Pagi hari nya seperti yang di janjikan, Hyunjin benar benar datang ke kediaman Axel untuk menjemputnya. Begitu pintu diketuk, seorang wanita paruh baya membukakan pintu tersebut.
"Selamat pagi, Eomonim."
"Mencari Lino?"
"Iya. Hari ini saya akan mengantarkan Lino hyung ke cafe tempatnya bekerja"
"Masuklah, Lino sedang bersiap, tunggu di dalam."
"Terimakasih" Hyunjin pun memaauki kediaman Axel. Semua maaih terlihat sama saat terakhir kali Hyunjin mengantarkan Axel bertemu ibunya.
"Mau ku ambilkna minum?" Tanya wanita paruh baya itu menawarkan minum pada Hyunjin.
"Tidak usah repot repot eomonim."
"Kau, sampai kapan kau akan berada di Korea?"
"Maksud anda?"
"Kau berniat kembali lagi ke negaramu atau menetap disini"
"Itu.."
"Jika kau berniat untuk kembali lagi ke negara asalamu sebaiknya jauhi putraku."
"Saya.."
"Aku tidak ingin putraku selalu berharap padamu."
"Eomonim geugo.."
"Jauhi putraku, katakan padanya untuk berhenti berharap padamu, katakan padanya kau tidak memiliki perasaan apapun padanya. Katakan padanya kau membencinya, karena dengan begitu putraku tidak akan mengharapkanmu lagi. Berhenti bersikap baik pada putraku. Pikirkan baik baik apa yang baru saja ku katakan."
"Apa yang sedang kalian bicarakan. Serius sekali sepertinya" Axel tiba tiba datang dari arah kamarnya.
"Linoya, sejak kapan kau berdiri disana"
"Baru saja. Kenapa memangnya?"
'Kurasa ia tidak mendengar percakapan ku dengan Hyunjin. Baguslah.' Batin sang ibu.
"Hanya membicarakan ini dan itu. Pembahasan yang tidak begitu penting. Sudah, sebaiknya kau segera berangkat sebelum terlambat." Ucap sang ibu pada Axel.
Di perjalanan..
Setelah mendengar ucapan ibunya Axel, sepanjang perjalan Hyunjin hanya diam. Dia terus memikirkan perkataan ibunya Axel. Axel menyadari ada yang tidak beres dengan Hyunjin. Ia jadi mengingat perkataan sang ibu beberapa hari lalu yang mengatakan bahwa ia harus menjaga batasan dengan Hyunjin.
"Hyunjin-ah?"
"Nae Hyung, wae?"
"Apa terjadi sesuatu saat kau menunggu tadi? Apa ibuku mengatakan hal yang menganggu pikiranmu?"
"Tidak kok. Aku baik baik saja."
"Kau tahu jika seseorang tidak bisa fokus pada suatu hal, itu berarti ia sedang banyak memikirkan sesuatu."
"Tidak ada kok."
"Bahkan saat ini pun kau sudah melewati cafe tempatku bekerja. Kau tidak bisa fokus."
"Apa? Apakah terlewat? Ah maafkan aku Hyung. Kita putar balik saja ya, aku.."
"Tidak Hyunjin. Kita tidak akan pergi sebelum kau mengatakan apa yang serang kau pikirkan."
Hyunjin mengusak rambut Axel lembut.
"Tidak ada kok. Aku baik baik saja."
"Baiklah jika kau belum mau berbicara. Biar aku saja yang bicara."
"Eoh..bicaralah."
"Apa ibuku mengatakan hal yang tidak tidak?"
"Ah, tid.."
"Bisakah kau mengabaikan perkataan ibuku tadi? Apapun yang ia katakan jangan dengarkan dia."
"Apa kau mendengar apa yang kami bicarakan tadi?"
"Aku tidak mendengarnya. Tapi aku bisa menebak apa yang kalian bicarakan"
"Pertama, kita putar balik, kau sudah terlambat. Maafkan aku."
'Dia mencoba mengalihkan pembicaraan' Batin Axel.
_____
Malam hari...kantor tempat Hyunjin bekerja.
Hyunjin masih disibukan dengan beberapa berkas di tangannya, beberapa hari setelah kejadian tersebut, Hyunjin benar benar belum mengabari Axel kembali. Hyunjin benar benar terganggu dengan perkataan ibunya Axel beberapa tempo lalu.
"Ani..kenapa aku tidak boleh dekat dekat dengan Lino hyung? apa ibunya berpikir aku hanya akan menyakitinya saja jika terus berada di dekatnya.? Auh..molla, sebaikanya aku kembali bekerja. Geundae sudah beberapa hari ini aku belum menghubunginya lagi, apa dia akan baik baik saja? Dia tidak mungkin menunggu panggilan dariku kan?" Hyunjin mendumel.
Dilain sisi Axel selalu melihat ke arah ponselnya. Ia menunggu panggilan dari seseorang. Padahal ini sudah malam tapi Axel masih berada di cafe tempatnya bekerja, harusnya sekarang ia sudah berada di salah satu agensi hiburan untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang choreograper.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Hyunjin sepertinya menjauhiku. Ibu, apa yang sebenarnya kau katakan pada Hyunjin waktu itu."
Kring..
Bunyi lonceng yang tergantung di pintu cafe saat seorang pelanggan datang.
"Hyunjini..aniguna" Ucap Axel begitu melihat seseorang yang familiar memasuki cafe. Melihat orang tersebut Axel tiba tiba ketakutan.
"Hyunjiniga nugundae? Kekasih barumu?"
"Kau..bagaimana bisa.."
"Bagaimana bisa aku menemukanmu? Wae? Tunanganmu datang, kau tidak ingin memeluku? Padahal aku merindukanmu. Hampir 4 tahun lebih aku mencarimu. Aku tidak menyangka ternyata kau berada di Korea, bertemu ibumu?"
"Pergi..!!! Jauhi aku, kumohon.."
"Kau takut..? Akan kuberikan waktu 15 detik. Larilah semampumu dan jangan sampai tertangkap. Jika kau tertangkap maka kau tidak akan pernah bisa kembali lagi"
Axel pun mulai melarikan diri.
"Bagaimana dia bisa kembali? Bagaimana bisa dia menemukanku? Sekarang aku harus kemana?" Ucap Axel di sela sela pelarian dirinya. Dalam pelariannya saat ini, hanya Hyunjin yang ada di pikiran Axel. Ketika Axel ingin menghubungi Hyunjin, ponselnya tiba tiba terjatuh. Saat Axel akan mengambil ponselnya yang terjatuh, Changbin sudah berada di belakangnya. Niatanya untuk mengambil ponsel ia urungkan kemudian ia melanjutkan pelariannya. Axel tidak ingin tertangkap lagi untuk yang kedua kalinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.