My Happy Ending : Hiduplah Bersamaku

108 9 3
                                        


Paginya Axel terbangun dalam keadaan yang begitu ceria tidak seperti kemarin.

"Morning" Sapa Axel pada Hyunjin.

"Morning. Ada apa dengan ekspresimu itu? Pagi ini sangat cerah sekali wajahmu itu. Apa terjadi suatu hal yang baik?"

"Aku hanya bermimpi."

"Mimpi?"

"Hmm, sangat indah. Mimpi yang bagus."

"Apa yang kau mimpikan sampai raut wajahmu begitu baik pagi ini?"

'Apa mungkin ini saat yang tepat untuk mengatakan perasaanku padanya. Tapi bagaimana jika aku ditolak? Ah aku tidal peduli, aku tidak ingin menyesal nantinya karena tak kunjung mengungkapkan perasaanku padanya' Batin Axel.

"Kau"

"Aku? Kau memimpikanku?"

"Hmm.."

"Mwoya..apa yang kau mimpikan tentang aku?"

"Kau mengatakan kau mencintaiku dan mengecup kening ku."

"Begitu kah?"

"Hmm..Hyunjin-ah sebenarnya aku.."

"Itu bukanlah mimpi."

"Nae?"

"Semalam aku memang mengatakan bahwa aku mencintamu"

"Hyunjin-ah, kau jangan bercanda"

"Kenapa? Kau tidak mencintaiku? Apakah cintaku bertepuk sebelah tangan? Sayang sekali kalau begitu"

"Tidak bukan seperti itu, hanya saja"

"Apa aku kurang romantis? Aku tidak terlalu pandai mengekspresikan perasaanku. Kau juga tahu itu kan?"

"Tapi kenapa kau harus mengatakannya saat aku tertidur? Makannya aku pikir itu hanyalah mimpi."

"Molla. Aku hanya malu jika mengungkapkannya secara langsung. Sepertinya begitu."

"Hyunjin kau.."

"Jja, sekarang aku perlu jawabanmu?"

"Jawaban apa?"

"Bukankah aku bilang aku mencintaimu? Jadi kau harus menjawabku. Apa cintaku padamu benar benar bertepuk sebelah tangan?"

"Apa yang kau katakan. Aku juga mencintaimu."

"Benarkah?"

"Hmm.."

"Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku. Sudah ku katakan aku sudah tidak ingin mencari kekasih. Aku ingin menjalani hubungan dengan benar benar serius kali ini. Alih alih menjadi kekasihku, bagaimana jika kau hidup bersamaku? Aku membutuhkanmu untuk mendampingi hidupku dalam waktu yang lama. Hiduplah bersamaku Lino Hyeong, aku berjanji akan membuatmu bahagia. Aku tidak akan membuatmu kesakitan lagi. Aku akan menarikmu keluar dari lubang penderitaan yang sudah kau alami selama 4 tahun ini. Kau mau kan?"

"Apa saat ini kau sedang melamarku?"

"Anggap saja begitu, tapi cincinnya menyusul ya, ㅋㅋㅋ"

"Lamaran macam apa itu, bahkan sampai cincinnya harus menyusul, ㅋㅋㅋ"

"Jja eottae? Mah menerimaku? Aku akan membuat cerita kita berdua ini menjadi Happy Ending, aku dan kamu sudah banyak melalui masa masa sulit dan menyedihkan. Saatnya kita berdua memiliki akhir yang bahagia" Ucap Hyunjin mengulurkan tangannya tak lupa 1 lututnya sudah ia tekuk.

"Ini bukan mimpi kan?"

"Mau memukulku?"

"Nae?"

"Untuk memastikan ini mimpi atau bukan. Atau mau aku saja yang memukulmu? ㅋㅋㅋ"

"Kau berani memukul yang lebih tua?"

"Tentu saja tidak. Aku hanya bercanda"

Axel menganggukan kepalanya. Kemudian menerima uluran tangan Hyunjin.

"Aku mau."

Hyunjin mulai berdiri kemudian menarik Axel ke dekapannya. Diraihnya tengkuk yang lebih tua oleh yang lebih muda kemudian dikecupnya bibir yang lebih tua. Yang lebih tua hanya bisa membelalakan matanya masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Hyunjin melepaskan ciumannya terhadap Axel. Merasa itu belumlah cukup untuk Axel dengan segera Axel kembali mendekatkan tubuhnya pada Hyunjin. Ditariknya kedua pipi yang lebih muda oleh kedua telapak tangan yang lebih tua sebelum akhirnya yang lebih tua mulai melesakan ciumannya pada yang lebih muda. Ditariknya pinggang yang lebih tua oleh yang lebih muda untuk bisa memperdalam ciuman mereka. Yang lebih tua pun segera mengalungkan lengannya pada pudak yang lebih muda sebelum akhirnya mereka saling melumat dan melesakan lidahnya ke dalam rongga masing masing. Dalam ciumannya Axel sempat meneteskan setitik air mata yang sudah jelas merupakan air mata kebahagiaan. Axel benar benar mencintai Hyunjin dan begiti bahagia karena selama 4 tahun itu penantiannya tidaklah sia sia. Akhirnya Axel bisa mendapatkan cintanya Hyunjin setelah 4 tahun ia terus mengharapkan hal tersebut.

Mereka pun melepaskan ciuman tersebut.

"사랑해 리노 형"

"Katakan sekali lagi Hyunjin."

"Aku mencintaimu Axelino Regantara, maaf karena aku terlambat menyadari semuanya."

"Aku juga mencintamu Hwang Hyunjin. Terimakasih sudah mau membalas perasaanku."

Hyunjin kembali memeluk Axel. Mari kita doakan semoga hanya kebahagiaanlah yang selalu menyertai mereka berdua.

"Dan mengenai Changbin, kau tidak usah takut lagi, dia tidak akan pernah menganggumu lagi."

"Sudahlah, kali ini aku sudah memilikimu. Aku tidak perlu terlalu takut jika harus menghadapinya sekarang."

"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi Hyeong"

"Aku percaya. Kau selalu menepati janjimu, dan aku berterimakasih untuk hal itu. Terimakasih karena kau selalu menepati janjimu padaku."

"Aku berjanji padamu, jika suatu saat aku pergi pun aku akan kembali padamu. Karena mulai saat ini kau akan menjadi alasanku untuk kembali. Kau rumahku. Karena pekerjaanku, aku bisa saja sewaktu waktu harus pergi meninggalkanmu untuk dinas ke luar kota ataupun luar negeri. Karena itu bertahanlah. Bersabarlah dengan hubungan kita yang seperti itu. Tunggu aku, setelah kita menikah nanti aku akan selalu membawamu kemana pun aku pergi"

"Aku bahkan bisa menunggumu selama apapun itu. Kau tidak perlu menyuruhku untuk menunggumu. Saat aku memutuskan untuk mencintaimu, aku memilihmu sebagai pelabuhan cinta terakhirku dan tidak akan ada yang bisa menggantikanmu."

"Terimakasih. Aku pun seperti itu."

*sisa 3 chapter lagi, sorry kalau ceritanya terlalu monoton🙃

AFTER : My Happy EndingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang