14. Battle

963 97 16
                                        

Trek 21, Bandara tua bekas perang yang di nonaktifkan namun masih tetap berfungsi dengan baik. Orang-orang kaya akan memberikan banyak uang sebagai sewa kepada para penjaga bandara sebagai kompensasi.

Kedua mobil itu masuk kedalam area bandara, lalu berbelok menuju areal parkir bawah tanah. Jalanannya terlihat menurun dan berkelok, dengan sedikit lampu-lampu penerang yang terlihat usang.

Diam-diam Harry memegang seat belt dengan takut, sementara rasa cemas hinggap dalam kepalanya. Dia tidak yakin dengan apa yang akan terjadi setelah ini diantar dua orang laki-laki keras kepala yang saling bermusuhan dan tak mau mengalah—Harry khawatir.

"Jangan cemas sayang, kita akan baik-baik saja." Avery tersenyum tampan, melihat ketegangan Harry di sisinya. "Aku akan membuat Malfoy itu menyingkir darimu, setelah ini."

"Itu berlebihan, bahkan aku tidak setuju dengan ide pertandingan konyol malam ini."

Tapi Avery tertawa, seolah yang Harry katakan adakah lucu. "Percaya aku sayang, dia akan menyesal karena telah menyia-nyiakan mu."

Sejujurnya, Harry bahkan tidak suka dengan panggilan sayang Avery untuknya, itu terdengar asing dan aneh. Namun diantara rasa cemasnya, dia memilih untuk membiarkan dan fokus terhadap isi pikirannya.

Namun suara dentuman musik terdengar, dari arah depan, Harry bisa melihat lampu merah bamper belakang mobil mewah menyorot untuk membuat cahaya di kegelapan. Suara musik itu semakin keras, ketika dia melihat sisi kanan dan kiri terlihat berjajaran begitu banyaknya mobil lain dan orang-orang berpakaian modis menatap kedatangan mereka.

Tempat yang seharusnya sepi, sekarang terlihat seperti daerah perkumpulan club malam. Dengan para gadis penghibur yang bergelatut manja di atas mobil, bagaikan pajangan manekin untuk laki-laki berhidung belang, itu adalah pemandangan yang lumrah, tapi Harry jijik melihatnya.

Tangannya akan segera membuka pintu untuk keluar, namun Avery segera berlari dan membukakan pintu untuknya. Mengambil tangan Harry dan membawanya keluar secara hati-hati.

Dari sisi lain, Draco yang sudah keluar dari mobilnya segera menarik Harry secara paksa dari Avery, wajahnya nampak tidak bersahabat dan Netra Silver nya memicing tajam, seolah dia tidak mengizinkan siapapun untuk menye tuh tunangannya.

"Jangan percaya dengan wajah malaikat, terkadang iblispun tidak terlihat seperti yang kita pikirkan, Harry." Draco berujar pedas, dan pandangannya semakin menusuk, sementara pegangannya pada lengan Harry semakin erat.

"Santai saja Malfoy, kau pikir bisa menindasku dengan raut semacam itu?" Avery berkata ketus, lalu netra cokelat nya melihat ke arah sekeliling. "Jadi, ternyata kau sudah merencanakan semua ini?" Alisnya naik dan tersenyum remeh.

Semua seperti telah di rencanakan, tentu saja. Bagaimana tidak? Orang-orang sudah datang seperti telah siap untuk menonton pertandingan besar, pastilah Draco telah merencanakan semuanya.

"Tentu saja, karena aku ingin mereka menyaksikan bagaimana caraku mempermalukan dirimu hari ini." Dagunya naik dengan angkuh dan Draco tersenyum remeh.

"Aku tidak pernah seserius ini sebelumnya." Avery mendengus dan dia berkata kembali, "Kita lihat, siapa yang akan kalah disini?"

"Semua orang tau bahwa aku adalah Driver King, disini. Dan seorang Raja, tidak akan kalah oleh pecundang sepertimu."

Avery mendekat ke arah Draco, bahkan Harry bisa melihat percikan nyalang diantara keduanya dan dia semakin pusing, mereka benar-benar saling membenci.

"Kau mungkin adalah seorang Raja, tapi kau lupa, Malfoy..." Suaranya semakin rendah dan menusuk. "Bahwa aku adalah Raja dari segala Raja."

The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang