Malam ini Hyunjin dan Axel sedang di perjalanan dan Hyunjin memiliki tugas untuk menyetir. Keheningang tercipta di anatara 2 orang tersebut. Hampir 4 tahun lebih mereka tidak salingbertemu dan bertukar kabar, itu sebabnya kecanggungam diantara mereka terjadi sampai akhirnya Hyunjin memulai percakapan.
"Cuaca malam ini sangat bagus. Saat menjemputmu tadi aku juga sempat meminta inin pada ibumu untuk membawamu jalan jalan, aku jugamengatakan kemungkinan kita akan pulang larut. Untungnya ibumu mengijinkan."
"Memangnya tujuan kita kemana Hyunjin?" Tanya Axel.
"Cafe. Aku yakin kau juga punya banyak pertanyaan mengenai diriku selama 4 tahun kita tidak bertemu, bukan begitu?" Yang di katakan Hyunjin benar. Ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Hyunjin, terutama mengenai kekasihnya. Dia ingat terakhir kali Hyunjin sempat bercerita bahwa dia sedang bertengkar dengan kedua kekasihnya saat itu. Kini Axel penasaran akan kelanjutan hubungan mereka, pada akhirnya siapakah yang Hyunjin pilih pada saat itu. Ia ingin bertanya mengenai hal tersebut.
Perjalanan daru kediaman Axel ke cafe tempat mereka berada saat ini memakan waktu kurang lebih sekitar 45 menit.
Sesampainya di cafe..
"Aku ingin memesan ice americano 1 kemudian cappucino latte nya 1". Ucap Hyunjin pada pelayan di cafe tempat mereka berada.
'Bahkan dia masihmengingat minuman kesukaanmu.' Batin Axel.
"Bagaimana kabarmu Kak? Sepertinya kau benar benar menjalani hidupmu dengan baik, bahkan saat ini kau sudah melakukan hal kau suka."
"Aku baik. Seperti yang kau lihat (Aku hampir menghancurkan hidupku setelah kepulanganmu). Kau sendiri bagaimana?"
"Setelah aku pulang, aku benar benar menyelesaikan pendidikanku dan mendapat gelar sarjana. Kemudian aku langsung mengurus perusahaan Ayah."
"Begitu ya? Lalu bagaimana dengan kelanjutan kisah cintamu? Pada akhirnya kau memilih salah satu dari mereka berdua?"
"Aku mengakhirinya. Tidak ada siapapun yang aku pilih pada akhirnya. Aku melakukannya demi kebaikan kita bertiga."
"Ah, begitu rupanya. Lalu kau sudah mendapatkan pengganti mereka?"
"Setelah mengakhiri hubunganku dengan mereka bersua aku memutuskan untuk melajang dan lebih fokus mengurus perusahaan."
"Jadi saat ini kau tidak memiliki kekasih?"
"Aku tidak ingin memiliki kekasih."
Entah kenapa mendengar hal itu Axel merasa kecewa. Apa itu artinya tidak ada harapan baginya untuk bisa menjalin hubungam dengan Hyunjin?
Axel kembali dikejutkan dengan ucapan Hyunjin. Dia berkata "Dalam keadaanku yang selalu disibukan dengan pekerjaan, aku tidak bisa memikirkan untuk mencari kekasih. Sudah waktunya aku mencari seseorang yang sanggup mengurusku untuk waktu yang lama. Jadi aku harus benar benar berhati hati ketika ingin memilih pasangan, bukan untuk dijadikan kekasih melainkan pendamping hidup. Kali ini aku ingin lebih serius dalam menjalin hubungan".
'Jadi maksudnya Hyunjin ingin mencari pendamping hidup, bukan seorang kekasih lagi. Aku masih tetap berharap pendamping hidup yang kau maksud adalah aku. Apa memungkinkan untuku?' Batin Axel.
"Jika kau memiliki seseorang untuk dikenalkan padaku, kenalkan saja, oke?"
Axel menatap Hyunjin kecewa. Apa itu artinya Axel benar benar tidak memiliki harapan untuk mendapatkan cintanya Hyunjin? Pikirnya.
"Ada apa dengan wajahmu? Kau oke?"
"Tidak apa apa Hyunjin." Walaupun Axel mengatakan tidak apa apa, tapi jelas sekali dimatanya tersirat sebuah kekecewaan yang cukup mendalam. Apa arti dari tatapan penuh kecewa yang diberikan Axel padanya? Pikir Hyunjin.
Kemudian Hyunjin mengingat perkataan Seungmin beberapa tahun lalu yang mengatakan Axel sepertinya menyukainya. Hyunjin membatin 'Tidak mungkin dia benar benar menyukaiku kan? Walaupun memang benar ini sudah 4 tahun, seharusnya dia sudah melupakan perasaannya padaku. Apa seseorang bisa mempertahankan perasaannya selama bertahun tahun pada orang yang sama? Rasanya tidaklah mungkin. Bahkan kami tidak pernah saling menghubungi satu sama lain selam 4 tahun ini.'
"Ada yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Hyunjin pada Axel.
"Aku? Sepertinya tidak. (Ada Hyunjin, banyak hal yang ingin ku katakan padamu tapi aku tidak bisa menyampaikannya. Aku takut)."
'Aku melihatnya. Tatapanmu menunjukan bahwa ada banyak hal yang begitu ingin kau katakan padaku. Tapi aku tidak tahu kenapa kau seolah tidak bisa menyampaikannya. Apa yang kau takutkan?' Batin Hyunjin.
"Tidak masalah jika kau belum mau mengatakannya. Aku sepertinya akan tinggal di Korea dalam waktu yang lama untuk mengurus perusahaan ayahku. Kita masih memiliki banyak waktu untuk bersama. Jika ada apa apa katakan saja padaku, tidak usah sungkan apalagi takut." Ucap Hyunjin sambil kembali mengusak lembut rambut Axel. Hyunjin selalu memahami apa yang sedang Axel rasakan atau pikirkan. Ikatan batin mereka seolah begitu kuat.
"Besok kau bekerja?" Tanya Hyunjin mengalihkan pembicaraan
"Hmm..aku ada shift pagi di cafe."
"Mau berangkat bersama? Lagipula cafe mu dekat dengan kantorku. Kita searah."
"Aku tidak ingin merepotkan." Jawab Axel.
"Kau masuk pukul berapa?"
"08.30".
"Tidak apa apa, aku akan menjemputmu besok."
"Baiklah kalau begitu, terimakasih. Maaf merepotkan"
"Tidak masalah".
Mereka pun kembali membicarakan beberapa hal sambil menikmati pesanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER : My Happy Ending
FanfictionSeason 2 Belum Usai. Harap baca season 1 nya terlebih dahulu, agar kalian bisa paham alur ceritanya.
