lama ditinggalkannya tanpa banyak kata dan dia sendiri dengan egois meminta Harry untuk menunggunya meski tanpa kabar dan mengombang-ambingnya dengan harapan yang tak jelas, Avery sendiri yang banyak melakukan kesalahan disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil
RandomKeduanya menyimpan rahasia masing-masing secara rapat dari dunia luar. Yang mereka tau hanyalah Harry dan Draco yang menjadi Rival abadi. Harry sibuk dengan balapan motornya, sementara Draco si King Driftyang selalu mengawasi Harry dari belakang. H...
