AFRAID : Kembalinya Dia

80 8 0
                                        

Axel masih berusaha melarikan diri dari Changbin. Hingga tiba tiba sebuah mobil melintas di depannya dan hampir menabrak Axel. Axel yang terkejut pun menjatuhkan diri. Sang pengemudi oun segera keluar untuk memastikan apa yang hampir saja ia tabrak.

"Maafkan saya, anda tidak apa apa?"

Suara tersebut tidak begitu asing di telinga Axel.

"Hyunjin.."

"Lino Hyeong? Apa yang terjadi, kau tidak apa apa?" Hyunjin terkejut begitu melihat Axel seperti ketakutan

"Selamatkan aku, kumohon, tolong aku..!! Dia kembali. Dia menemukanku Hyunjin, apa yang harus kulakukan. Aku takut..!! Aku tidak ingin dia membawaku kembali, tolong aku..!!"

"Pertama mari masuk ke mobil ku, kita berbicara di dalam. Aku akan mengantarmu." Hyunjin pun membawa Axel masuk ke dalam mobilnya. Axel masih saja ketakutan. Di dalam mobil ia terus saja menangis.

"Sekarang coba kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Hyunjin.

"Aku tidak tahu Hyunjin, saat itu seperti biasa aku sedang bekerja di cafe, tapi tiba tiba ia datang bersama salah satu anak buahnya. Ia menyuruhku untuk melarikan diri. Jika sampai aku tertangkap ia tidak akan melepaskanku lagi."

"Kau tenang, sekarang sudah ada aku. Aku akan mengantarmu pulang."

"Tapi bagaimana jika ia mendatangi rumahku?"

"Nanti kita bicarakan terkait hal itu."

Sementara itu, disisi lain...

"Tuan kita kehilangan jejaknya. Bagaimana sekarang?" Ucap salah satu anak buah Changbin.

"Tidak perlu cemas. Kita pasti akan menemukannya. Dia tidak akan jauh jauh dari Seoul. Tunggulah sebentar. Aku akan kembali mendapatkanmu Axel. Sebaiknya kita kembali terlebih dahulu. Ayo" Ucap Changbin.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali terlebih dahulu.

Kediaman Axel...

Melihat Axel datang dengan raut wajah ketakutan, tentu saja sang ibu cemas.

"Hyunjin-shi, sebenarnya apa yang sudah terjadi, ada apa dengan Axel?"

"Pertama kita antarkan dulu Lino Hyung ke kamarnya. Saya akan menjelaskan semuanya nanti."

Hyunjin pun mengantarkan Axel pergi ke kamarnya.

"Kau harus istirahat Hyeong, tidurlah." Hyunjin pun membantu menidurkan Axel kemudiam membantu menyelimutinya. Ketika Hyunjin ingin pergi Axel tiba tiba menahan tangannya.

"Kau mau kemana Hyunjin? Jangan tinggalkan aku. Aku takut"

Hyunjin kemudian mengusap surai Axel mencoba menenangkannya.

"Aku tidak aka kemana mana? Aku akan berada dibawah menemani ibumu. Ada yang harus aku katakan padanya. Jangan takut."

Axel pun berhasil di tenangkan. Ia mulai tertidur dengan ditemani Hyunjin. Setelah memastikan Axel sudah tertidur, Hyunjin pun segera turun dari kamar Axel dan menemui ibunya Axel yang sudah menunggu Hyunjin di ruang keluarga.

"Hyunjin-shi, sebenarnya apa yang sudah terjadi?" Tanya ibu Axel pada Hyunjin. Dan Hyunjin pun mulai menceritakan semuanya. Tentu saja ibunya Axel terkejut begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan Hyunjin.

"Lalu bagaimana sekarang Hyunjin? Apa yang harus kita lakukan. Bagaimana pria itu bisa mengetahui keberadaan Lino. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika sampai Lino tertangkap lagi olehnya."

"Untuk sementara aku akan tinggal disini, kau tidak perlu khawatir aku tidak akan membiarkan Lino hyeong kembali tertangkap olehnya."

'Hyunjin, anak ini apa bisa di andalkan? Apa membiarkannya tetap disamping putraku adalah keputusan terbaik? Bagaimana jika dia kembali meninggalkan putraku? Tapi dalam kondisi seperti ini kurasa membiarkannya tetap disamping putraku adalah keputusan yang tepat. Saat ini hanya Hyunjin yang bisa kupercayai untuk menjaga Lino.' Batin ibu Lino.

"Baiklah, kalau begitu aku akan mengijinkanmu untuk tinggal disini sementara waktu dan menjaga Lino. Tapi jika sampai Lino terluka, kau adalah oramg pertama yang akan kusalahkan."

"Aku mengerti, terimakasih karena sudah mempercayaiku untuk menjaga putramu."

"Kau bisa tidur di sofa di kamar Lino, aku yakin jika ia bangun ia akan mencarimu. Temani dia, tapu ingat jangan sampai berani macam macam"

"Aku mengerti."

______

"Hyunjin..!!!"

Teriakan Axel membangunkan Hyunjin yang saat itu sudah tertidur pulas. Hyunjin yang sudah terbangun dari tidurnya pun dengan segera menghampiri Axel dengan posisi Axel sidah terduduk di atas kasur dengan kondisi nafasnya yang tidak beraturan.

"Hyeong, neo gwencanha?" Ucap Hyunjin pada Axel. Dan Axel langsung memeluk Hyunjin. Saat ini Axel benar benar ketakutan. Entah mengapa ini mengingatkan Hyunjin pada kondisi Axel 4 tahun lalu. Hyunjin takut kondisi Axel kembali seperti 4 tahun lalu.

"Ada apa Hyeong? Kau bermimpi buruk?"

"Aku bermimpi kau kembali meninggalkanku."

"Bukankah aku sudah bilang aku tidak akan kemana mana. Kau tidak perlu takut."

Kemudian Axel melepaskan pelukannya.

"Aku mohon jangan pergi."

"Aku tidak akan pergi."

"Kau berjanji."

"Eummm..aku janji. Sekarang kembalilah tidur, ini masih malam." Axel pun mencoba kembali tidur dengan tangannya yang tetal memegang  pakaian yang Hyunjin kenakan. Axel benar benar takut Hyunjin akan meninggalkannya. Karena itu dia tidak ingin melepaskan tangannya dari pakaian Hyunjin.

'Apa yang harus aku lakuian, kenapa semuanya jadi seperti ini. Bagaimana bisa pria itu kembali bahkan sampai berhasil menemukan Axel.' Batin Hyunjin.


AFTER : My Happy EndingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang