AFTER : Kembali Bertemu

102 9 1
                                        

Incheon Airport...

Seseorang baru saja sampai dan menghirup udara di negeri ginseng.

"Sudah lama aku tidak kemari. Terakhir kemari saat musim semi beberapa tahun lalu. Udaranya tetap sama."

"Hyunjin, mari, mobil kita ada di depan sana."

"Iya ayah."

Sesampainya di kantor, Hyunjin segera diperkenalkan oleh sang ayah kepada seluruh pegawai yang ada disana.

"Hwang Hyunjin ibnida, mohon kerja samanya." Ucap Hyunjin membungkuk 90°.

"Mulai hari ini dan seterusnya ia akan menggantikan pemimpin sebelumnya. Dan Hyunjin, perkenalkan dia Lee Jeno, yang akan menjadi sekertarismu. Jeno-shi, jika Hyunjin membuat onar, laporkan segera pada saya."

"Siap tuan."

Sementara para pegawai lain sibuk berbisik mengenai ketampanan Hyunjin.

Jeno mengajak Hyunjin berkeliling di sekitar kantornya, kantornya ini ternyata cukup luas. Bahkan sepertinya lebih luas daripada perusahaan yang di Australia.

"Apakah hari ini ada agenda?"

"Belum ada daepyeonim. Anda akan memiliki agenda di esok hari."

"Baguslah kalau begitu. Kalau begitu saya akan pulang terlebih dahulu, penerbangan dari Australia ke Korea tidaklah dekat, saya cukup lelah."

"Perlu saya antar?"

"Tidak usah, kembalilah bekerja."

"Baik Daepyeonim."

"Aku lelah sekali, sepertinya secangkir ice americano akan membuatku sedikit rilex."

Hyunjin pun memutuskan untuk pergi ke cafe terdekat di sekitar kantornya.

"Ketemu..!! No No Cafe? Unik sekali nama cafe ini."

"Eoseoweosaeyeo." Sapa salah satu pegawai yang ada di sana.

"Saya ingin memesan." Hyunjin

"Ah sebentar, saya panggilkan kasirnya. Kemana dia ini." Pegawai tersebut melangkahkan kakinya untuk memanggilkan kasir yang bertugas untuk melayani pemesanan. Tak lama seseorang datang dari arah dapur cafe.

"Maaf menunggu lama, ingin memesan ap.." Ucapan Axel terhenti begitu melihat Hyunjin yang saat ini berada didepannya.

"Lino Hyung..?" Hyunjin terkejut begitu melihat kasir yang dimaksud pegawai tadi adalah Axel.

"Hyunjin-shi? Kau? Bagaimana.."

"Lama tidak bertemu? Bagaimana kabarmu?" Hyunjin

"Aku.."

"Pertama, tolong buatkan pesananku dulu, ice americano 1."

"Ah,, baik Hyunjin, maaf." Axel segera mengetikan pesanan Hyunjin.

"Semuanya 3.500₩. Ada tambahan lain?"

"Sudah, itu saja. Aku akan membayar menggunakan kartu." Hyunjin pun memberikan black card nya kepada Axel dan membayar pesanannya.

"Ini kartunya. Pesanan sedang dibuatkan, silahkan menunggu" Ucap Axel memberikan kembali black card milik Hyunjin.

"Terimakasih."

"Jadi kau bekerja di sini?"

"Hanya paruh waktu. Sorenya aku bekerja di salah satu agensi hiburan sebagai choreograper"

"Kau suka dence?"

"Hanya itu yang aku bisa."

"Kau menyukai dance ya?" Tanya Hyunjin kemudian dibalas dengan anggukan Axel.

"Aku senang kau sudah memilki pekerjaan seperti ini. Kau hidup dengan baik setelah terakahir kali kita bertemu."

Hyunjin tidak tahu saja, beberapa bulan setelah kepergiannya kondisi Axel sempat menurun. Dia terus terusan mengharapkan Hyunjinnya kembali padanya.

"Pesanan atas nama Hyunjin" Ucal salah satu pegawai lainnya.

Hyunjin pun mengambil pesanannya tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada pegawai tersebut.

"Kau memiliki ponsel?" Tanya Hyunjin pada Axel.

"Ada"

"Aku pinjam sebentar boleh?"

Axel memberikan ponselnya pada Hyunjin. Hyunjin pun mengetikkan nomornya di ponsel Axel kemudian mencoba menghubungi nomor tersebut menggunakan ponsel Axel. Ponsel Hyunjin pun berdering menampilkan deretan nomor. Dengan segera Hyunjin menyimpan nomor ponsel Axel dan kembali memberikan ponselnya pada pemiliknya.

"Itu nomorku. Aku akan menghubungimu saat aku sedang tidak sibuk. Senang bisa bertemu denganmu kembali." Hyunjin mengusak surai Axel dengan lembut dan pamit. Sementara Axel dibuat kembali berdebar dengan perilaku Hyunjun padanya barusan. Dapat disimpulkan bahwa perasaanya pada Hyunjin masih sama walaupun sudah 4 tahun mereka tidak bertemu dan bahkan tidak saling memberi kabar.

Setelah kepergian Hyunjin, tiba tiba Axel meneteskan air matanya. Axel merindukan usakan lembut itu.

'Aku juga sangat senang bisa bertemu denganmu lagi Hyunjin, aku merindukanmu.' Batin Axel.

Malam harinya..

Pandangan Axel terus tertuju pada ponselnya, ia tengah menantikan panggilan dari seseorang yang begitu ia rindukan. Axel sempat memberi tahu ibunya jika Hyunjin kembali. Tapi sang ibu tetap mengingatkannya untuk tidak terlalu berharap padanya. Walaupun Hyunjin kembali belum tentu ia akan dapat membalas perasaannya yang ia pendam seleama hampir 4 tahun lebih. Bahkan sang ibu menyuruhnya untuk memberikan batasan terhadap Hyunjin. Sang ibu hanya tidak ingin ia sakit hati karena perasaanya pada Hyunjin belum tentu terbalas. Walaupun demikian, setidaknya Axel ingin Hyunjin mengetahui bahwa ia begitu merindukannya. Beberapa saat kemudian ponselnya berdering. Seseorang yang sedaro tadi Axel tunggu akhirnya benar benar menghubunginya.

Incoming Call Hwang hyunjin

"Halo?"

"Lino Hyung, kau belum tidur? Apa aku menganggumu?"

"Belum Hyunjin. (Aku sedang menunggu panggilan darimu)."

"Mau menemaniku jalan jalan? Sudah lama aku tidak kemari. Tapi jika kau lelah tidak apa apa, aku tidak akan memaksa".

"Baiklah, aku mau."

"Terimakasih. 10 menit lagi aku akan menjemputmu. Sampai bertemu nanti".

"Hmm.."

Tut tut tut...Panggilan berakhir.

AFTER : My Happy EndingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang