Suasana sendu dan sedih ketara di dalam ruangan rawat haechan, mendengar perkataan anak umur empat tahun yang menginginkan mommy nya bangun membuat mereka menahan air mata yang berlomba untuk keluar dari pelupuk mata mereka
Mark melihat anak nya sangat membutuhkan istri nya hanya bisa menunduk karena dirinya saja sangat membutuhkan sang istri yang tak kunjung bangun seolah doa yang selalu dia panjatkan kepada tuhan hanya sebagai angin lalu yang tak pernah sampai
Jaemin dan renjun mendengar semua perkataan dari anak yang sudah dianggap sebagai anak nya sendiri merasa sangat sedih karena tidak cukup dengan kehadiran mereka berdua sebagai sosok ibu yang menggantikan peran haechan yang masih tak kunjung bangun
Bunyi monitor yang yang berada disebelah ranjang haechan berbunyi nyaring, membuat mereka panik bukan main bagaikan dejavu mereka memanggil dokter dengan panik, Mark yang memeluk chenle yang histeris melihat tubuh sang mommy kejang-kejang
Tak lama dokter datang segera masuk dan memeriksa haechan, mereka menunggu dengan cemas sumpah demi tuhan bila memang sudah takdir nya sang istri harus pergi mark akan mengikhlaskan nya tapi tidak adakah kesempatan untuk dia bahagia bersama keluaraga kecilnya?
Sangat lama dokter berada didalam ruangan haechan, dan setelah satu jam dokter keluar dengan wajah lega dan tersenyum
"Tuan istri anda sudah berhasil melewati masa koma nya, tadi nyonya sempat mengalami kritis tapi tak lama setelah nya normal kembali, kita hanya perlu menunggu nya bangun" seolah mendung yang sudah lama hinggap perlahan cerah, mereka menangis bahagia akhrinya haechan nya akan bangun dari itdur panjang nya
Mark mematung seolah tak percaya apa yang dikatakan dokter, jeno segera memeluk tubuh sang kakak mark menangis haru akhirnya penantian nya selama 4 tahun terbayar manis
Haechan nya akan segera bangun!
"Selamat hyung akhir nya penantian panjang kita berakhir juga" jeno memeluk mark yang menangis haru
Setelah mendapatkan izin untuk dapat masuk ke dalam ruangan haechan, mark melihat istri nya yang kemarin penuh dengan alat penunjang hidup kini hanya infusan yang menancap disebelah tangan nya
Lagi-lagi air mata berhasil jatuh mark berusaha menahan air mata yang akan terjatuh kembali, dihampiri nya sang istri dan tersenyum kearah haechan yang wajah nya terasa lebih hidup tidak seperti kemarin yang nampak tidak ada kehidupan di wajah nya
Dipandangi wajah yang selalu dia rindukan menatap wajah nya dengan mata beruang nya yang menggemaskan
Anak-anak tadi dibawa oleh para adik-adik nya. Mereka sadar mark butuh waktu berdua dengan sang istri yang dikabarkan sebentar lagi akan siuman
"Ayah kita mau kemana?" Chenle merasa sebal karena dia masih rindu ibu nya, tapi tadi sang ibu kata sang bunda tiba-tiba mengalami sakit dia saja kaget bukan main dan dia melihat semua orang panik membuat nya bertanya-tanya ada apa?
"Anak-anak mau eskrim?" Dengan cepat jaemin mengalihkan pikiran mereka yang bertanya-tanya karena tadi mereka langsung di jauhkan dari ruangan haechan dibawa ke taman rumah sakit oleh renjun
"Lele ga mau eskrim bunda, lele mau mommy!" Chenle tampak berkaca-kaca dia tau keadaan mommy nya memburuk tadi, dia tau para orang tua nya tidak mau melihat nya menangis jadi dibawa ke taman agar teralihkan
"Astaga anak bunda, sayang masih rindu Mommy chan hmm? Tapi mommy chan nya mau istirahat dulu yah kita beli eskrim dulu oke atau sayang mau yang lain?" Jaemin menggenggam tangan mungil itu berjalan ke minimarket di sebelah rumah sakit diikuti oleh jeno dan dua anak lagi kalau renjun dia ijin pamit sebentar ada urusan dengan sang suami
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE LAST TIME || MARKHYUCK (Proses Revisi)
Fanfiction🚫HOMOPHOBIC TOLONG MUNDUR🚫 "Aku punya satu permintaan pertama dan terakhir ayo kita menjalani hidup seperti pasangan suami istri pada umum nya selama satu minggu, setelah itu ayo kita bercerai!" #BxB #MARKHYUCK #Fanfic
