Comback Home

80 8 0
                                        

Setelah mereka akhirnya saling mengungkapkan perasaan masing masing, hubungan mereka mulai menuju ke arah yang lebih serius. Dapat dikatakan saat ini Axel merupakan calon pendamping hidup Hyunjin. 1 bulan setelah Hyunjin mengungkapkan perasaanya pada Axel dan melamar Axel walaupun tanpa cincin, Hyunjin mendadak harus kembali ke Australia untuk alasan pekerjaan. Mau tidak mau Hyunjin harus meninggalkan Axel untuk 1 minggu kedepan. Sebelum Hyunjin pergi dia sempat berkata "Maafkan aku karena lagi lagi harus meninggalkanmu. Aku ada urusan pekerjaan dan kemungkinan akan menghabiskan waktu selama kurang lebih 1 minggu di Australia. Kantor ayah sedikit bermasalah. Kau tidak apa apa kan? Setelah urusanku selesai aku akan segera kembali." Begitulah yang dikatakan Hyunjin pada Axel.

"Aku tidak apa apa, berhati hatilah di perjalanan dan kabari aku jika sudah sampai".

"Terimakasih."

Dan Hari ini merupakan kepulangan Hyunjin dari Australia. Seharusnya ia kembali 3 hari lalu, tapi karena masih ada yang belum terselesaikan akhirnya dia tidak jadi pulang saat itu.

Sekarang waktu menunjukan pukul 15.00 KST, waktunya Axel pulang dari cafe tempat ia bekerja.

Ketika sedang diperjalanan pulang, tiba tiba rintik hujan mulai berjatuhan. Axel menyempatkan diri untuk melihat langit langit Seoul yang saat ini sudah sedikit gelap tertutup awan mendung. Sepertinya hujannya akan sangat deras. Ia pun menutup kepalanya menggunakan kedua tangannya agar hujan tidak terlalu membasahinya. Ketika Axel berniat untuk mempercepat langkahnya, kemunculan seseorang yang menggunkan sebuah payung berwarna army sedikit mengejutkannya.

"Lino-hyung?" Ternyata seseorang yang berada di depannya dengan menggunakan sebuah payung itu adalah Hyunjin, kekasihnya.

Hyunjin pun berjalan cepat menuju Axel dan langsung memeluknya. Kini mereka berdua sudah ikut terlindungi dari rintik hujan, Hyunjin memeluk sang pujaan hati dan memayunginya.

"Apa aku terlambat? Maaf karena baru bisa kembali hari ini. Ternyata masih ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan sepenuhnya dan membuatku harus tinggal sedikit lebih lama lagi di Australia. " Ucap Hyunjin sambil masih memeluk Axel.

"Tidak. Aku tahu kau akan kembali. Kau selalu seperti itu." Ucap Axel kemudian membalas pelukan Hyunjin.

Setiap musim hujan, Axel selalu saja lupa membawa payung dan berakhir selalu Hyunjin yang menyempatkan waktunya untuk menjemput sang pujaan hati dengan membawakan payung untuknya.

Mereka pun akhirnya berjalan bersama menembus derasnya hujan sambil bergandengan. Sebelah tangan Hyunjim menghandeng Axel dan sebelahnya lagi masih bertugas memegangi payung tersebut.

Kediaman Hyunjin..

Saat ini mereka baru saja sampai setelah menembus derasnya hujan diluar sana. Mereka merapatkan diri di sofa sembari menikmati secangkir coklat panas dan pertunjukan film favorit mereka. Sampai akhirnya Hyunjin meninggalkan Axel di sofa untuk mengambil sebuah barang. Hyunjin kembali dengan kedua tangan yang sudah disembunyikan dibelakangnya. Melihat hal tersebut Axel mulai bertanya tanya.

"Kau mau menyembunyikan sesuatu dariku ya?"

"Tidak. Justru aku ingin memberimu sesuatu bukan menyembunyikan sesuatu."

"Jeongmal? Geuge mwoya. Seonmul? Tapi ini bukan hari ulang tahun ku? Atau oleh oleh dari Australia?"

Hyunjin menggelang.

"Myoya..parlli marlhae. Jangan membuatku penasaran"

Hyunjin kembali mendudukan diri diasmping Axel dan menunjukan apa yang  akan ia berikan.

Hyunjin kembali mendudukan diri diasmping Axel dan menunjukan apa yang  akan ia berikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebuah cincin dengan desain yang cukup sederhana sesuai dengam selera Axel.

"Itu sangat cantik, ini.."

"Utang".

"Nae?"

"Saat aku melamarmu aku bilang cincinnya menyusul kan? Itu sebabnya kebapa aku memberikan ini"

Axel terkekeh.

"Apa apaan itu. Ada ada saja kau ini."

"Apa kau suka? Aku tidak tahu kau suka model yang seperti apa. Ini aku hanya asal memilihnya saja. Kulihat modelnya sangat simpel dan sepertinya sesuai demganmu. Tapi kalau tidak sesuai kita bisa mendatangi toko perhiasan lain dsn meminta mereka mendesainkan secara khusus untuk pernikahan kita nanti. Ini.."

Cup

Belum selesai berucap, Axel segera membungkan bibur Hyunjin dengan ciumannya. Dan Hyunjin hanya bisa membelalakan matanya melihat aksi dari sang pujaan hati

"Aku suka."

"Benarkah?" Ucap Hyunjin dan Axel hanya menjawabnya dengan anggukan.

"Kalau begitu berikan tanganmu, aku akan memakaikannya." Axel pun dengan senang hati memberikan tangan kirinya pada Hyunjin dan Hyunjin menyematkan cincin tersebut di jari manis Axel.

"Wah, sangat cocok di jarimu. Pandai juga aku memilihnya. Ini adalah sebagai bukti keseriusanku akan hubungan kita. Aku akan segera menemui orang tua mu dan meminta ijinpada mereka untuk mengambilmu dan menjadikanmu sebagai pendamping hidupku." Ucap Hyunjin.

Mata Axel sudah berkaca kaca. Dia belum pernah merasa sebahagia ini dalam hidupnya. Dengan segera ia memeluk Hyunjin begitu erat.

"Hiks.. terimakasih." Axel pun melepas peluakannya setelah dirasa cukup. Ia kembali memandangi cincin yang sudah tersemat dengan begitu cantiknya di jari manisnya.

"Ini sangat cantik." Ucap Axel yang atensinya masih tertuju pada cincin yang melingkar di jari manisnya.

Hyunjin meraih tangan kiri Axel dan mengecup tepat pada cincin yang tersemat di jari manis Axel.

"Tetaplah bersamaku hingga akhir."

"Saranghae Hyunjin-ah"

"Nado Saranghae Lino Hyeong".

Mereka mengakhiri percakapan mereka dengan saling melumat satu sama lain. Awalnya Axel yang lebih dulu melumat bibir Hyunjin kemudian Hyunjin membalasnya dengan senang hati.

Perasaan ini, perasaan yang membuat Axel berdebar setiap kali melakukan kontak fisik dengan Hyunjin. Axel menyukai perasaan berdebar ini. Sungguh Axel benar benar tidak ingin Hyunjin pergi darinya. Hyunjin sudah seperti rumah untuk Axel sekarang. Rumah tempatnya untuk kembali. Begitupun sebaliknya. Axel sudah menjadi tempat Hyunjin untuk berpulang, tempatnya untuk membagi keluh kesahnya. Saat ini Hyunjin hanya ingin banyak menghabiskan waktu bersama Axel, seseorang yang entah sejak kapan sudah menjadi dunianya. Hyunjin begitu mencintainya.

____

AFTER : My Happy Ending (Season 2 Belum Usai)

AFTER : My Happy EndingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang