Setelah pernikahan dilakukan, hubungam mereka masih seperti itu saja. Dalam artian kontak fisik yang sering dilakukan hanya sebatas ciuman dan tidak pernah lebih dari itu. Pernah beberapa kali Hyunjin hampir saja hilang kendali terhadap Axel, bahkan Hyunjin hampir menyentuhnya. Axel merasa setiap kali Hyunjin ingin menyentuhnya ia seperti selalu menahan dirinya untuk tidak sampai melakukan hal yang lebih dari sebatas ciuman.
Sikap Hyunjin yang seolah seperti selalu menahan diri atas Axel membuat Axel bertanya tanya dan menimbulkan kesalah pahaman pada Axel dan berujung menuduh Hyunjin yang tidak tidak.
"Hyunjin-ah, mau berbicara 4 maya denganku? Ada yang ingin kutanyakan." Tanya Axel pada Hyunjin.
"Tentu saja. Mari."
Ruang tengah..
"Baikalah, memangnya apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Hyunjin sambil memberikan senyuman terbaiknya.
"Apa kau benar benar mencintaiku?" Mendengar pertanyaan dari Axel senyuman dari wajah Hyunjun hilang begitu saja"
"Apa maksudmu? Apa kau tidak mempercayaiku?"
"Awalnya aku percaya, tapi melihat sikapmu padaku beberapa waktu lalu entah kenapa muncul keraguan di diriku mengenai cintamu padaku."
"Apa yang saat ini sedang berusaha kau bicarakan? Kau tidak percaya bahwa aku benar benar mencintaimu? Jika aku tidak mencintaimu untuk apa menikahimu?"
"Jadu maksudmu kau menyesal menikahiku begitu?"
"Tidak ada yang mengatakan hal seperti itu. Sekarang aku tanya, ada apa dengan sikapku beberapa waktu lalu sampai membuatmu meragukan perasaanku padamu?"
"Kau menghindariku."
"Menghindarimu? Kapan? Aku tidak pernah menghindarimu sedikitpun. Coba jelaskan pelan pelan agar aku mengerti. Apa aku membuat kesalahan padamu?"
Axel mulai meneteskan air matanya.
"Aku merasa kau selalu menahan diri atas diriku."
"Menahan diri? Menahan diri untuk apa?"
"Untuk menyentuhku..!!"
Tiba tiba Hyunjin mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Saat itu ia dan Axel sedang berada si rooftop. Axel dikejutkan dengam Hyunjin yang tiba tiba saja mulai memlukinya dari belakang dan berakhir Hyunjin menciumi seluruh permukaan wajah Axel sampai ciumannya turun ke leher putih Axel dan meninggalkan beberapa tanda kepimilikan disana. Setelah itu Hyunjin menjilat bahkan menggigiti telinga Axel sampai membuat Axel meloloskan desahannya.
Setelah ia mendengar Axel mendesah ia dengan segera melepaskan diri dari Axel dan meninggalkan Axel dengan wajahnya yang sudah memerah. Hyunjin hampir saja hilang kendali atas Axel. Karena itu ia langsung melarikan diri. Ia takut Axel tidak nyaman dengan sikapnya barusan.
"Ah, itu, aku.."
"Kau bahkan seperti itu sudah beberapa kali. Apa kau merasa jijik padaku yang pernah dilecehkan? Kau tidak nyaman dengan itu karenanya kau menahan dirimu..!!! Apa kau benar benar tidak sudi untuk menyentuhku sedikit saja? Apa karema orang lain yang lebih dulu memilikiku karena itu kau tidak amu menyentuhku dan menahan diri..?"
"Kau salah paham. Bukan seperti itu. Aku bisa menjelaskannya. Kumihon dengarkan aku dulu."
"Apalagi yang ingin kau jelaskan..!! Jika tahu akan seperti ini saat itu seharusnya kita tidak usah menikah. Kau.."
"Aku menahan diri demi kenyamananmu..!!! Aku takut kau memiliki trauma karena kejadian saat itu..!! Aku tidak ingin kau merasa takut. Bagaimanapun kejadian itu bagaikan mimpi buruk untukmu kan? Bukan berarti aku tidak menginginkanmu, tapi aku hanya ingin memberikanmu waktu sampai kau benar benar siap untuk menyerahkan dirimu padaku sepenuhnya. Kau pikir aku tahan? Kau tidak tahu aku begitu menginginkanmu, bahkan saat hari pertama kita menikah pun aku tidak tahan. Tidak, bahkan sebelum kita menikahpun aku begitu menginginkanmu. Aku hanya menjaga diriku agar tidak melewati batas dan berujung membuatmu tidak nyaman. Aku akan melakukannya hanya jika kau yang memintanya. Selama kau tidak memintanya maka aku tidak akan melakukan apapun."
Axel tertegun mendengar penjelasan Hyunjin. Dia jadi merasa bersalah karena sudah menuduh Hyunjin yang tidak tidak. Bahkan dia sempat meragukan perasaan Hyunjin padanya. Dia bahkan berani mempertanyakan cintanya Hyunjin padanya. Jika seperti ini Hyunjin akan kecewa padanya kan? Pikir Axel.
"Istirahatlah, tenangkan dirimu. Aku masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi." Walaupun Hyunjin tidak langsung mengatakannya, tapi Axel busa melihat sorot kecewa yang diberikan Hyunjin padanya. Itu membuat Axel semakin merasa bersalah saja. Hyunjin pun pergi meninggalkan Axel di ruang tengah itu sendiri. Bahkan kecupan yang biasa Hyunjin berikan saat akan melanjutkan pekerjaannya pun tidak ada.
Axel pun mulai meneteskan air matanya dan merutuki kesalahannya.
"Kau ini kenapa? Hyunjin begitu tulus padamu tapi kau malah mengecewakannya bahkan berani meragukan perasaanya. Kau juga mempertanyakan cintanya padamu. Kau keterlaluan Axel. Istri macam apa kau ini" Ucap Axel pada dirinya sendiri.
Axel pun hanya mengusap wajahnya frustasi. Menangis pun sepertinya tidak akan merubah apapun. Saat ini Hyunjin sedang kecewa padanya.
____
AFTER : MY HAPPY ENDING (Season 2 Belum Usai)
KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER : My Happy Ending
FanfictionSeason 2 Belum Usai. Harap baca season 1 nya terlebih dahulu, agar kalian bisa paham alur ceritanya.
