'sialan, nilai gw kecil banget sih? Papa bisa marah nih!. Pokoknya gw harus bisa dapat nilai paling tinggi!'
______________________________
Hari hari terlalui seperti biasa, tak ada yang spesial. PTS semester 1 sudah terlewati, begitu pula dengan PTS semester 2 juga sudah terlewati. Kini memasuki bulan Maret, yaitu masa ujian sekolah, tepatnya pada tanggal 27-31 Maret. Rea, Tata, Raya, dan Vika sudah jarang berkumpul. Mengingat masa ujian semakin dekat, mereka semakin giat belajar.
—25 Maret 2022
Vika sedang berada di sebuah tempat makan dimana Ibu nya sedang ada acara reuni dengan teman-teman sekolah nya, kini ia sedang memikirkan ucapan salah satu teman ibunya
Flashback
Vika dan keluarga nya baru saja tiba di tempat makan tersebut, mereka langsung masuk ke dalam salah satu ruangan yang telah dipesan untuk reuni sekolah Ibu nya. Ibu dan ayah nya berbincang-bincang dengan teman-teman mereka, sedangkan Vika hanya duduk di pojok sendirian.
Tiba-tiba Ibu Vika memanggil untuk menyapa seorang teman nya. "Vika, sini dulu. Ini ada teman mama, namanya Monica." ucap Ibu Vika memperkenalkan teman nya. "Halo Tante, saya Vika." ucap Vika memperkenalkan diri nya. "Halo Vika, kamu anaknya pendiam ya?" tanya Tante Monica."Iya, lumayan tan. Hehe." balas Vika.
"Kamu, suka kasih jawaban ke teman kamu?" tanya Tante Monica sekali lagi. Vika terkejut, bagaimana bisa Tante Monica tau? Ia lihat wajah Ibu nya seperti menahan amarah, sial! Ibu nya pasti akan memarahi nya habis-habisan. "Jujur aja, Vika." celetuk sang Ibu. "Hah? Oh iya Tan, beberapa kali aku kasih." balas Vika dengan tenang.
"Jangan lagi ya? Kamu punya teman dengan rambut panjang? Dia tinggi, pakai kacamata." tanya Tante Monica memastikan perkiraan nya. Vika bingung, mengapa Tante Monica bertanya seperti itu. Hanya satu nama yang terlintas di otak Vika, pasti dia. Vika yakin.
"Ada tan, emang nya kenapa ya?" tanya Vika. "Dia mau manfaatin kamu, kamu emang anak nya pendiam, tapi kamu dimanfaatin sama dia. Jangan kasih jawaban lagi ya sama orang itu." terang Tante Monica memberitahukan maksudnya bertanya sedari tadi. "Ah? Oh iya tan, makasih ya infonya. Aku gak akan kasih jawaban ke dia lagi, tan." balas Vika.
Vika tidak terlalu terkejut, karena nama yang terlintas di otak nya memang wajar untuk dikatakan memanfaatkan nya. Orang tersebut memang sering meminta jawaban padanya, jauh lebih sering dari orang yang selalu mengirim pesan meminta jawaban padanya. Orang ini lebih sering meminta jawaban secara langsung di sekolah! Entah mengapa Vika selalu memberikan jawaban dan tidak bisa menyadari nya, setelah diberitahu Tante Monica ia baru bisa sadar. Gila! Apakah ia dihipnotis oleh orang tersebut?
Ck? Bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan? Ia tidak akan langsung memarahi orang tersebut, jika seperti itu semua masalah langsung selesai. Ia hanya minta maaf dan semua kembali normal. Namun, bagaimana jika ia memanfaatkan orang tersebut juga?
Flashback off
Vika masih termenung, apakah ia harus menjalankan rencananya untuk memanfaatkan orang itu? Tapi bagaimana caranya? Apa ia meminta bantuan kepada temannya untuk ikut bersandiwara? Ya! Sepertinya itu pilihan paling tepat.
1 A
Anda :
P
22:32Person 1:
Ngapain Vik? Eh kok si A gak ditambahin?
22:34

KAMU SEDANG MEMBACA
UTILIZATION
Teen FictionKisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang berteman dengan ketiga orang. Pertemanan mereka awalnya baik-baik saja. Namun tiba-tiba, gadis itu diramal oleh seorang wanita tua. Dan ternyata di antara ketiga teman gadis tersebut, salah satu nya...