Kembali lagi di cerita author yang membosankan dan tidak menarik, tapi apapun itu yang penting kalian senang karena kesenangan kalian juga kesenangan author.
Sekali lagi diingatkan kalau cerita ini hanya fiktif belaka dan tidak ada niat untuk menjatuhkan harga diri pemeran atau menebar aura permusuhan dari fandom fandom terkait. Dialog serta adegan didalam cerita ini hanya imajinasi author, bukan dialog sebenarnya, tolong bijaklah dalam membaca dan menilai sesuatu, jangan termakan oleh kalimat buruk yang dibagikan oleh oknum tak bertanggung jawab
Selamat membaca!!
(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
"Benarkah? Ahahaha, aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajahnya memerah karena malu hahahah" Disinilah pemuda Jung bersama dengan kedua bocah asuhnya, didalam kamar si kembar Min. Mereka tengah membicarakan tentang Yoonjae yang memberikan bekal makanannya kepada sang ayah dan mereka juga membicarakan tentang kemungkinan yang Yoongi alami ketika melihat isi dari bekal itu
"Ini semua salah ibu, seharusnya jangan membuat bekal seperti itu" Ucap Yoonji
"Hey bocah, dimana letak kesalahanku hmm? Aku kan membuatkan bekal untuk kalian, bukan untuk daddy kalian jadi ini semua bukan salahku"
"Ibu, kami takut jika nanti ayah marah karena aku sudah memberikan kotak bekal seperti itu" Ujar Yoonjae takut
Jung Hoseok paham dengan kekhawatiran kedua bocah Min itu, dia juga sebenarnya takut kalau Min Yoongi marah dan kesal karena merasa telah di permainkan oleh pemuda Jung itu "ahh sudahlah, ayah kalian tidak akan marah, percayalah padaku karena dia tak akan bisa memarahi kalian jika ada aku" Ucapnya bangga
Iya namanya juga Jung Hoseok, dia memang bermulut besar jadi jangan heran kalau dia suka membanggakan dirinya sendiri bahkan didepan bocah pun dia begitu.
.
Malam menjelang, pemuda Jung sudah menyiapkan menu makan malam hari ini dan kedua bocah Min itu juga sudah duduk manis dikursi makan menunggu ibu___ ahh tidak maksudnya calon ibu mereka mengambilkan makanan untuk mereka. Tak lama setelah Jung Hoseok menyiapkan makan malam, terdengar suara pintu dibuka dan setelahnya langsung menampakkan sosok dua orang pria tampan namun yang satu berwajah datar dan yang satunya lagi terus tersenyum menawan. Kedua orang itu berjalan menuju ruang makan, tempat dimana kedua bocah Min duduk
"Ayah.. Paman.." Pekik si bungsu Yoonji
"Hai, keponakan paman, bagaimana kabar kalian hmm" Kim Taehyung mendekati dua bocah kembar Min lalu mengusap kepala mereka sementara Yoongi sudah duduk manis dikursinya
"Kami baik kok paman, kami merindukanmu, kenapa paman jarang sekali datang kesini" Ujar Yoonjae
"Aku sangat sibuk jadi tidak sempat kemari"
"Ehh daddy Min, tuan muda Kim.. Beruntunglah kau datang, kita bisa makan bersama malam ini" Ujar Jung Hoseok yang baru keluar dari dapur
.
Ber menit-menit berlalu, makan malam telah selesai. Jung Hoseok mengingatkan pada Min Yoongi akan kotak bekal yang sempat ia minta dari anaknya "ohiya daddy Min, mana kotak bekal yang kau minta dari Yoonjae?"
Dengan singkat, padat dan jelas Yoongi menjawab "aku buang"
Keempat pasang mata disana menatap Min Yoongi kaget "kau buang? Astaga daddy Min kenapa di buang, itu masih bisa dipakai lagi" Keluh pemuda Jung
Lagi-lagi tanpa rasa bersalah Min Yoongi menjawab "aku pikir itu kotak makan sekali pakai, jadi aku buang saja"
Tak bisa dipungkiri, Jung Hoseok, Kim Taehyung dan kedua bocah kembar Min itu menatap tidak percaya pada pria Min, ternyata seorang pria dewasa seperti Min Yoongi masih memiliki sifat yang sangat polos. Sebenarnya dia juga tidak sepenuhnya salah, karena selama ini juga ia sarapan sampai makan malam di kantor dengan dibelikan oleh Lee Suho dan makanan itu dikemas menggunakan kotak styrofoam yang sekali pakai langsung buang, jadi kotak bekal pagi tadi pun dianggapnya sama seperti kotak makanan sekali pakai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Babysitter
RomansaDaddy Min, mungkin itulah panggilan yang cocok untuk seorang pria berdedikasi tinggi dan berekspresi se datar tembok kota, namun dia tetap tampan bahkan diusia yang tak lagi muda siapa yang mampu membayangkan pekerjaan menjadi babysitter yang harus...
