Balik lagi di cerita author yang tidak jelas ini, menjabarkan ide yang author punya menjadi sebuah cerita gabut serta membosankan. Tapi author berterimakasih pada kalian yang mau membaca cerita author sampai di episode ini, author sangat menghargai kalian sebagai pembaca.
Perlu diingat lagi, setiap adegan dan dialog didalam cerita ini bukanlah kisah nyata melainkan hanya karangan semata, dimohon untuk tidak mengutarakan kebencian kalian pada author ataupun pemeran, jika tidak suka maka kalian boleh pergi atau skip aja
Selamat membaca!!
(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Hari demi hari berlalu, tumben sekali Jung Hoseok bertahan pada pekerjaan nya sebagai pelayan pesan antar makanan di kedai milik temannya, biasanya jika bekerja dia hanya bertahan 1 atau 2 minggu saja namun kali ini berbeda. Sudah hampir dua bulan berlalu dia masih bertahan disana seakan ia menyukai pekerjaan itu sebagai kesenangannya, yah bagaimana tidak, Jung Hoseok memiliki jiwa kekanak-kanakan yang sangat kental jadi ia suka sekali kelayapan diluar tanpa beban. Pekerjaannya sebagai pelayan pesan antar makanan membuat dirinya lebih enjoy menjalani hidup, bertemu dengan orang-orang baru dan suasana baru serta yang terpenting dia bisa melihat gadis-gadis cantik yang menjadi langganannya.
Selama hampir dua bulan ini jung Hoseok sering menemui mantan bocah asuhnya disekolah, hampir setiap hari dia membawakan makanan untuk dua bocah kembar itu. Namun sepertinya hari ini adalah hari kesialan seorang Jung Hoseok karena saat dia baru saja melangkahkan kakinya masuk kedalam area sekolah dasar itu, seseorang mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan dirinya, Jung Hoseok yang tidak menyadari bahwa ia tengah dikuntit hanya santai saja menemui si kembar Min dan memberikan mereka makanan seperti biasa.
"Ayo makanlah bocah, kalian tidak boleh kelaparan" Ujar pemuda Jung
"Oke mama" Dengan semangat kedua bocah kembar itu menerima makanan yang diberikan oleh mama Jung mereka
Dari kejauhan sepasang mata tengah memperhatikan kebersamaan dua bocah dan seorang pemuda yang sedang membagi kebahagiaan.
Akhirnya..
Batin seseorang itu
(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
"Tuan muda Jeon, aku benar-benar menyukai anda, bisakah anda membuka hati anda untukku?"
Kini Taehyung dan Jungkook sedang berada di apartemen pribadi milik Kim Taehyung, belakangan ini entah mengapa mereka menjadi dekat padahal jauh sebelumnya Jeon Jungkook sangat anti berdekatan dengan Taehyung, jangankan untuk berdekatan, bertemu saja rasanya dia malas, namun sepertinya takdir mereka telah berubah. Beberapa kali juga pria bermarga Kim itu mengungkapkan perasaannya pada Jungkook dan sayang nya ungkapan itu malah berakhir mendapat pukulan cukup keras dari pemuda kelinci itu.
"Kau belum puas selalu mendapat pukulan dariku hah, masih berani mengatakan perasaanmu padaku" Ujar pemuda Jeon
Taehyung tersenyum lalu meraih kedua tangan pemuda pujaan hatinya itu dan berkata "meskipun kau memukul ku berkali-kali hari ini, aku akan tetap menyatakan perasaanku padamu, aku tak pernah menjalin hubungan dengan siapapun tapi bersamamu aku merasa nyaman"
Walaupun kalimat manis itu sudah keluar dari mulut seorang Kim Taehyung, tapi Jeon Jungkook tetaplah Jeon Jungkook pemuda pemarah dan tidak sabaran, dia menarik tangannya yang dipegang oleh pria Kim itu kemudian menampar dengan cukup kuat pipi sang dominan "dasar keras kepala! Aku tak mau mendengar omong kosong mu lagi sialan, aku bukan Jung Hoseok yang bodoh itu yang bisa terpesona hanya dengan melihat ketampanan seorang pria seperti mu" Ucapnya
Jungkook berdiri dari duduknya dan hendak pergi, namun Taehyung lebih dulu membuka suara yang membuat pemuda kelinci itu berhenti
"Jungkookie.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Babysitter
RomantikDaddy Min, mungkin itulah panggilan yang cocok untuk seorang pria berdedikasi tinggi dan berekspresi se datar tembok kota, namun dia tetap tampan bahkan diusia yang tak lagi muda siapa yang mampu membayangkan pekerjaan menjadi babysitter yang harus...
